Fakultas Syariah dan Hukum Universitas Islam Negeri (FSH UIN) Sumatera Utara menggelar diskusi dosen ke-1 dengan tema “Dialektika Hukum Tata Negara Islam: Menakar Teori Otoritas Lembagaan dan Realitas Independensi Peradilan”. Kegiatan yang di Aula Gedung A FSH UIN Sumatera Utara ini menjadi pembuka rangkaian diskusi dosen yang dijadwalkan berlangsung setiap Kamis tersebut.
Diskusi dosen ini mengusung semangat FSH Unggul Berkeadaban. Forum ini menjadi ruang akademik bagi para dosen untuk membedah hubungan antara teori otoritas kelembagaan dalam khazanah ketatanegaraan Islam dan realitas independensi peradilan yang berkembang dilapangan.
Kegiatan ini diselenggarakan untuk membangun ruang akademik yang produktif dalam merespons berbagai persoalan hukum, sosial dan keagamaan kontemporer yang berkembang di masyarakat. Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan, tantangan penegakan hukum hingga persoalan keluarga dan sosial-keagamaan menuntut kajian yang mendalam dan berkelanjutan dari kalangan akademisi.
Melalui forum yang menghadirkan narasumber internal maupun eksternal dengan beragam latar belakang keilmuan dan pengalaman praktis, kegiatan ini diharapkan mampu menjembatani perspektif akademik dengan realitas di lapangan. Setiap program studi juga mengangkat tema yang relevan dengan bidang keilmuannya masing-masing sehingga diskusi dapat memberikan kontribusi pemikiran yang aplikatif dan kontekstual.
Penguatan Tridarma dan Dukungan terhadap SDGs
Kegiatan diskusi dosen yang dilaksanakan oleh Unit Penjaminan Mutu (UPM) FSH UIN Sumatera Utara dengan panitia pelaksana Uswatun Hasanah, M.H.I, Muhammad Fadhil, M.H dan Munawwir Ramadhan, M.H merupakan bagian dari upaya penguatan tridharma perguruan tinggi khususnya dalam aspek pengembangan keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat sekaligus sarana peningkatan kapasitas dosen dalam mengkaji isu-isu terkini secara kritis dan multidisipliner.
Secara substansi, tema-tema dalam rangkaian diskusi ini berkaitan erat dengan agenda tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek keadilan, kesehatan, kesetaraan dan tata kelola kelembagaan yang baik.
Isu-isu yang diangkat antara lain akses keadilan bagi tenaga kerja honorer, perlindungan anak yang berhadapan dengan hukum, sertifikasi halal UMKM dan tantangan teknologi digital dan kecerdasan buatan. Dengan demikian, diskusi dosen ini tidak hanya berorientasi pada pengembangan keilmuan, tetapi juga menjadi wujud kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung pencapaian agenda pembangunan berkelanjutan secara global.
Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan FSH UIN Sumatera Utara. Yakni Prof. Dr. Syafruddin Syam, M.Ag (dekan) dan Dr. Sugeng Wanto, M.Ag (wakil dekan I). Sejumlah akademisi dilibatkan sebagai narasumber dalam rangkaian diskusi ini, yaitu Prof. Dr. H. Ardiansyah, Lc, MA, Prof. Dr. Ibnu Radwan Siddiq Turnip, M.Ag, Prof. Dr. Syafruddin Syam, M.Ag, Prof. Sudirman Suparmin, M.A, Prof. Dr. Sukiati, M.A, Dr. Ismul Fakhri Lubis, M.M, Dr. Muhammad Idris Nasution, M.H, Dr. Irwansyah, M.H.I, Dewi Ervina Suryani, M.H, Muhammad Hendra, M.H dan Fauzar Mas’ar, M.H.
Diakhir acara, panitia menyerahkan sertifikat penghargaan dan cinderamata kepada para narasumber sebagai bentuk apresiasi atas ilmu yang telah dibagikan. Penyerahan sertifikat dan cinderamata kepada narasumber disaksikan pimpinan fakultas dan panitia. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Melalui rangkaian diskusi ini, FSH UIN Sumatera Utara berharap kualitas keilmuan dan kolaborasi antar-dosen terus meningkat demi mewujudkan fakultas yang unggul dan berkeadaban. (dmp)

