Suasana haru mewarnai hari terakhir pelaksanaan wisuda Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) yang digelar di Gedung Selecta Medan, Kamis (29/10). Lagu ‘Sesi Potret’ yang dinyanyikan UMSU Band mewarnai pemutaran vidio dan pembacaan profil almarhum Ahlad Nawawy MZ menambah keharuan pada acara wisuda tersebut.
Muhammad Zein CH dan Khodijah sebagai orangtua bersama adik wisudawan menjadi pengganti bagi almarhum Ahlad Nawawy MZ untuk menerima ijazah sebagai sarjana berprestasi dari Rektor UMSU Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd. Almarhum menempuh pendidikan di UMSU dengan penuh semangat, tekun dan bertanggung jawab.
Almarhum Ahlad Nawawy MZ diketahui merupakan mahasiswa program studi teknik mesin yang telah menyelesaikan studi sarjana di Fakultas Teknik UMSU. Ia juga telah melunasi persyaratan untuk mengikuti wisuda pada 29 Oktober 2026. Namun, pada tanggal 8 Oktober 2026 Almarhum Ahlad Nawawy MZ wafat di Medan.
Ahlad Nawawy MZ juga diketahui pernah magang pada salah satu perusahaan perkapalan terkemuka di Indonesia. Atas prestasinya, ia pun langsung mendapat tawaran bekerja di perusahaan tersebut.
Acara wisuda juga diwarnai dengan penyampaian pesan dan kesan dari Wisudawati UMSU asal Kamboja Ary Saima. Ia bercerita tentang pengalaman lucu tatkala tiba di Bandara Kualanamu dan perjuangan saat melaksanakan kuliah. Ary Saima menghadiri wisuda tanpa kedua orangtua karena jarak yang jauh di Kamboja.
Sebelumnya, rektor juga menyampaikan UMSU mewisuda 2.657 lulusan dalam rangka Wisuda Periode II Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari. Pada hari terakhir, Kamis (29/10). Dihari terakhir, sebanyak 809 wisudawan dari fakultas teknik, FIKTI dan fakultas pertanian mengikuti prosesi wisuda di Gedung Selecta, Medan.
Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd menyampaikan sejumlah prestasi dan kegiatan nasional maupun internasional yang telah dilakukan dan dicapai wisudawan. “Selama ini anak-anak kita dalam melaksanakan perkuliah di UMSU, kita terus berupaya untuk memberikan pengalaman belajar yang baik secara akademik maupun non-akademik,” ujarnya.
Rektor juga memaparkan berbagai aktivitas nasional dan internasional para lulusan yang diwisuda yang diyakini sebagai langkah awal melahirkan generasi unggul, cerdas dan terpercaya. “Dari apa yang kita lihat tentunya UMSU bukan kampus kaleng-kaleng. Tapi kampus top banget,” tegasnya.
Prestasi dan kegiatan nasional dan internasional tersebut diantaranya International Short Course & Community Service on ASEAN, program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa), praktikum perkebunan menjadi andalan UMSU membangun hidroponik sayur di Malaysia. Selain itu Student Mobility, KKN internasional di Malaysia dan Tailan, magang di PTPN hingga juara kompetisi di dalam bidang olahraga dan bela diri.
Disamping itu Fakultas Pertanian UMSU juga melahirkan inovasi Morilac (produk susu bubuk dari daun kelor, susu kambing dan gula aren) yang akan di hak paten dan menjadi produk untuk tamu muktamar ke-49 Muhammadiyah di Sumut pada tahun 2027.
Selain itu, Prof. Dr. Akrim Lubis, M.Pd juga menyampaikan UMSU meraih anugerah juara tiga Mandaya Awards 2026 kategori Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dari Kementerian Koordinator Sumber daya dan Masyarakat. UMSU sendiri memiliki reputasi di tingkat nasional dan internasional di antaranya terekognisi MQA Malaysia, terakreditasi FIBAA, QS Asia University ranking peringkat ke-445, The World University Rankings hingga UniRank.
Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut Prof. Dr. H. Hasyimsyah Nasution, M.A menekankan pentingnya kesiapan lulusan menghadapi persaingan. Terutama ditengah tantangan yang dirasakan generasi muda atau Generasi Z.
Salah satu persoalan yang dihadapi masyarakat saat ini adalah munculnya kegelisahan ketika kompetensi yang dimiliki seseorang dirasakan belum sebanding dengan tingkat persaingan yang harus dihadapi. “Kompetisi adalah hal yang menyatu dalam kehidupan, hal yang alamiah. Yang menjadi persoalan adalah apakah kita siap,” ujar Prof. Dr. H. Hasyimsyah Nasution, M.A.
Ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi Muhammadiyah termasuk UMSU, memberikan pendidikan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter mahasiswa. Pendidikan tersebut diharapkan mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepribadian yang kuat.
Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMSU Prof. Dr. Agussani, M.AP turut menyoroti tata kelola pendidikan UMSU yang dinilainya terus menunjukkan perkembangan. Capaian universitas di tingkat nasional maupun internasional menjadi bukti kemampuan UMSU untuk bersaing dengan perguruan tinggi negeri dan swasta.
“Kami bersyukur manajemen yang disusun oleh universitas dari tahun ke tahun terus menunjukkan kualitas yang sangat membanggakan. Baik dari segi tata kelola, pengakuan di dalam maupun luar negeri. Ini membuktikan bahwa UMSU mampu bersaing, baik dengan perguruan tinggi negeri maupun swasta,” ujarnya.
Ketua BPH mengatakan UMSU tidak hanya berfokus pada proses akademik, tetapi juga berupaya menghasilkan lulusan yang memiliki kreativitas dan mampu berkiprah di berbagai bidang. Ia berharap para alumni tetap mencintai UMSU serta bersedia memberikan masukan dan gagasan berdasarkan pengalaman yang mereka peroleh di dunia kerja. (dmp)

