DAIRI – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi melalui Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga resmi menggelar perhelatan akbar Pesta Budaya Njuah-Njuah. Seremoni pembukaan yang meriah ini dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Dairi, Wahyu Daniel Sagala, bertempat di Gedung Nasional Djauli Manik, Sidikalang, Kamis (29/10).
Sebelum seremoni pembukaan dimulai, suasana Kota Sidikalang tampak semarak berkat gelaran Kirab Budaya yang diikuti oleh sebanyak 66 kontingen. Peserta kirab terdiri dari perwakilan 15 kecamatan, Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga berbagai Organisasi Masyarakat (Ormas). Arak-arakan Kirab Budaya ini dilepas secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Dairi Surung Charles Lamhot Bantjin, dari halaman Kantor Bupati Dairi.
Kepala Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Dairi Iwan Taruna Berutu, menjelaskan bahwa Pesta Budaya Njuah-Njuah tahun ini dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yakni pada Kamis–Jumat (29–30/10).
Adapun tema yang diusung pada penyelenggaraan tahun ini diambil dari falsafah bahasa daerah Pakpak, yaitu ‘Sada Kata Dalam Mahangga’, yang memiliki arti mendalam: Bersatu Menuju Dairi Yang Lebih Tangguh.
“Pesta Budaya Njuah-Njuah tahun ini tidak hanya merayakan kekayaan tradisi, tetapi juga mengangkat kreativitas budaya, produk Unggulan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), serta hasil pertanian lokal yang dibawa dalam bentuk luah (bingkisan khas) oleh masing-masing kontingen,” ujar Iwan Taruna Berutu di lokasi acara.
Sementara itu, Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala dalam sambutannya menekankan bahwa kemajuan sebuah daerah tidak hanya diukur dari pembangunan infrastruktur fisiknya saja, melainkan jati diri dan kelestarian budaya juga memegang peranan yang amat penting.
“Kita tidak boleh cepat berpuas diri atas apa yang telah dicapai, sekaligus tidak boleh menutup mata terhadap berbagai kekurangan yang ada. Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergotong royong demi mewujudkan pembangunan daerah yang lebih baik,” tegas Wahyu.
Ia juga menambahkan bahwa perhelatan budaya ini dirancang agar tidak sekadar menjadi tontonan hiburan yang dinikmati masyarakat yang hadir, melainkan juga memberikan dampak ekonomi nyata yang bermanfaat bagi banyak pihak, khususnya para pelaku UMKM lokal. (rud/ila)

