25 C
Medan
Monday, July 15, 2024

Puluhan TPS Terendam Banjir

Pemilihan Bupati Langkat kemarin berlangsung cukup lancar. Meski begitu, bukan berarti tidak ada kendala. Setidaknya ada puluhan TPS yang terendam banjir.

Dan hal itu diakui Camat Tanjungpura, Surianto. Dia mengaku sekitar 50 TPS di kecamatan tersebut terendam banjir. TPS-TPS itu berada di Desa Lalang, Pantecermin, Sukamaju, Karyamaju, Bajakuning, Pekubuan, Pulaubanyak, Pematangserai, Pematangcengal, Pematangcengal Barat, Telukbakung, Payaperupuk, dan Kelurahan Tanjungpura.

“Proses pemungutan suara berjalan cukup baik dan lancer,” aku Surianto.

Kapolres Langkat, AKBP Yulmar Tri Himawan, mengucapkan terima kasih pada warga Langkat yang tetap menjaga keamanan dan ketertibann
saat pencoblosan. “Berkat doa seluruhnya, pelaksanaannya berjalan lancar serta aman,” ungkapnya.

MUSA Diduga Curang

Dari Deliserdang, satu pasangan calon bupati dan wakil bupati Deliserdang diduga melakukan pelanggaran. Tim sukses ini membagikan paket-paket sembako jelang pemilihan. Temuan ini pun langsung dilaporkan ke ke petugas panwas setempat.

Informasi diperoleh sumut pos, Rabu (23/10) kemarin, pembagian paket sembako berisi minyak goreng dan gula pasir yang sudah sempat tersalur ke masyarakat itu terjadi di Desa Telagatujuh dan Karanggading. Warga di dua desa tersebut mendapatkan paket dadakan dari berinisial M, seorang tim sukses Musdalifah-Syaiful Syarif (MUSA) pasangan Cabup/Cawabup nomor urut 5.

Di dalam paket yang dibagikan pada malam hari itu tidak ditemukan kartu maupun lembaran kertas bergambar pasangan calon, namun perbuatan tim pendukung MUSA diduga telah berbuat curang berhasil dipergoki oleh petugas polmas, dan diserahkan ke panwas.

“Dia (M-red) yang kami ketahui memang tim sukses pasangan calon MUSA, tadi malam dia cuma membagi-bagikan minyak goreng sama gula. Tapi untuk selebaran atau kartu pasangan calon tidak ada dibagikan,” ujar Rahmad warga Desa Telagatujuh.

Rahmad, mengaku pada pemungutan suara dirinya tidak akan menggunakan hak suaranya alias golput. Dia memilih golput karena merasa tidak simpati dengan para pasangan calon. “Diberi sembako ya diambil saja, kan tak baik menolak rezeki. Tapi kalau disuruh mencoblos nanti dulu karena siapa pun bupatinya sama saja,” sebut sembari tertawa.

Sedangkan di dua desa lainya yakni, Desa Helvetia dan Manunggal Kecamatan Labuhandeli, pembagian paket sembako digagalkan petugas panwas. Distribusi bahan kebutuhan pokok dari tim pendukung pasangan calon nomor urut 5 tersebut, dicegah petugas panitia pengawas pemilu karena dinilai akan mempengaruhi warga pemilih.

Ketua Panwascam Labuhandeli, Rudianto, membenarkan adanya pembagian paket sembako kepada masyarakat menjelang pemungutan suara.”Hanya saja unsur bukti seperti selebaran tidak ditemukan sehingga hal-hal seperti ini sulit untuk ditindak lanjuti,” jelas Rudi. (jie/rul)

Pemilihan Bupati Langkat kemarin berlangsung cukup lancar. Meski begitu, bukan berarti tidak ada kendala. Setidaknya ada puluhan TPS yang terendam banjir.

Dan hal itu diakui Camat Tanjungpura, Surianto. Dia mengaku sekitar 50 TPS di kecamatan tersebut terendam banjir. TPS-TPS itu berada di Desa Lalang, Pantecermin, Sukamaju, Karyamaju, Bajakuning, Pekubuan, Pulaubanyak, Pematangserai, Pematangcengal, Pematangcengal Barat, Telukbakung, Payaperupuk, dan Kelurahan Tanjungpura.

“Proses pemungutan suara berjalan cukup baik dan lancer,” aku Surianto.

Kapolres Langkat, AKBP Yulmar Tri Himawan, mengucapkan terima kasih pada warga Langkat yang tetap menjaga keamanan dan ketertibann
saat pencoblosan. “Berkat doa seluruhnya, pelaksanaannya berjalan lancar serta aman,” ungkapnya.

MUSA Diduga Curang

Dari Deliserdang, satu pasangan calon bupati dan wakil bupati Deliserdang diduga melakukan pelanggaran. Tim sukses ini membagikan paket-paket sembako jelang pemilihan. Temuan ini pun langsung dilaporkan ke ke petugas panwas setempat.

Informasi diperoleh sumut pos, Rabu (23/10) kemarin, pembagian paket sembako berisi minyak goreng dan gula pasir yang sudah sempat tersalur ke masyarakat itu terjadi di Desa Telagatujuh dan Karanggading. Warga di dua desa tersebut mendapatkan paket dadakan dari berinisial M, seorang tim sukses Musdalifah-Syaiful Syarif (MUSA) pasangan Cabup/Cawabup nomor urut 5.

Di dalam paket yang dibagikan pada malam hari itu tidak ditemukan kartu maupun lembaran kertas bergambar pasangan calon, namun perbuatan tim pendukung MUSA diduga telah berbuat curang berhasil dipergoki oleh petugas polmas, dan diserahkan ke panwas.

“Dia (M-red) yang kami ketahui memang tim sukses pasangan calon MUSA, tadi malam dia cuma membagi-bagikan minyak goreng sama gula. Tapi untuk selebaran atau kartu pasangan calon tidak ada dibagikan,” ujar Rahmad warga Desa Telagatujuh.

Rahmad, mengaku pada pemungutan suara dirinya tidak akan menggunakan hak suaranya alias golput. Dia memilih golput karena merasa tidak simpati dengan para pasangan calon. “Diberi sembako ya diambil saja, kan tak baik menolak rezeki. Tapi kalau disuruh mencoblos nanti dulu karena siapa pun bupatinya sama saja,” sebut sembari tertawa.

Sedangkan di dua desa lainya yakni, Desa Helvetia dan Manunggal Kecamatan Labuhandeli, pembagian paket sembako digagalkan petugas panwas. Distribusi bahan kebutuhan pokok dari tim pendukung pasangan calon nomor urut 5 tersebut, dicegah petugas panitia pengawas pemilu karena dinilai akan mempengaruhi warga pemilih.

Ketua Panwascam Labuhandeli, Rudianto, membenarkan adanya pembagian paket sembako kepada masyarakat menjelang pemungutan suara.”Hanya saja unsur bukti seperti selebaran tidak ditemukan sehingga hal-hal seperti ini sulit untuk ditindak lanjuti,” jelas Rudi. (jie/rul)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/