Anggota DPD RI KH Muhammad Nuh MSP, mengapresiasi peluncuran buku H Hidayatullah SE yang berjudul "Religiolitas dan Dedikasi Kesejahteraan" di Hotel Madani, Jalan Sisingamangaraja Medan, Jumat (18/9/2024).
H. Hidayatullah menuangkan pemikiran-pemikirannya di dalam sebuah buku berjudul 'H. Hidayatullah, Religiolitas dan Dedikasi Kesejahteraan'. Diharapkan, buku tersebut dapat memudahkan masyarakat untuk dapat memahami terkait hal-hal yang akan dilakukan dalam membangun Kota Medan apabila ia dipercaya untuk memimpin Kota Medan di masa yang akan datang.
Anggota Komite 1 DPD RI Muhammad Nuh menegaskan, semangat dari pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung adalah untuk menghasilkan pemimpin yang berkualitas, berintegritas, dan senantiasa mengabdi kepada rakyat.
Anggota DPR/MPR RI Hidayatullah SE mengajak para konstituennya selalu mendoakan para pemimpin negeri ini dengan doa yang baik-baik. Karena sejatinya, doa yang baik akan kembali ke diri kita, begitu sebaliknya.
H Hidayatullah SE lahir di Malaysia 24 Oktober 1961 lulusan Fakultas Ekonomi Pembangunan Universitas Sumatera Utara ini sudah memulai karier politiknya sejak usia 25 tahun dengan menjadi anggota dewan Deliserdang selama 15 tahun, Anggota Dewan Sumatera Utara 10 tahun dan sekarang masih menjabat sebagai Anggota DPR RI Komisi XI dari Fraksi PKS.
Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayatullah mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebhinekaan. Ajakan ini disampaikannya saat menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara, Kamis (25/1/2024).
Anggota DPR RI dari Fraksi PKS Hidayatullah bersama Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang pengembangan ekosistem halal value chain, Senin (16/10/2023).
Keuangan Syariah dapat membantu ketahanan ekonomi umat di tengah-tengah resesi ekonomi global seperti sekarang ini. Apalagi, prinsip keuangan atau ekonomi syariah yang mengedepankan aspek sosial dan saling tolong-menolong, seperti perbankan syariah, wakaf, zakat, sedekah, asuransi, dan lainnya, sangat membantu ekonomi umat secara general.
Anggota MPR/DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) H Hidayatullah SE mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk merawat dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pasalnya, negara ini diraih dengan takbir dan pengorbanan dari para pahlawan, bukan give away atau hadiah dari penjajah.
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Kedilan Sejahtera (PKS) H Hidayatullah SE mengatakan, kesejahteraan umum adalah buah dari keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia yang termaktub dalam sila ke-5 dari Pancasila. Tetapi faktanya, kesejahteraan di negeri ini hanya milik segelintir orang atau kelompok kecil.
Anggota MPR RI Hidayatullah berharap, semboyan Bhinneka Tunggal Ika tak sebatas pemanis saja, tapi harus dipraktekkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Harapan itu disampaikan Hidayatullah ketika malaksanakan sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Hotel Madani Medan, Jalan Sisingamangaraja, Rabu (22/3/2023).
Sikap cinta, paham, dan bangga pada mata uang sendiri (rupiah), akan berdampak besar bagi perekonomian kita dan mampu meminimalisir peredaran uang palsu di tengah masyarakat. Hal ini disampaikan anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) H Hidayatullah SE saat menghadiri sosialisasi cinta, paham, dan bangga Rupiah serta sosialisasi sistem pembayaran QRIS yang digelar Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Utara di Aula Jabal Noor, Asrama Haji, Jalan Jenderal Besar AH Nasution, Jumat (11/11).
Hari Raya Idul Adha atau Lebaran Haji identik dengan penyembelihan hewan kurban seperti domba atau kambing, sapi, dan unta. Karenanya tak heran jika Lebaran Haji ini menjadi momen umat Islam bersuka cita, saling berbagi daging hewan kurban.
Menerapkan ekonomi syariah dalam kehidupan sehari-hari, akan mendapatkan keuntungan yang riil dan menenteramkan hati. Pasalnya, di dalam ekonomi syariah terdapat prinsip keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat.
Sebagai ideologi negara, Pancasila adalah sesuatu yang sakral karena di dalamnya terkandung rumusan penting untuk menjalankan kehidupan bernegara. Hal ini disampaikan Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dalam pemaparannya pada Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Hotel Madani, Jalan Sisingamangaraja Medan, Minggu (24/4).