BUKAN hanya jabatan Kapolri yang berganti. Presiden Prabowo Subianto kemarin juga merombak 14 jabatan di Kabinet Merah Putih (lihat grafis).
Sorotan tertuju pada Bahlil Lahadalia. Dia kini merangkap jabatan sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Setelah pelantikan, Bahlil mengatakan, penugasan tersebut merupakan amanah dan tanggung jawab yang akan dijalankan. ’’Kita tahu bahwa Bapak Presiden mempunyai program yang salah satu di antaranya dalam Asta Cita adalah tentang hilirisasi dan transisi energi. Ini harus mampu kita konsolidasikan lewat Kemenko untuk bagaimana bisa melakukan percepatan eksekusi ke depan,’’ kata Bahlil.
Dia mengatakan, kantor Menko Hilirisasi dan Transisi Energi untuk sementara tetap berada di Kementerian ESDM. Menurut Bahlil, hal tersebut berkaitan dengan besarnya keterkaitan sektor ESDM dengan agenda hilirisasi.
Sementara itu, Dudung Abdurachman yang kini menjadi Menko Polkam menyebut tugas barunya berkaitan dengan koordinasi dan sinkronisasi sejumlah kementerian di bidang politik dan keamanan. ’’Langkah awal saya akan koordinasi dengan semua instansi terkait dari kelembagaan di bawah koordinasi Polhukam adalah sinkronisasi situasi keamanan saat ini untuk semakin kondusif,’’ kata Dudung.
Arrmanatha Christiawan Nasir mengatakan akan melanjutkan kebijakan yang sebelumnya dijalankan Sugiono. Pria yang akrab disapa Tata itu menyebut politik luar negeri Indonesia memiliki rujukan yang jelas, yakni undang-undang dan prinsip bebas aktif. Dia juga menegaskan Indonesia akan terus berkontribusi dalam menjaga stabilitas dan perdamaian di kawasan maupun tingkat global.
Sementara itu, Kementerian Keuangan kini memiliki wakil menteri baru. Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan, pembagian tugas akan dibahas lebih lanjut setelah para pejabat mulai bekerja. Dia menyebut keberadaan tiga wakil menteri akan memperkuat Kementerian Keuangan yang memiliki ruang kerja luas dan kompleks. ’’Semua pekerjaan Kementerian Keuangan yang sangat-sangat komprehensif itu akan kita kerjakan secara bersama, secara komprehensif sehingga nanti bisa punya manfaat yang paling maksimal,’’ katanya.
Sertijab Kemenko PMK Tertunda
Prosesi serah terima jabatan (sertijab) di Kemenko PMK yang awalnya diagendakan kemarin petang urung digelar. Meski demikian, mantan Menko PMK Pratikno diketahui sudah berada di kantor sejak sore. Dia kemudian memanfaatkan momentum tersebut untuk berpamitan kepada para pegawai di Kemenko PMK, mulai para deputi hingga satpam dan petugas office boy (OB).
Pratikno mengaku masih akan datang ke kantor pada Senin (5/10). Selain melakukan sertijab, dia juga akan menggelar rapat dengan Menko PMK yang baru, Sugiono. ’’Jadi besok Senin pagi, kita serah terima jabatan. Terus sudah itu, kita akan mendetilkan beberapa pekerjaan yang perlu diteruskan,’’ ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenko PMK, Kamis petang (1/10).
Sebelumnya, Pratikno sempat bertemu dengan Sugiono di Istana seusai pelantikan. Keduanya berbincang mengenai sejumlah pekerjaan rumah yang perlu diselesaikan. Salah satunya terkait rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di berbagai daerah.
Sarmuji Bidik Industri Padat Karya
Menteri Perindustrian (Menperin) Muhammad Sarmuji langsung menyoroti industri padat karya setelah resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Kamis (1/10).
Sarmuji mengatakan, sektor industri harus menjadi pengerek pertumbuhan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja. Karena itu, dia akan memetakan berbagai persoalan yang menghambat perkembangan industri untuk kemudian dibenahi secara bertahap.
’’Sektor industri itu harus menjadi leverage, daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi dan penyerapan lapangan kerja,’’ kata Sarmuji di Istana Negara.
Menurut dia, industri yang memiliki kemampuan besar dalam menyerap tenaga kerja akan menjadi salah satu perhatian utama. Dia menyebut industri sepatu dan tekstil sebagai contoh sektor yang perlu mendapat perhatian. ’’Kita mesti cari problem-problemnya, lalu kita benahi satu-satu,’’ ujarnya.
Dudung Bakal Sinkronkan Kementerian dan Lembaga
Usai dilantik menjadi menteri koordinator bidang politik dan keamanan (menko polkam), Jenderal TNI Dudung Abdurachman bakal menyinkronkan beberapa kementerian dan lembaga di bawah koordinasi Kemenko Polkam. Menurut Dudung, tugas sebagai menko polkam tidak mudah. Apalagi di tengah situasi saat ini. Untuk itu, perlu sinkronisasi di antara seluruh kementerian dan lembaga di bawah koordinasi kemenko polkam. Tujuannya untuk memastikan semua tugas terlaksana dengan baik.
”Tugas-tugas menko polkam tentunya tidak ringan dengan situasi saat ini. Di bawahnya memang kami koordinasikan, sinkronkan tugas-tugas kenegaraan. Ada beberapa kementerian di bawah koordinasi menko polkam, itu nanti akan kami tingkatkan yang sudah dilaksanakan pejabat sebelumnya,” kata dia.
Menurut Dudung, langkah awal yang perlu dia lakukan adalah koordinasi dengan semua instansi terkait. Dia ingin kondisi dan situasi keamanan di Indonesia semakin kondusif. Untuk memastikan itu semua, butuh kerja bersama di antara semua instansi terkait.
”Tentunya masalah keutuhan, persatuan dan kesatuan negara ini yang harus kami tingkatkan kembali, kita songsong pembangunan Asta Cita yang menjadi cita-cita Bapak Presiden Prabowo Subianto, mana program strategis nasional, program prioritas nasional, dan program unggulan bapak presiden,” imbuhnya.
Mantan kepala staf kepresidenan (KSP) dan kepala staf angkatan darat (KSAD) itu mengucapkan terima kasih atas amanat dan mandat yang diberikan oleh Presiden Prabowo kepada dirinya. Dia memastikan akan bekerja sebaik-baiknya dalam membantu presiden. ”Saya ucapkan terima kasih kepada Allah SWT, tentunya kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang telah beri kepercayaan ke saya selaku menko polkam,” imbuhnya.
Sebelum dipercayakan kepada Dudung, jabatan menko polkam diduduki oleh Djamari Chaniago. Berdasar catatan dan dokumen pemberitaan JawaPos.com, Dudung merupakan lulusan Akademi Militer (Akmil) 1988. Dia menghabiskan karirnya di TNI dengan mengisi sejumlah posisi dan melakoni berbagai tugas.
Dudung menjadi Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) di era kepemimpinan Presiden Indonesia ke-7 Joko Widodo (Jokowi). Kemudian dia mendapat kepercayaan sebagai Kepala Staf Kepresidenan (KSP) di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. (lyn/bry/mia/oni/jpg)

