Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank konsisten untuk berkontribusi dalam agenda pertumbuhan ekonomi nasional dengan berkolaborasi bersama PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (bank bjb) dalam rangka mendukung perusahaan Indonesia memperluas pasar hingga ke mancanegara.
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) mengapresiasi Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI yang telah menyetujui Undang-undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK) pada 15 Desember 2022 lalu.
Sebagai Special Mission Vehicle (SMV) di bawah Kementerian Keuangan RI, LPEI diberikan mandat khusus berdasarkan UU No.2/2009 oleh Pemerintah Indonesia untuk mendorong pertumbuhan ekspor melalui fasilitas Pembiayaan, Penjaminan, Asuransi, dan Jasa Konsultasi.
Dalam rangka memperingati Hari Ibu, Kementerian Keuangan RI bersama Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank dan Pusat Investasi Pemerintah (PIP) melalui kolaborasi #KemenkeuSatu mengadakan acara dengan tujuan mengajak para pelaku usaha perempuan Indonesia untuk berkontribusi terhadap pertumbuhan perekonomian nasional yang berdaya saing global.
Program Desa Devisa Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) / Indonesia Eximbank kembali mencatatkan kesuksesan. Desa Devisa Kopi Subang melalui Koperasi Produsen Gunung Luhur Berkah sukses melepas ekspor komoditas unggulan kopi robusta dengan volume 19,2 ton ke Mesir beberapa waktu lalu
(15/12).
Dalam mendorong ekspor nasional melalui pembiayaan, LPEI kedepannya akan semakin berfokus pada segmen UKM dan Penugasan Khusus atau dikenal sebagai National Interest Account (NIA). Selain itu, LPEI juga akan semakin meningkatkan perannya sebagai credit enhancer melalui pemberian penjaminan dan asuransi terkait ekspor.
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan RI terus menguatkan komitmennya untuk mewujudkan ekosistem ekspor yang berkelanjutan sehingga dapat berkontribusi terhadap peningkatan ekspor nasional.
Pada era sekarang ini, berbagai perusahaan di Indonesia menghadapi tantangan yang semakin meningkat untuk membangun dan menumbuhkan bisnis secara berkelanjutan. Peristiwa geo-politik dan dampak economic trade war jelas menjadi hal yang harus diperhatikan dan diantisipasi oleh pelaku usaha.
Dalam rangka mendorong digitalisasi pada pelaku usaha Indonesia guna memperluas akses pasar global, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) /Indonesia Eximbank giat membangun kerja sama dengan berbagai pihak untuk mewujudkan kolaborasi yang kontributif dalam rangka mendorong ekspor
nasional.
Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) / Indonesia Eximbank melalui aksi #LPEIPeduli bergerak cepat menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi korban bencana gempa Cianjur berupa donasi sembako, tenda, obat-obatan dan uang tunai.
Berdasarkan statistik BPS, di tengah risiko guncangan perekonomian global, ekonomi Indonesia pada triwulan III-2022 mengalami pertumbuhan sebesar 5,72 persen dibandingkan triwulan III-2021. Perkembangan tersebut memperlihatkan momentum pemulihan ekonomi Indonesia masih sangat kuat meskipun di tengah pandemi yang melanda.
Dorong ekonomi berbasis digital, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) / Indonesia Eximbank giat memberikan pelatihan dan pendampingan melalui Marketing Handholding Program (Business Matching, Market Place Global dan Pameran) kepada para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) berorientasi ekspor.
Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor Kopi Indonesia (HS 0901) sepanjang Januari-Agustus 2022 tercatat mencapai USD698,18 juta atau naik sebesar 45,52% (yoy) dibandingkan Januari-Agustus 2021.
Demi meningkatkan profesionalitas, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank sebagai Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan RI mewujudkan komitmen #KemenkeuSatu dengan berkolaborasi bersama Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan dalam menjalin kerja sama pelaksanaan lelang eksekusi sesuai pasal 6 undang-undang Hak Tanggungan dan lelang eksekusi jaminan Fidusia.
Indonesia sebagai negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia memiliki potensi yang terbuka luas terhadap kontribusi ekspor produk halal.
Data dari State of Global Islamic Economy Report 2022 menunjukan nilai ekspor produk
makanan halal Indonesia hingga April 2022 masih sebesar Rp119 triliun sementara impor dari negara OKI (Organisasi Kerjasama Islam) mencapai Rp1.630 triliun. Kemudian untuk produk modest fashion, nilai ekspor nasional hanya mencapai Rp6 triliun dan impor dari negara OKI sebesar Rp268 triliun.
Dalam rangka meningkatkan tata kelola lembaga yang baik serta komitmen lembaga dalam memitigasi risiko terjadinya tindak pidana korupsi, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank berkolaborasi dengan Kejaksaan Agung dalam hal ini Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara melalui penandatanganan kerja sama terkait Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara di kantor pusat LPEI, Jakarta.
Kolaborasi kembali dilakukan oleh Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) Indonesia Eximbank dengan Bank BNI kembali sebagai bentuk sinergi kelembagaan dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha berorientasi ekspor khususnya di wilayah Jawa Timur.
Kesetaraan gender merupakan salah satu fokus dalam Sustainable Development Goals (SDGs) yang dapat diwujudkan melalui kolaborasi untuk
meningkatkan partisipasi efektif dan memberikan ruang kepada kaum perempuan sehingga mampu berkontribusi dalam berbagai sektor kehidupan terutama sektor ekonomi.
Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekspor nasional, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) /Indonesia Eximbank terus melakukan upaya strategis diantaranya dengan melakukan berbagai kolaborasi antar lembaga.