23 C
Medan
Friday, June 21, 2024

Pj Bupati Langkat Ingin Ekowisata Tangkahan Go International

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pj Bupati Langkat, H M Faisal Hasrimy menginginkan Ekowisata Tangkahan di Kecamatan Batangserangan makin dikenal dalam skala nasional hingga mancanegara. Keinginan ini disampaikan Faisal saat menerima kedatangan rombongan Sekretaris Jenderal Ombudsman, Suganda Pandapotan Pasaribu yang mengunjungi Ekowisata Tangkahan, Kamis (21/3/2024).

Rombongan langsung menuju Gedung Informasi Turis Tangkahan, untuk melihat kondisi dan menanyakan bagaimana pelayanan yang diberikan untuk turis mancanegara maupun lokal. “Fungsi tourist informasi ini untuk memberikan kemudahan informasi kepada wisatawan terkait objek wisata, biaya dan lainnya. Juga memberikan pemahaman terhadap turis,” kata Humas Coservation Respon Unit Pengelola Gajah Tangkahan, Rutkita Sembiring.

Dia menjelaskan, populasi gajah di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) diperkirakan mencapai 200 individu. Ekowisata Tangkahan memiliki 9 ekor gajah yang jinak dengan uraian, 2 ekor jantan dan 7 ekor betina.

Pengunjung dapat melakukan wisata menjelajah dengan gajah berbiaya Rp850 ribu per orang. Perjalanan waktu tempuh selama 3 jam dan dimulai dari pukul 09.30 WIB sampai 13.30 WIB.

“Wisata lain yang bisa lakukan wisatawan, memandikan gajah, pemandian, river tubing dan lainnya,” tambahnya.

Sekretaris Jenderal Ombudsman RI menanyakan gajah tersebut nantinya akan dikembalikan ke hutan lagi atau tidak. “Untuk hal itu, sudah sulit kembali dia beradaptasi dengan hutan kembali, sehingga ini akan tetap di sini” jawab Rutkita.

Sementara, Pj Bupati Langkat, H M Faisal Hasrimy berharap, wisatawan lokal maupun mancanegara harus memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya. “Jangan tebang pilih baik lokal maupun mancanegara, harus kita layani dengan sama, sama-sama baik dan maksimal. Sehingga eykowisata Tangkahan lebih harum lagi baik dari segi alam dan pelayanan di mata dunia,” tukasnya.

Pj Bupati Langkat beserta Sekjen Ombudsman RI dan rombongan mengunjungi Ekowisata Tangkahan khususnya Conservation Respon Unit Gajah Tangkahan. (ted/han)

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pj Bupati Langkat, H M Faisal Hasrimy menginginkan Ekowisata Tangkahan di Kecamatan Batangserangan makin dikenal dalam skala nasional hingga mancanegara. Keinginan ini disampaikan Faisal saat menerima kedatangan rombongan Sekretaris Jenderal Ombudsman, Suganda Pandapotan Pasaribu yang mengunjungi Ekowisata Tangkahan, Kamis (21/3/2024).

Rombongan langsung menuju Gedung Informasi Turis Tangkahan, untuk melihat kondisi dan menanyakan bagaimana pelayanan yang diberikan untuk turis mancanegara maupun lokal. “Fungsi tourist informasi ini untuk memberikan kemudahan informasi kepada wisatawan terkait objek wisata, biaya dan lainnya. Juga memberikan pemahaman terhadap turis,” kata Humas Coservation Respon Unit Pengelola Gajah Tangkahan, Rutkita Sembiring.

Dia menjelaskan, populasi gajah di Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL) diperkirakan mencapai 200 individu. Ekowisata Tangkahan memiliki 9 ekor gajah yang jinak dengan uraian, 2 ekor jantan dan 7 ekor betina.

Pengunjung dapat melakukan wisata menjelajah dengan gajah berbiaya Rp850 ribu per orang. Perjalanan waktu tempuh selama 3 jam dan dimulai dari pukul 09.30 WIB sampai 13.30 WIB.

“Wisata lain yang bisa lakukan wisatawan, memandikan gajah, pemandian, river tubing dan lainnya,” tambahnya.

Sekretaris Jenderal Ombudsman RI menanyakan gajah tersebut nantinya akan dikembalikan ke hutan lagi atau tidak. “Untuk hal itu, sudah sulit kembali dia beradaptasi dengan hutan kembali, sehingga ini akan tetap di sini” jawab Rutkita.

Sementara, Pj Bupati Langkat, H M Faisal Hasrimy berharap, wisatawan lokal maupun mancanegara harus memberikan pelayanan dengan sebaik-baiknya. “Jangan tebang pilih baik lokal maupun mancanegara, harus kita layani dengan sama, sama-sama baik dan maksimal. Sehingga eykowisata Tangkahan lebih harum lagi baik dari segi alam dan pelayanan di mata dunia,” tukasnya.

Pj Bupati Langkat beserta Sekjen Ombudsman RI dan rombongan mengunjungi Ekowisata Tangkahan khususnya Conservation Respon Unit Gajah Tangkahan. (ted/han)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/