MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika memprakirakan kondisi cuaca di Kota Medan dan sebagian besar wilayah Sumatera Utara dalam sepekan ke depan akan cenderung bervariasi. Pada pagi hingga siang hari cuaca diperkirakan cerah hingga cerah berawan, sementara pada sore atau malam hari berpotensi terjadi hujan ringan hingga sedang secara lokal.
Prakirawan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah I Medan, Putri Afriza, mengatakan pola cuaca tersebut merupakan kondisi yang umum terjadi di wilayah Sumatera Utara, terutama menjelang masa peralihan musim.
“Proses pemanasan pada siang hari memicu pertumbuhan awan konvektif yang kemudian dapat menghasilkan hujan pada sore hingga malam hari,” ujarnya kepada Sumut Pos di Medan, Senin (9/3).
Ia menjelaskan, saat ini wilayah Sumatera Utara masih berada dalam periode musim hujan yang secara klimatologis berlangsung sekitar Oktober hingga Maret. Namun kondisi saat ini sudah mulai mendekati masa transisi menuju musim kemarau sehingga karakter cuaca menjadi lebih dinamis.
Menurutnya, radiasi matahari yang cukup intens pada pagi hingga siang hari menyebabkan suhu udara meningkat dan membuat atmosfer menjadi lebih labil. Kondisi tersebut memicu pertumbuhan awan konvektif lokal seperti awan cumulonimbus yang dapat menimbulkan hujan dengan durasi relatif singkat pada sore atau malam hari.
Selain itu, kelembapan udara yang masih cukup tinggi karena masih berada pada periode musim hujan turut mendukung terbentuknya hujan lokal di sejumlah wilayah.
Putri menambahkan, secara umum kecepatan angin di wilayah Sumut diprakirakan berada pada kategori lemah hingga sedang, yakni berkisar antara 5 hingga 20 kilometer per jam. Arah angin umumnya bertiup dari barat hingga barat laut mengikuti pola angin musiman di wilayah Sumatera bagian utara.
“Pada kondisi tertentu, terutama saat terjadi pertumbuhan awan konvektif atau hujan yang disertai petir, angin bisa bertiup lebih kencang secara sesaat,” jelasnya.
Untuk sepekan ke depan, suhu udara di Medan dan sekitarnya diprakirakan berada pada kisaran minimum 23 hingga 24 derajat Celsius, sedangkan suhu maksimum dapat mencapai 32 hingga 34 derajat Celsius.
Ia mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem berskala lokal, seperti hujan lebat dalam durasi singkat, kilat atau petir serta angin kencang yang biasanya terjadi pada sore hingga malam hari akibat pertumbuhan awan konvektif.
“Potensi cuaca ekstrem secara luas memang tidak dominan, namun masyarakat tetap perlu waspada terhadap perubahan cuaca yang bisa terjadi secara tiba-tiba,” pungkasnya. (dwi/ila)

