MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Utara tengah mempersiapkan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 yang bertujuan memotret secara menyeluruh aktivitas dan pelaku usaha di wilayah Sumatera Utara.
Kepala BPS Sumatera Utara, Asim Saputra, mengatakan sensus ini akan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kondisi perekonomian daerah, termasuk perkembangan sektor usaha yang selama ini belum terdata secara optimal.
“Data ini nantinya akan menjadi fondasi dalam menyusun strategi pembangunan ekonomi Indonesia ke depan,” ujar Asim saat memberikan keteranganya di Kantor Gubernur Sumut, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, data yang dihasilkan dari sensus ini juga akan menjadi salah satu pijakan penting dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional hingga 8 persen, sekaligus mendukung visi besar menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam pelaksanaannya, BPS akan menggunakan tiga pendekatan utama untuk mengumpulkan data dari para pelaku usaha. Pendekatan pertama adalah Ground Check dan Tagging yang telah dimulai sejak Januari hingga Maret 2026. Pada tahap ini, petugas BPS melakukan identifikasi lokasi dan potensi usaha di berbagai wilayah untuk memasukkan data awal ke dalam sistem.
“Pada tahap pra-sensus ini kami melakukan ground check dan tagging untuk mengenali lokasi pelaku usaha. Diperkirakan ada sekitar 1,5 juta pelaku usaha yang sudah teridentifikasi di Sumatera Utara,” kata Asim.
Namun demikian, ia memperkirakan masih terdapat sekitar 300 ribu hingga 500 ribu pelaku usaha yang belum teridentifikasi, terutama usaha yang dijalankan secara online dari rumah, kos-kosan, maupun melalui media sosial.
Tahapan berikutnya adalah Sensus Online yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026. Pada tahap ini, pelaku usaha besar dan menengah dapat mengisi data usahanya secara mandiri melalui portal sensus ekonomi yang disediakan BPS.
Untuk perusahaan besar dan menengah, mereka dapat mengisi data secara mandiri melalui web sensus ekonomi. BPS juga akan melakukan pendampingan, terutama kepada perusahaan yang memiliki struktur grup usaha,” jelasnya.
Selain itu, BPS juga akan menggelar kegiatan pengisian bersama di kawasan industri dan asosiasi usaha agar proses pendataan berjalan lebih efektif.
Pendekatan ketiga adalah pendataan langsung atau door-to-door yang akan berlangsung pada Juni hingga Agustus 2026. Dalam tahap ini, sekitar 13.000 petugas lapangan akan diterjunkan untuk mendata pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
“Petugas kami akan mendata langsung ke rumah, keluarga, dan bangunan yang memiliki potensi usaha. Termasuk usaha yang dijalankan dari rumah, kos-kosan, kafe, hingga usaha yang berjualan melalui platform digital seperti TikTok dan marketplace,” katanya.
Melalui berbagai metode tersebut, BPS menargetkan dapat mendata sekitar 2 juta pelaku usaha di Sumatera Utara. Pendataan ini mencakup hampir seluruh sektor ekonomi, kecuali sektor pertanian, perikanan, serta pemerintahan dan organisasi tertentu.
Adapun sektor yang akan didata meliputi pertambangan, industri pengolahan, perdagangan, konstruksi, transportasi, pergudangan, jasa-jasa, hingga sektor pendidikan seperti sekolah dan perguruan tinggi.
Menurut Asim, sensus ini juga secara khusus menargetkan pelaku usaha di sektor ekonomi digital, yang pertumbuhannya sangat pesat namun masih banyak yang belum terdata secara resmi.
BPS juga memastikan bahwa seluruh data yang diberikan oleh pelaku usaha akan dijaga kerahasiaannya sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku. Data yang dikumpulkan nantinya akan disimpan dan diolah dalam sistem server BPS dengan standar keamanan yang ketat.
“Keberhasilan sensus ini sangat bergantung pada partisipasi masyarakat. Kami berharap pelaku usaha tidak ragu memberikan data yang dibutuhkan karena data tersebut akan sangat bermanfaat bagi pembangunan ekonomi ke depan,” pungkasnya.
Di Sumatera Utara sendiri, pelaksanaan sensus ini akan melibatkan seluruh jaringan BPS yang tersebar hingga tingkat kabupaten dan kota. Tercatat terdapat 33 satuan kerja BPS kabupaten/kota yang akan bergerak bersama BPS Provinsi untuk memastikan seluruh tahapan sensus berjalan sesuai target hingga selesai pada Agustus 2026.(san/ila)

