31 C
Medan
Tuesday, March 17, 2026

BKKBN Sumut Buka Posko di Stasiun KAI bagi Pemudik

MEDAN- Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) membuka posko layanan bagi pemudik di lantai dua Stasiun Kereta Api Indonesia (KAI) Medan, Senin (16/3).

Posko tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumut, Bobby Nasution, dan diperuntukkan untuk umum, khususnya bagi yang sudah berkeluarga dengan menyediakan berbagai layanan kesehatan, keluarga berencana (KB), hingga konseling keluarga, yang bertujuan agar masyarakat yang akan mudik tetap dalam keadaan sehat serta terlayani dengan baik selama di perjalanan.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut Dr Fatmawati mengatakan, kehadiran posko ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam mendampingi keluarga yang melakukan perjalanan pulang kampung.

“Kami dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga ingin hadir bersama keluarga yang mudik. Negara harus hadir di tengah masyarakat yang akan melaksanakan mudik Lebaran tahun ini,” ujarnya.

Dr Fatmawati menjelaskan, posko ini tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga layanan KB serta konseling keluarga. Layanan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan ketahanan keluarga.

Di posko mudik ini, lanjut Fatmawati, BKKBN menyediakan beberapa layanan utama, antara lain layanan keluarga berencana (KB) bagi pasangan usia subur, termasuk konsultasi penggunaan alat kontrasepsi serta pemeriksaan kesehatan dasar, seperti pengecekan tekanan darah dan gula darah.

“Kami juga memberikan bingkisan lebaran bagi pemudik yang mengecek kesehatannya di posko kami, sebagai bentuk apresiasi sekaligus untuk meningkatkan partisipasi masyarakat,” katanya.

Fatmawati menambahkan, layanan konseling dilakukan melalui Satyagatra Andaliman, yakni pusat pelayanan keluarga sejahtera yang dihadirkan untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat. “Melalui Satya Gatra Andaliman, kami menyediakan ruang konseling bagi keluarga yang membutuhkan solusi terhadap berbagai masalah kehidupan keluarga,” ujarnya.

Dalam hal ini, sambungnya, posko layanan mudik BKKBN Sumut dibuka di dua lokasi strategis yang menjadi titik pergerakan pemudik, yaitu di Stasiun KAI Medan yang dibuka hari ini (Senin) dan Terminal Bus Amplas yang dibuka Selasa (17/3).

Fatmawati menegaskan, bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong ketahanan dan pembangunan keluarga. Menurutnya, keluarga yang kuat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan nasional, termasuk menuju visi Indonesia Emas.

“Isu ketahanan keluarga sangat penting. Jika keluarga tidak kuat, maka berbagai target pembangunan bangsa akan sulit tercapai,” tegasnya.

Fatmawati mengungkapkan, bahwa pendekatan pembangunan keluarga, selanjutnya dilakukan sepanjang siklus kehidupan, mulai dari keluarga dengan anak balita hingga keluarga lanjut usia. Program ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga, termasuk melalui penguatan ekonomi keluarga.

Ia juga mengimbau para pemudik untuk tetap menjaga kesehatan selama perjalanan. Pemudik juga diharapkan memanfaatkan layanan yang tersedia di posko sebagai upaya menjaga kondisi kesehatan selama arus mudik.

“Kami berharap para pemudik tetap menjaga kesehatan, tetap ber KB terutama pil, kondom dan suntikan jika sudah jatuh tempo selama di kampung halaman, harus ke Fasilitas Kesehatan (Faskes). Serta tetap jaga keutuhan keluarga, karena ketahanan keluarga itu menjadi kunci utama dalam menjaga pondasi kita dalam bernegara,” pungkasnya. (dwi/ila)

MEDAN- Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) membuka posko layanan bagi pemudik di lantai dua Stasiun Kereta Api Indonesia (KAI) Medan, Senin (16/3).

Posko tersebut dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumut, Bobby Nasution, dan diperuntukkan untuk umum, khususnya bagi yang sudah berkeluarga dengan menyediakan berbagai layanan kesehatan, keluarga berencana (KB), hingga konseling keluarga, yang bertujuan agar masyarakat yang akan mudik tetap dalam keadaan sehat serta terlayani dengan baik selama di perjalanan.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumut Dr Fatmawati mengatakan, kehadiran posko ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam mendampingi keluarga yang melakukan perjalanan pulang kampung.

“Kami dari Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga ingin hadir bersama keluarga yang mudik. Negara harus hadir di tengah masyarakat yang akan melaksanakan mudik Lebaran tahun ini,” ujarnya.

Dr Fatmawati menjelaskan, posko ini tidak hanya memberikan pelayanan kesehatan dasar, tetapi juga layanan KB serta konseling keluarga. Layanan tersebut diharapkan dapat membantu masyarakat menjaga kesehatan sekaligus meningkatkan ketahanan keluarga.

Di posko mudik ini, lanjut Fatmawati, BKKBN menyediakan beberapa layanan utama, antara lain layanan keluarga berencana (KB) bagi pasangan usia subur, termasuk konsultasi penggunaan alat kontrasepsi serta pemeriksaan kesehatan dasar, seperti pengecekan tekanan darah dan gula darah.

“Kami juga memberikan bingkisan lebaran bagi pemudik yang mengecek kesehatannya di posko kami, sebagai bentuk apresiasi sekaligus untuk meningkatkan partisipasi masyarakat,” katanya.

Fatmawati menambahkan, layanan konseling dilakukan melalui Satyagatra Andaliman, yakni pusat pelayanan keluarga sejahtera yang dihadirkan untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat. “Melalui Satya Gatra Andaliman, kami menyediakan ruang konseling bagi keluarga yang membutuhkan solusi terhadap berbagai masalah kehidupan keluarga,” ujarnya.

Dalam hal ini, sambungnya, posko layanan mudik BKKBN Sumut dibuka di dua lokasi strategis yang menjadi titik pergerakan pemudik, yaitu di Stasiun KAI Medan yang dibuka hari ini (Senin) dan Terminal Bus Amplas yang dibuka Selasa (17/3).

Fatmawati menegaskan, bahwa program tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong ketahanan dan pembangunan keluarga. Menurutnya, keluarga yang kuat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan nasional, termasuk menuju visi Indonesia Emas.

“Isu ketahanan keluarga sangat penting. Jika keluarga tidak kuat, maka berbagai target pembangunan bangsa akan sulit tercapai,” tegasnya.

Fatmawati mengungkapkan, bahwa pendekatan pembangunan keluarga, selanjutnya dilakukan sepanjang siklus kehidupan, mulai dari keluarga dengan anak balita hingga keluarga lanjut usia. Program ini juga diharapkan dapat mendorong peningkatan kesejahteraan keluarga, termasuk melalui penguatan ekonomi keluarga.

Ia juga mengimbau para pemudik untuk tetap menjaga kesehatan selama perjalanan. Pemudik juga diharapkan memanfaatkan layanan yang tersedia di posko sebagai upaya menjaga kondisi kesehatan selama arus mudik.

“Kami berharap para pemudik tetap menjaga kesehatan, tetap ber KB terutama pil, kondom dan suntikan jika sudah jatuh tempo selama di kampung halaman, harus ke Fasilitas Kesehatan (Faskes). Serta tetap jaga keutuhan keluarga, karena ketahanan keluarga itu menjadi kunci utama dalam menjaga pondasi kita dalam bernegara,” pungkasnya. (dwi/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru