28 C
Medan
Monday, March 30, 2026

Diduga Tercemar Limbah, Air Sungai Belumai Menghitam dan Bau

LUBUKPAKAM – Diduga tercemar limbah berasal dari industri air Sungai Belumai berubah berwarna menjadi hitam, di Desa Dalusepuluh- B Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Minggu (29/3).

Selain berwarna hitam, air tersebut menebarkan aroma tidak sedap, sehingga setiap warga yang melintas dapat mencium aroma tak sedap. Alhasil warga enggan menggunakan sungai tersebut sebagai keperluan sehari-hari.

Atas peristiwa tersebut warga mendesak pihak terkait agar menindak perusahaan atau pelaku industri yang diduga pelaku mencemari air Sungai Belumai, terutama yang berada di Desa Dalusepuluh hingga ke hilir sungai.

Bila diperhatikan kondisi air sungai dibagian hulu sungai tepatnya di Desa Dagangkelambir ke atas tidak tercemar karena kondisi airnya normal. Dugaan kuat pencemaran air pada bagian hilir sungai, karena berbau dan menghitam.

“Biasanya memang kalau pagi hari air sungai menghitam, diduga ada pabrik membuang limbah pada malam hari. Pada siang hari air sungai warnanya kembali normal. Keadaan ini sudah terjadi sejak berapa pekan terakhir,” beber Sugianto warga titi Gantung Desa Dalusepuluh B.

Sugianto menyebutkan, kejadian air sungai Belumai di Desa Dalusepuluh menghitam telah merusak lingkungan dan dikhawatirkan meracuni warga.

Pemerintah atau pihak terkait seharusnya bertindak tegas sebelum hal ini menjadi wabah yang menimbulkan efek negatif bagi masyarakat.

“Dinas Lingkungan Hidup jangan tertutup mata melihat kondisi air sungai yang hitam. Persoalan ini sebenarnya sudah  pernah dipersoalkan namun tidak ada pemeriksaan  serta upaya tindakan tegas dari istansi terkait,” pungkas Sugianto. (btr/azw)

LUBUKPAKAM – Diduga tercemar limbah berasal dari industri air Sungai Belumai berubah berwarna menjadi hitam, di Desa Dalusepuluh- B Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang, Minggu (29/3).

Selain berwarna hitam, air tersebut menebarkan aroma tidak sedap, sehingga setiap warga yang melintas dapat mencium aroma tak sedap. Alhasil warga enggan menggunakan sungai tersebut sebagai keperluan sehari-hari.

Atas peristiwa tersebut warga mendesak pihak terkait agar menindak perusahaan atau pelaku industri yang diduga pelaku mencemari air Sungai Belumai, terutama yang berada di Desa Dalusepuluh hingga ke hilir sungai.

Bila diperhatikan kondisi air sungai dibagian hulu sungai tepatnya di Desa Dagangkelambir ke atas tidak tercemar karena kondisi airnya normal. Dugaan kuat pencemaran air pada bagian hilir sungai, karena berbau dan menghitam.

“Biasanya memang kalau pagi hari air sungai menghitam, diduga ada pabrik membuang limbah pada malam hari. Pada siang hari air sungai warnanya kembali normal. Keadaan ini sudah terjadi sejak berapa pekan terakhir,” beber Sugianto warga titi Gantung Desa Dalusepuluh B.

Sugianto menyebutkan, kejadian air sungai Belumai di Desa Dalusepuluh menghitam telah merusak lingkungan dan dikhawatirkan meracuni warga.

Pemerintah atau pihak terkait seharusnya bertindak tegas sebelum hal ini menjadi wabah yang menimbulkan efek negatif bagi masyarakat.

“Dinas Lingkungan Hidup jangan tertutup mata melihat kondisi air sungai yang hitam. Persoalan ini sebenarnya sudah  pernah dipersoalkan namun tidak ada pemeriksaan  serta upaya tindakan tegas dari istansi terkait,” pungkas Sugianto. (btr/azw)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru