28 C
Medan
Monday, March 30, 2026

Sudah Dibayar 90 Persen, Gedung Catlab RSUD Sidikalang Belum Rampung

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Proyek pembangunan gedung Catheterization Laboratory (Catlab) khusus penanganan penyakit jantung di RSUD Sidikalang menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, meski anggaran proyek telah dibayarkan hingga 90 persen, kondisi bangunan justru dilaporkan rusak parah dan belum selesai dikerjakan.

Gedung yang dibangun melalui anggaran tahun 2025 dengan nilai kontrak sekitar Rp1,8 miliar lebih itu kini tampak memprihatinkan. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan serius, mulai dari plafon yang ambruk, interior yang belum rampung, hingga instalasi listrik yang belum selesai.

Ironisnya, proyek tersebut seharusnya telah selesai pada Desember 2025. Namun hingga menjelang triwulan kedua tahun 2026, pekerjaan masih terus berlangsung. Sejumlah pekerja bahkan terlihat masih memasang fasilitas seperti pintu dorong berbahan stainless steel.

Kondisi ini memunculkan dugaan pekerjaan dilakukan secara asal jadi. Apalagi, proyek dengan nilai kontrak Rp1.889.955.760 tersebut dinilai tidak mencerminkan kualitas pembangunan yang semestinya.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana RSUD Sidikalang sekaligus Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Santy Limbong, mengakui bahwa pembangunan fisik gedung belum rampung.

Ia menjelaskan bahwa proyek mengalami keterlambatan sejak awal pelaksanaan. “Kontrak pekerjaan berlangsung dari Juli hingga Desember 2025. Namun saya baru melanjutkan tugas pada Oktober, sehingga ada beberapa kendala dalam prosesnya,” ujarnya, Jumat (27/3).

Menurut Santy, pihaknya bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) telah berulang kali mengingatkan kontraktor untuk mempercepat pengerjaan, termasuk dengan menambah jumlah tenaga kerja.

Ia juga menyebut keterlambatan disebabkan oleh kendala di lapangan, seperti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan cuaca ekstrem. Meski demikian, pihak rekanan disebut telah berjanji akan menyelesaikan seluruh pekerjaan, termasuk memperbaiki plafon yang ambruk karena dinilai membahayakan.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Dairi Rahmat Syah Munthe, mengungkapkan bahwa pembayaran proyek telah mencapai 90 persen dari total nilai kontrak.“Pembayaran sudah 90 persen, tinggal 10 persen lagi yang belum dicairkan,” jelasnya, Sabtu (28/3).

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik terkait pengawasan dan kualitas pengerjaan proyek yang menggunakan anggaran besar tersebut. Terlebih, gedung Catlab memiliki peran vital dalam penanganan penyakit jantung yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Masyarakat pun berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk memastikan penyelesaian proyek sesuai standar, agar fasilitas kesehatan tersebut dapat segera difungsikan secara optimal dan aman. (rud/ila)

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Proyek pembangunan gedung Catheterization Laboratory (Catlab) khusus penanganan penyakit jantung di RSUD Sidikalang menuai sorotan tajam dari masyarakat. Pasalnya, meski anggaran proyek telah dibayarkan hingga 90 persen, kondisi bangunan justru dilaporkan rusak parah dan belum selesai dikerjakan.

Gedung yang dibangun melalui anggaran tahun 2025 dengan nilai kontrak sekitar Rp1,8 miliar lebih itu kini tampak memprihatinkan. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan serius, mulai dari plafon yang ambruk, interior yang belum rampung, hingga instalasi listrik yang belum selesai.

Ironisnya, proyek tersebut seharusnya telah selesai pada Desember 2025. Namun hingga menjelang triwulan kedua tahun 2026, pekerjaan masih terus berlangsung. Sejumlah pekerja bahkan terlihat masih memasang fasilitas seperti pintu dorong berbahan stainless steel.

Kondisi ini memunculkan dugaan pekerjaan dilakukan secara asal jadi. Apalagi, proyek dengan nilai kontrak Rp1.889.955.760 tersebut dinilai tidak mencerminkan kualitas pembangunan yang semestinya.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana RSUD Sidikalang sekaligus Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Santy Limbong, mengakui bahwa pembangunan fisik gedung belum rampung.

Ia menjelaskan bahwa proyek mengalami keterlambatan sejak awal pelaksanaan. “Kontrak pekerjaan berlangsung dari Juli hingga Desember 2025. Namun saya baru melanjutkan tugas pada Oktober, sehingga ada beberapa kendala dalam prosesnya,” ujarnya, Jumat (27/3).

Menurut Santy, pihaknya bersama Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) telah berulang kali mengingatkan kontraktor untuk mempercepat pengerjaan, termasuk dengan menambah jumlah tenaga kerja.

Ia juga menyebut keterlambatan disebabkan oleh kendala di lapangan, seperti kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) dan cuaca ekstrem. Meski demikian, pihak rekanan disebut telah berjanji akan menyelesaikan seluruh pekerjaan, termasuk memperbaiki plafon yang ambruk karena dinilai membahayakan.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Dairi Rahmat Syah Munthe, mengungkapkan bahwa pembayaran proyek telah mencapai 90 persen dari total nilai kontrak.“Pembayaran sudah 90 persen, tinggal 10 persen lagi yang belum dicairkan,” jelasnya, Sabtu (28/3).

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik terkait pengawasan dan kualitas pengerjaan proyek yang menggunakan anggaran besar tersebut. Terlebih, gedung Catlab memiliki peran vital dalam penanganan penyakit jantung yang sangat dibutuhkan masyarakat.

Masyarakat pun berharap pemerintah daerah segera melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk memastikan penyelesaian proyek sesuai standar, agar fasilitas kesehatan tersebut dapat segera difungsikan secara optimal dan aman. (rud/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru