Musibah kebakaran hebat mengguncang kawasan padat penduduk di Jalan Marelan Pasar 5, Kelurahan Rengas Pulau, Kecamatan Medan Marelan, Kamis siang (9/4/2026), sekitar pukul 13.00 WIB.
Sebuah rumah toko (ruko) Cat Jotun Gabe berlantai tiga dilalap si jago merah, menewaskan satu orang wanita serta menyebabkan dua orang lainnya mengalami luka-luka. Kerugian materi akibat insiden ini ditaksir mencapai Rp1 miliar.
Seorang saksi, Yasmintro Sinaga, mengungkapkan bahwa sumber api diduga berasal dari percikan mesin pencampur cat. “Awalnya korban sedang mencampur cat dengan thinner di dalam drum. Tiba-tiba ada percikan dari mesin, lalu langsung menyambar cairan itu. Api cepat sekali membesar,” ujar Yasmintro di lokasi kejadian.
Api yang terus membesar membuat para pekerja panik dan berusaha menyelamatkan diri. Namun, kondisi di dalam ruko yang dipenuhi bahan kimia mempercepat penyebaran api sehingga sulit dikendalikan dalam waktu singkat.
Kepulan asap tebal membumbung tinggi dan terlihat dari jarak jauh, menambah kepanikan warga. Kobaran api yang muncul secara tiba-tiba dengan cepat membesar, melahap seluruh bagian bangunan yang diketahui milik seorang wiraswasta bernama Adi Sunto (45).
Dalam peristiwa tersebut, menelan korban jiwa. Meri (51), seorang pekerja, meninggal dunia di lokasi. Sedangkan Akiong (41), dan Nining Wulan (37) mengalami luka bakar.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Medan menerima laporan kebakaran pada pukul 13.09 WIB. Sebanyak 10 unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi, terdiri dari 9 unit milik Pemerintah Kota Medan dan 1 unit bantuan dari Damkar TNI AL. Petugas berjibaku selama hampir dua jam untuk menjinakkan api yang terus berkobar hebat akibat material bangunan yang mudah terbakar serta tiupan angin kencang.
Proses evakuasi korban sempat mengalami kendala. Petugas harus bekerja ekstra keras karena akses menuju lantai dua ruko terhalang teralis besi ganda. “Kami terpaksa menggergaji teralis besi untuk bisa masuk dan mengevakuasi korban di dalam,” ungkap seorang petugas pemadam kebakaran di lokasi.
Seorang petugas dari Regu 2 yang berada di lokasi mengatakan bahwa prioritas utama tim adalah mencegah api meluas ke bangunan lain di sekitarnya.
“Api sangat cepat membesar karena kondisi bangunan dan angin yang cukup kencang. Fokus kami adalah melokalisir api agar tidak merembet ke ruko lain,” ujarnya.
Upaya pemadaman dan pendinginan akhirnya berhasil diselesaikan pada pukul 15.20 WIB, dengan total penggunaan air mencapai sekitar 64.500 liter.
Berdasarkan data dari Operator Data dan Informasi DPKP Kota Medan, Esmin, peristiwa ini mengakibatkan satu korban meninggal dunia, seorang perempuan yang identitasnya masih dalam proses verifikasi oleh pihak berwenang. Selain itu, dua orang lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.
“Benar, ada satu korban meninggal dunia dan dua orang luka-luka. Untuk identitas korban masih dalam proses pendataan dan verifikasi lebih lanjut. Sementara itu, dua korban lainnya mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis, ,” kata Esmin.
Lurah Rengas Pulau, Catur Muhammad Sarjono, menyampaikan bahwa informasi yang beredar saat ini masih bersifat sementara. Ia membenarkan adanya korban jiwa, namun belum dapat memastikan identitas lengkap maupun rincian kondisi korban lainnya.
“Untuk sementara, benar ada satu korban meninggal dunia. Informasi yang kami terima, korban merupakan orangtua dari pemilik ruko,” jelasnya.
Catur juga menegaskan bahwa pihak kelurahan masih menunggu hasil pendataan resmi terkait kemungkinan adanya korban lain, termasuk korban luka bakar.
Di sisi lain, pihak kepolisian bersama tim Inafis telah turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan lebih lanjut.
Akibat insiden tersebut, bangunan ruko mengalami kerusakan parah di seluruh bagian interior. Selain itu, arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami kemacetan panjang selama proses pemadaman dan evakuasi berlangsung. Apalagi lokasi ruko yang berada tepat di depan RSU Wulan Windi menyebabkan kerumunan warga dan mengakibatkan kemacetan lalu lintas di kawasan Pasar V Marelan. Kondisi lalu lintas kini berangsur normal setelah dilakukan pengaturan oleh petugas.
Pihak kepolisian dari Polsek Medan Labuhan telah turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kebakaran serta menghitung kerugian materiel yang ditimbulkan.
Hingga saat ini, penyelidikan masih terus berlangsung guna mengungkap penyebab pasti kebakaran serta memastikan tidak ada korban lain dalam insiden memilukan tersebut. (san/ila)

