MEDAN, SumutPos.co– Pengurus Besar Ikatan Keluarga Labuhanbatu (IKLAB) Raya menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen tegas kepolisian dalam memberantas peredaran gelap narkotika di wilayah Kabupaten Labuhanbatu Raya. Langkah progresif ini dinilai sebagai jawaban nyata atas keresahan masyarakat terhadap ancaman zat adiktif yang merusak generasi muda.
Ketua Umum IKLAB Raya, Drs. Rivai Nasution, MM, secara khusus menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) beserta jajarannya. Apresiasi tersebut tertuju utamanya kepada Kepolisian Resor (Polres) Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, dan Labuhanbatu Utara yang dinilai sangat responsif dalam menindaklanjuti setiap aduan warga.
Menurut Rivai, efektivitas pemberantasan narkoba di Labusel saat ini tidak terlepas dari pola komunikasi yang terbuka antara aparat penegak hukum dan elemen masyarakat. Kepolisian dinilainya tidak sekadar menunggu laporan, tetapi aktif menjemput bola..
“Kami melihat ada semangat baru dalam tubuh Polri, khususnya di wilayah Labuhanbatu Raya. Respons cepat yang ditunjukkan Polres Labuhanbatu Raya terhadap keluhan masyarakat mengenai peredaran narkoba adalah bukti bahwa negara hadir untuk melindungi rakyatnya,” ujar Rivai Nasution dalam keterangan resminya.
Narkoba masih menjadi tantangan terbesar di wilayah pesisir dan perkebunan Sumut. Pada Maret 2026, Satres Narkoba Polres Labuhanbatu berhasil menggagalkan penyelundupan narkotika jenis sabu dengan berat mencapai 31,5 kg. Dalam operasi terpisah di bulan yang sama, petugas juga mengamankan 30 kg sabu dari kurir yang melintas di Jalinsum Aek Kanopan, Labuhanbatu Utara
Sementara, Polres Labuhanbatu Selatan menunjukkan taringnya dengan membongkar praktik peredaran sabu dan meringkus tiga tersangka dalam satu operasi tegas dan terukur.
Pengungkapan ini terjadi pada Rabu, 22 April 2026, sekitar pukul 19.00 WIB di Barak Keling, Desa Tanjung Mulia, Kecamatan Kampung Rakyat. Lokasi yang selama ini diduga menjadi sarang transaksi haram itu akhirnya digerebek tanpa kompromi.
IKLAB Raya memandang bahwa penindakan tegas merupakan langkah preventif terbaik untuk menyelamatkan “Generasi Emas” di Labuhanbatu Raya. Rivai menekankan, tanpa ketegasan kepolisian, masa depan anak muda di daerah tersebut terancam sirna akibat ketergantungan narkotika.
Penangkapan para pengedar dan bandar dalam beberapa waktu terakhir dianggap telah mempersempit ruang gerak kriminalitas di wilayah hukum tersebut.
Meski memberikan pujian, IKLAB Raya berharap momentum positif ini terus terjaga. Keberhasilan pemberantasan narkoba tidak bisa hanya dibebankan pada pundak kepolisian semata, melainkan butuh dukungan kolektif.
Untuk itu, Rivai mengajak seluruh warga untuk tidak takut melapor. Selain itu, Rivai juga meminta agar Kepolisian memperketat pintu-pintu masuk peredaran narkoba di wilayah perbatasan.
“Apresiasi ini adalah bentuk dukungan moril agar kawan-kawan di kepolisian semakin bersemangat. Kami di PB IKLAB Raya siap bersinergi dan mengawal Labuhanbatu Raya agar bersih dari narkoba (Bersinar),” tutup Rivai. (adz)

