DAIRI — Kondisi Gedung Nasional Djauli Manik di Jalan Sisingamangaraja, Sidikalang, Kabupaten Dairi, kini memprihatinkan dan luput dari perhatian pemerintah daerah. Bangunan yang menjadi simbol kebudayaan etnis Pakpak sekaligus ikon Kota Sidikalang itu tampak tidak terawat dan mengalami sejumlah kerusakan.
Dari pantauan, kondisi gedung terlihat memprihatinkan dengan beberapa bagian bangunan rusak tanpa perbaikan lanjutan. Bahkan, pada bagian atap di sisi belakang gedung terlihat ditumbuhi rumput liar, menandakan minimnya perawatan dalam waktu yang cukup lama.
Meski sebelumnya sempat dilakukan rehabilitasi berupa penggantian atap pada tahun lalu, namun pengerjaan tersebut diduga tidak menyeluruh. Sebagian atap di bagian belakang gedung masih belum diganti sehingga tampak tidak seragam dan semakin memperburuk kondisi bangunan.
Tidak hanya bagian atap, fasilitas lain di area gedung juga mengalami kerusakan. Pintu toilet dilaporkan sudah tidak memiliki engsel dan hanya diikat menggunakan kabel, sehingga jauh dari standar kelayakan fasilitas umum.
Kondisi ini juga diperparah dengan tidak terawatnya bangunan pendukung di sekitar area Gedung Nasional Djauli Manik, yang seharusnya menjadi bagian penting dalam menunjang fungsi gedung sebagai pusat kegiatan budaya dan masyarakat.
Sejumlah warga berharap Pemerintah Kabupaten Dairi di bawah kepemimpinan Bupati Vickner Sinaga dapat segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi gedung yang menjadi kebanggaan daerah tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Dairi Provet Sitanggang, saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa dalam dua tahun anggaran terakhir, yakni 2024–2025, pemerintah daerah telah melakukan renovasi berupa penggantian atap dan plafon.
Namun ia mengakui bahwa perbaikan belum bisa dilakukan secara menyeluruh karena keterbatasan anggaran. Beberapa bagian atap di sisi belakang gedung masih belum tersentuh perbaikan.
“Anggaran tahun lalu tidak cukup, sehingga masih ada bagian atap yang belum bisa diganti,” ujarnya.
Provet menambahkan, pemerintah daerah akan terus melakukan pembenahan secara bertahap sesuai kemampuan anggaran yang tersedia, demi menjaga keberlangsungan gedung sebagai salah satu ikon budaya Kabupaten Dairi. “Kita akan terus melakukan pembenahan sesuai kemampuan anggaran,” pungkasnya. (rud/ila)

