DELISERDANG, SumutPos.co – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Medan sukses menggelar Road Show Kampanye Remaja Sehat di SMA Swasta PAB 8 Saentis, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (9/5). Kegiatan ini merupakan bagian dari skema Program Pengembangan Desa Mitra (PPDM) yang mengusung tema krusial: “Remaja Sehat Cegah Stunting dari Hulu”.
Dipimpin oleh Dr. Rina Doriana Pasaribu, SKM., M.Kes selaku Ketua Tim Pengabdi, serta beranggotakan Hanna Sriyanti Saragih, SKM., M.Kes, aksi nyata ini turut menerjunkan mahasiswa Jurusan Gizi dan Jurusan Kebidanan sebagai fasilitator.
Ratusan siswa kelas X dan XI tampak antusias mengikuti rangkaian edukasi interaktif yang mengupas tuntas gizi seimbang, anemia, kesehatan reproduksi, bahaya pernikahan dini, hingga kurasi jajanan sehat berbasis pangan lokal.
Dalam pidatonya, Dr. Rina Doriana Pasaribu menegaskan bahwa investasi kesehatan masa depan bangsa sejatinya dimulai dari fase remaja, bukan hanya saat masa kehamilan. “Kesehatan remaja hari ini menentukan kualitas generasi masa depan. Remaja yang sehat akan menjadi calon ibu dan ayah yang mampu melahirkan generasi bebas stunting,” ujar Rina optimis.
Langkah preventif ini disambut hangat pihak sekolah. Kepala SMA Swasta PAB 8 Saentis, Mohammad Wardianto, S.Pd, menyampaikan apresiasi mendalam atas hadirnya program edukasi yang dinilai sangat dekat dengan realitas kehidupan siswa sehari-hari. Ia memuji pendekatan interaktif visual yang dikemas lewat pemeriksaan kesehatan langsung, booth edukasi, hingga festival kuliner lokal.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena sangat bermanfaat bagi siswa kami. Edukasi seperti ini perlu dilakukan secara berkelanjutan agar remaja memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan sejak dini dan mampu menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting,” ungkap Wardianto.
Kemasan Interaktif Lewat 4 Booth Edukasi
Menepis kesan kaku, kampanye kesehatan ini disajikan melalui konsep bazaar edukasi yang interaktif. Di booth pertama, siswa disuguhkan Festival Jajanan Remaja Sehat yang dikelola langsung oleh mitra masyarakat binaan.
Enam jenis jajanan sehat berbahan pangan lokal dipamerkan sekaligus diuji daya terimanya oleh siswa dari aspek rasa, tekstur, warna, aroma, hingga kesesuaian harga. Di sini, siswa juga diajak melek terhadap bahaya zat aditif pada pangan instan.
Bergeser ke booth kedua, fokus diarahkan pada Skrining Anemia. Mahasiswa Kebidanan melakukan pengukuran kadar hemoglobin (Hb) serta pemeriksaan fisik sederhana, sementara mahasiswa Gizi mengedukasi pentingnya konsumsi makanan kaya zat besi serta Tablet Tambah Darah (TTD) bagi remaja putri. Tak kalah seru, area ini dilengkapi photo booth bertema “Remaja Bebas Anemia” guna memicu kampanye digital di media sosial siswa.
Pada booth ketiga, dilakukan Pemeriksaan Status Gizi gratis mencakup pengukuran berat badan dan tinggi badan yang dianalisis menggunakan standar internasional WHO Anthro. Evaluasi fisik ini ditutup dengan sesi konseling gizi personal bagi para siswa.
Terakhir, pada Booth Kesehatan Reproduksi, tim pengabdi memberikan pemahaman mendalam mengenai kesehatan reproduksi remaja dan bahaya laten pernikahan dini. Edukasi dikemas lewat diskusi dua arah dan ditutup dengan kuis interaktif berhadiah yang memicu kompetisi sehat antar-peserta.
Road Show Kampanye Remaja Sehat ini menjadi tonggak awal dari rangkaian Program Desa Remaja Sehat yang diinisiasi oleh Poltekkes Kemenkes Medan. Melalui strategi promotif-preventif berbasis komunitas ini, masyarakat tidak hanya didorong untuk memitigasi stunting secara dini, tetapi juga diberdayakan secara ekonomi lewat hilirisasi wirausaha pangan lokal sehat. (adz)

