Diduga Serobot Jalan Umum Libatkan Oknum APH, Warga Geruduk Kantor Camat Salapian

STABAT — Dugaan penyerobotan jalan umum yang dikenal warga sebagai Gang Pelita di Dusun III Kwala Serdang, Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, terus memicu gejolak di tengah masyarakat.

Setelah sebelumnya mendatangi Kantor Desa Naman Jahe tanpa hasil, puluhan warga kembali bergerak menggeruduk Kantor Camat Salapian guna menuntut penyelesaian atas persoalan penutupan jalan yang diduga dilakukan secara sepihak.

Namun, mediasi yang difasilitasi pihak kecamatan juga berakhir ricuh dan tidak membuahkan kesepakatan. Warga kecewa lantaran pihak yang dituding melakukan penutupan jalan umum, yakni oknum aparat penegak hukum berinisial BL dan MB, tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

Situasi memanas ketika masyarakat merasa forum mediasi tidak memberikan solusi konkret. Bahkan, warga menilai proses mediasi tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat yang selama ini menggunakan jalan tersebut sebagai akses umum. “Ngapain kita di sini, sudah bubar aja. Gak usah ada pertemuan kalau pihak mereka tidak datang,” teriak salah seorang warga di tengah forum.

Pertemuan yang dihadiri perangkat kecamatan hingga Kapolsek Salapian AKP Master Purba, itu pun berubah tegang. Sejumlah warga langsung berdiri dan meninggalkan ruangan mediasi karena emosi yang sudah memuncak.

Melihat suasana mulai tidak kondusif, Kapolsek Salapian berupaya menenangkan massa dan meminta warga tetap tenang agar persoalan dapat dicari jalan keluarnya. “Tenang dulu, ini kita cari jalan keluarnya. Kalau tidak tenang, bagaimana kita mencari solusinya,” ujar AKP Master Purba.

STABAT — Dugaan penyerobotan jalan umum yang dikenal warga sebagai Gang Pelita di Dusun III Kwala Serdang, Desa Naman Jahe, Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, terus memicu gejolak di tengah masyarakat.

Setelah sebelumnya mendatangi Kantor Desa Naman Jahe tanpa hasil, puluhan warga kembali bergerak menggeruduk Kantor Camat Salapian guna menuntut penyelesaian atas persoalan penutupan jalan yang diduga dilakukan secara sepihak.

Namun, mediasi yang difasilitasi pihak kecamatan juga berakhir ricuh dan tidak membuahkan kesepakatan. Warga kecewa lantaran pihak yang dituding melakukan penutupan jalan umum, yakni oknum aparat penegak hukum berinisial BL dan MB, tidak hadir dalam pertemuan tersebut.

Situasi memanas ketika masyarakat merasa forum mediasi tidak memberikan solusi konkret. Bahkan, warga menilai proses mediasi tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat yang selama ini menggunakan jalan tersebut sebagai akses umum. “Ngapain kita di sini, sudah bubar aja. Gak usah ada pertemuan kalau pihak mereka tidak datang,” teriak salah seorang warga di tengah forum.

Pertemuan yang dihadiri perangkat kecamatan hingga Kapolsek Salapian AKP Master Purba, itu pun berubah tegang. Sejumlah warga langsung berdiri dan meninggalkan ruangan mediasi karena emosi yang sudah memuncak.

Melihat suasana mulai tidak kondusif, Kapolsek Salapian berupaya menenangkan massa dan meminta warga tetap tenang agar persoalan dapat dicari jalan keluarnya. “Tenang dulu, ini kita cari jalan keluarnya. Kalau tidak tenang, bagaimana kita mencari solusinya,” ujar AKP Master Purba.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru