Dua Penembak Pelajar Diduga Oknum Ketua Ormas, Korban: Keluarga Pelaku Sudah Minta Perdamaian

LUBUKPAKAM – Aparat kepolisian belum mampu juga mengamankan dua pria D dan A terduga pelaku penembak seorang pelajar bernama Tengku Bunaya Alfatar (16) warga Jalan Ibnu Khatab, Desa Tanjungmorawa B, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang. Padahal kedua terduga berkeliaran bebas di wilayah Kecamatan Tanjungmorawa.

Terkait lambanya penangan kasus tersebut, paman korban Tengku Muhajirin (44) angkat bicara, Minggu (7/6/2026).

Tengku Muhajirin ketika ditemui di komplek perkantoran Bupati Deliserdang akhir pekan lalu, mengatakan kecewa dengan kinerja aparat kepolisian yang terkesan lamban mengungkapkan peristiwa penembakan.

Perasaan kecewa disampaikannya karena aparat polisi sudah mengantongi bukti bukti terkait peristiwa penembakan yang terjadi Minggu (3/5/2026) silam dengan korban Tengku Bunaya Alfatar.

Apa lagi yang ditunggu kepolisian, keluarga terduga pelaku sudah mengakui perbuatannya dan meminta berdamai dengan keluarga korban.

“Kedua keluarga  pelaku datang mau minta damai. Kan aneh sudah berapa pekan berlalu tiba tiba minta damai. Dimana mereka dua atau tiga hari setelah kejadian penembakan terjadi. Kok tak datang. Apa mau lepas tangan gitu,”ungkap Tengku Muhajirin dengan nada kesal.

Hal yang kurang sedap didengar keluarga korban lagi, bahwa korban disebut sebut layak ditembak karena disebut anggota geng motor. Jelas Tengku Muhajirin membantahnya. Ia mengatakan bahwa korban adalah keponankanya, masih setatus pelajar MAN 1 Kelas 10.

“Jangan menfitnah korban. Korban saat kejadian itu baru pulang dari rumah temannnya, tiba di TKP kedua pelaku langsung menodong dengan senjata, korban takut dan tancap gas. Dan kedua pelaku melepaskan tembakan bagian bahu korban kena tembakan,”beber Tengku Muhajirin.

Akibat peristiwa penembakan itu kata Tengku Muhajirin lagi korban saat sudah menjalani operasi kedua kalinya di RS Haji Medan, Rabu 3/6/2026 kemarin dan kini dalam perawatan.

Siswa MAN 1 kelas 10 ini diduga menjadi korban penembakan oknum ketua dan anggota Ormas didaerah itu saat melintas di Jalan Sei Belumai Hilir, Dusun 1, Desa Tanjungmorawa A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Minggu  (3/5/2026) lalu oleh pelaku berinisial D dan pelaku A.

Kasus ini sudah dilaporkan ke Sat Reskrim Polresta Deliserdang dengan nomor LP /B/ 472/V/ 2026/SPKT/Polresta Deli Serdang / Polda Sumatera Utara, Tanggal 3 Mei 2026. Pelapor Muhajirin keluarga Korban. (btr/azw)

LUBUKPAKAM – Aparat kepolisian belum mampu juga mengamankan dua pria D dan A terduga pelaku penembak seorang pelajar bernama Tengku Bunaya Alfatar (16) warga Jalan Ibnu Khatab, Desa Tanjungmorawa B, Kecamatan Tanjungmorawa, Kabupaten Deliserdang. Padahal kedua terduga berkeliaran bebas di wilayah Kecamatan Tanjungmorawa.

Terkait lambanya penangan kasus tersebut, paman korban Tengku Muhajirin (44) angkat bicara, Minggu (7/6/2026).

Tengku Muhajirin ketika ditemui di komplek perkantoran Bupati Deliserdang akhir pekan lalu, mengatakan kecewa dengan kinerja aparat kepolisian yang terkesan lamban mengungkapkan peristiwa penembakan.

Perasaan kecewa disampaikannya karena aparat polisi sudah mengantongi bukti bukti terkait peristiwa penembakan yang terjadi Minggu (3/5/2026) silam dengan korban Tengku Bunaya Alfatar.

Apa lagi yang ditunggu kepolisian, keluarga terduga pelaku sudah mengakui perbuatannya dan meminta berdamai dengan keluarga korban.

“Kedua keluarga  pelaku datang mau minta damai. Kan aneh sudah berapa pekan berlalu tiba tiba minta damai. Dimana mereka dua atau tiga hari setelah kejadian penembakan terjadi. Kok tak datang. Apa mau lepas tangan gitu,”ungkap Tengku Muhajirin dengan nada kesal.

Hal yang kurang sedap didengar keluarga korban lagi, bahwa korban disebut sebut layak ditembak karena disebut anggota geng motor. Jelas Tengku Muhajirin membantahnya. Ia mengatakan bahwa korban adalah keponankanya, masih setatus pelajar MAN 1 Kelas 10.

“Jangan menfitnah korban. Korban saat kejadian itu baru pulang dari rumah temannnya, tiba di TKP kedua pelaku langsung menodong dengan senjata, korban takut dan tancap gas. Dan kedua pelaku melepaskan tembakan bagian bahu korban kena tembakan,”beber Tengku Muhajirin.

Akibat peristiwa penembakan itu kata Tengku Muhajirin lagi korban saat sudah menjalani operasi kedua kalinya di RS Haji Medan, Rabu 3/6/2026 kemarin dan kini dalam perawatan.

Siswa MAN 1 kelas 10 ini diduga menjadi korban penembakan oknum ketua dan anggota Ormas didaerah itu saat melintas di Jalan Sei Belumai Hilir, Dusun 1, Desa Tanjungmorawa A, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deliserdang, Minggu  (3/5/2026) lalu oleh pelaku berinisial D dan pelaku A.

Kasus ini sudah dilaporkan ke Sat Reskrim Polresta Deliserdang dengan nomor LP /B/ 472/V/ 2026/SPKT/Polresta Deli Serdang / Polda Sumatera Utara, Tanggal 3 Mei 2026. Pelapor Muhajirin keluarga Korban. (btr/azw)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru