TEBINGTINGGI – Wali Kota Tebingtinggi H Iman Irdian Saragih menghadiri pencanangan sekaligus pelepasan petugas Sensus Ekonomi (SE) 2026 yang diselenggarakan di halaman Kantor BPS Kota Tebingtinggi, Senin (15/6).
Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda, lima kecamatan se-Kota Tebingtinggi, serta sejumlah pejabat daerah. Sebanyak 128 petugas sensus yang akan bertugas di lima kecamatan secara resmi dilepas untuk melaksanakan pendataan.
Dalam sambutan Iman Irdian Saragih menegaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 memiliki peran strategis dalam menyediakan data dan informasi kegiatan ekonomi yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan serta perencanaan pembangunan, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Menurutnya, data yang berkualitas menjadi fondasi utama dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi berbagai program pembangunan sehingga mampu menghasilkan kebijakan yang tepat sasaran.
Ia juga mengapresiasi upaya BPS Kota Tebingtinggi dalam meningkatkan kualitas data melalui pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Iman menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, BPS, pelaku usaha, dan masyarakat agar pendataan berjalan sukses serta menghasilkan data yang lengkap, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Data tersebut nantinya akan menjadi acuan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, Iman mengingatkan seluruh petugas sensus agar menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, dan integritas. Ia meminta petugas membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat dan pelaku usaha sehingga informasi yang diperoleh benar-benar sesuai kondisi di lapangan.
“Keberhasilan Sensus Ekonomi sangat bergantung pada kerja sama antara petugas dan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala BPSÂ Azantaro Kota Tebingtinggi, menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi 2026 merupakan kegiatan pendataan yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali untuk memperoleh gambaran menyeluruh mengenai kondisi perekonomian daerah.
Pendataan mencakup seluruh pelaku usaha, mulai dari perusahaan besar hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), termasuk usaha rumahan, kedai, bengkel, lapo, serta berbagai sektor usaha lainnya yang menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Menurut nya data yang dihimpun akan menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan ekonomi, investasi, dan pengembangan sektor usaha yang lebih tepat sasaran.
Saat ini terdapat sekitar 28 ribu unit usaha di Kota Tebing Tinggi yang mencerminkan tingginya aktivitas ekonomi masyarakat. Karena itu, BPS mengajak seluruh pelaku usaha memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas sensus guna menghasilkan data statistik yang akurat dan berkualitas sebagai landasan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. (mag-3/azw)

