MEDAN – Guru Ong Sinshe sudah memberikan segalanya kepada seluruh muridnya dalam mendalami ilmu terapi. Tanpa memandang etnis, murid yang sekaligus membantunya bekerja mengobati para pasien terus dipantau dan dibimbing baik jasmani dan rohani.
“Syukur, Alhamdulillah, puji tuhan, murid-murid saya kini sudah banyak berhasil membuka praktik pengobatan yang sama seperti saya ini,” tutur pria yang akrab disapa Guru Ong ini yang ditemui di tempat Praktik Pengobatan Ong Sinshe di Jalan Karya Gang Karya Sehati, Perumahan Karya Sehati Residence Nomor 7, Kelurahan Karang Berombak, Kecamatan Medan Barat, Rabu (24/6).
Menurut Guru Ong, selama murid-muridnya belajar di tempat pengobatan terapis patah tulang, saraf kejepit, stroke, dan lainnya, dia menekankan pentingnya taat dalam beragama yang dianut muridnya masing-masing “Pembinaan seperti dari Allah itu penting,” terangnya.
Kemudian katanya lagi, niat mereka untuk belajar ini untuk apa? “Jadi di sini saya menekankan kepada murid-murid saya untuk tidak membicarakan uang dalam menangani pasien,” tegas pria berkepala plontos ini.
Guru Ong juga mengakui pentingnya bekerja ikhlas selama bekerja. “Saya memegang prinsip dalam hidup: Apa yang Kau Cari Akan Kau Tinggalkan, Apa yang Kau Beri Akan Dibawa ke Sorga,” tuturnya.
Sutrisno, seorang murid Guru Ong Sinshe yang kini sukses merintis di Bojonegoro Jawa Timur mengaku bahwa Ong Sinshe yang dikenalnya empat tahun silam adalah guru yang hebat dalam membimbing muridnya. Tidak cuma ilmu, bimbingan rohani dan materi dia berikan kepada murid-muridnya. Apalagi sampai ada yang mengalami kesusahan.
“Bayangkan mas, selama saya belajar di Medan, saya harus pulang pergi Bojonegoro-Medan, biayanya besar, istri saya harus menjual perhiasannya untuk itu, tapi Master (Guru Ong) mengerti, dia membantu materi untuk keluarga saya, sampai saya bisa mandiri dan buka praktik sendiri di Bojonegoro,” tutur Sutrisno, yang mengaku datang ke Medan bersilaturahim ke kediaman Ong Sinshe di Medan.
Sutrisno juga mengakui semua pesan dari Master Ong Sinshe dia terapkan di tempat praktik pengobatannya.
“Jadi, di Bojonegoro itu, hanya satu-satunya terapi seperti Master Ong Sinshe ini, namanya: Bengkel Manusis Pak Tris, dan pasiennya sekarang banyak, kalau tidak kita batasi, kita gak sanggup menanganinya setiap hari,” beber Sutrisno yang kini sudah memberangkatkan keluarganya umrah, hasil kerjanya tersebut.
“Artinya, bekerja ikhlas menolong orang bukan berarti membuat sulit kehidupan, Alhamdulillah selalu ada jalan yang diberikan Allah untuk mencukupi kehidupan sehari-hari,” tutur ayah tiga anak ini.
Sutrisno juga menerangkan bahwa ada teman-temannya yang juga murid Ong Sinshe sukses membuka praktik pengobatan di Riau, seperti dii Pekanbaru Heri, Ahmad Djafar, Bunda Rini, dan Efendi di Rengat.
Semantara, Alexander Gunawan asal Singkawang Kalimantan Barat mengaku murid baru dari Guru Ong Sinshe. “Awal perkenalan saya dengan Guru Ong melalui Facebook di 2024, saya saat itu chatingan dengannya untuk ingin belajar terapi, tapi baru sekarang saya bisa diterima,” aku Gunawan. (azw)

