USM Indonesia Wisuda Delapan Mahasiswa Asing dan Tambah Empat Guru Besar

Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia menggelar kegiatan wisuda periode I tahun 2026 di Hall Griya Benn Medan, Kamis (25/6). Dalam kesempatan ini, delapan mahasiswa asing dari Timor Leste ikut diwisuda. Saat ini masih 17 mahasiswa asing yang mengikuti perkuliahan di USM Indonesia.

Para lulusan USM Indonesia yang diwisuda berasal dari S2 manajemen, S2 kesehatan masyarakat, pendidikan profesi Ners, teknologi laboratorium medis, teknologi elektro medis, pendidikan profesi bidan, pendidikan profesi apoteker, S1 keperawatan, S1 hukum, S1 farmasi, PG PAUD, D3 bidan dan D3 keperawatan.

Wisuda lulusan program magister, profesi, sarjana dan diploma ini dipimpin Rektor USM Indonesia Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes. Turut hadir Konsul Kehormatan Korea Selatan di Medan yang juga Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr. Parlindungan Purba, M.M dan Jhon Ximenes dari Konsulat Kehormatan Timor Leste.

Turut hadir dan memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para wisudawan/wisudawati USM Indonesia yakni Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Prof. Saiful Anwar Mantondang, M.A, Ph.D dan Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kerja Sama Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Sumut Dr. Wardayani, M.Si.

Paling membanggakan adalah USM Indonesia telah menambah empat guru besar baru sekaligus. Empat guru besar baru ini pun hadir mengikuti prosesi wisuda USM Indonesia yakni Prof. Dr. Azhar, M.Ec., Ak (bidang ilmu akuntansi), Prof. Dr. Harry Agusnar, M.Sc (bidang ilmu kimia) serta Prof. Hakim Bangun, Ph.D dan Prof. Anayanti Arianto, M.Si (bidang ilmu farmasi).

Rektor mengungkapkan bahwa para wisudawan tak hanya dari berbagai kabupaten maupun kota di Sumut. Ada juga wisudawan USM Indonesia dari Aceh, Kepri, Riau, Sumsel, Jambi, Jabar dan Banten. Terdapat 30 persen wisudawan USM Indonesia yang telah bekerja sesuai dengan kompetensinya, sebelum tamat kuliah.

“Capaian akademik mencerminkan tanggung jawab intelektual dan moral untuk terus mengembangkan kompetensi. Menghasilkan inovasi dan memberikan kontribusi yang konstruktif bagi masyarakat, bangsa dan kemajuan peradaban,” pesan rektor.

Guru besar USM Indonesia ini meminta agar para alumni dengan pengalaman dan pendidikan dapat menjadi insan yang siap berkarya, bermanfaat dan berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes juga mengatakan USM Indonesia didirikan Drs. W. Purba dan Bidan S. Sitanggang di tahun 1982 yang terus berkembang hingga saat ini dengan 25 program studi dimana tiga diantaranya memperoleh akreditasi unggul yakni S2 dan S1 kesehatan masyarakat serta S1 komunikasi.

Rektor yang juga tim pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan komitmen dalam meningkatkan kualitas lulusan, memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri. Kemudian mendorong produktivitas dosen dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta memperluas kemitraan nasional dan internasional. (dmp)

Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia menggelar kegiatan wisuda periode I tahun 2026 di Hall Griya Benn Medan, Kamis (25/6). Dalam kesempatan ini, delapan mahasiswa asing dari Timor Leste ikut diwisuda. Saat ini masih 17 mahasiswa asing yang mengikuti perkuliahan di USM Indonesia.

Para lulusan USM Indonesia yang diwisuda berasal dari S2 manajemen, S2 kesehatan masyarakat, pendidikan profesi Ners, teknologi laboratorium medis, teknologi elektro medis, pendidikan profesi bidan, pendidikan profesi apoteker, S1 keperawatan, S1 hukum, S1 farmasi, PG PAUD, D3 bidan dan D3 keperawatan.

Wisuda lulusan program magister, profesi, sarjana dan diploma ini dipimpin Rektor USM Indonesia Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes. Turut hadir Konsul Kehormatan Korea Selatan di Medan yang juga Ketua Yayasan Sari Mutiara Dr. Parlindungan Purba, M.M dan Jhon Ximenes dari Konsulat Kehormatan Timor Leste.

Turut hadir dan memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada para wisudawan/wisudawati USM Indonesia yakni Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Prof. Saiful Anwar Mantondang, M.A, Ph.D dan Wakil Ketua Bidang Organisasi dan Kerja Sama Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (Aptisi) Sumut Dr. Wardayani, M.Si.

Paling membanggakan adalah USM Indonesia telah menambah empat guru besar baru sekaligus. Empat guru besar baru ini pun hadir mengikuti prosesi wisuda USM Indonesia yakni Prof. Dr. Azhar, M.Ec., Ak (bidang ilmu akuntansi), Prof. Dr. Harry Agusnar, M.Sc (bidang ilmu kimia) serta Prof. Hakim Bangun, Ph.D dan Prof. Anayanti Arianto, M.Si (bidang ilmu farmasi).

Rektor mengungkapkan bahwa para wisudawan tak hanya dari berbagai kabupaten maupun kota di Sumut. Ada juga wisudawan USM Indonesia dari Aceh, Kepri, Riau, Sumsel, Jambi, Jabar dan Banten. Terdapat 30 persen wisudawan USM Indonesia yang telah bekerja sesuai dengan kompetensinya, sebelum tamat kuliah.

“Capaian akademik mencerminkan tanggung jawab intelektual dan moral untuk terus mengembangkan kompetensi. Menghasilkan inovasi dan memberikan kontribusi yang konstruktif bagi masyarakat, bangsa dan kemajuan peradaban,” pesan rektor.

Guru besar USM Indonesia ini meminta agar para alumni dengan pengalaman dan pendidikan dapat menjadi insan yang siap berkarya, bermanfaat dan berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Prof. Dr. Ivan Elisabeth Purba, M.Kes juga mengatakan USM Indonesia didirikan Drs. W. Purba dan Bidan S. Sitanggang di tahun 1982 yang terus berkembang hingga saat ini dengan 25 program studi dimana tiga diantaranya memperoleh akreditasi unggul yakni S2 dan S1 kesehatan masyarakat serta S1 komunikasi.

Rektor yang juga tim pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan komitmen dalam meningkatkan kualitas lulusan, memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan dunia industri. Kemudian mendorong produktivitas dosen dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta memperluas kemitraan nasional dan internasional. (dmp)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru