23 C
Medan
Friday, June 21, 2024

Istanbul Siap Menyambut Musim Tulip yang Terkenal

SUMUTPOS.CO – Musim tulip menandai datangnya musim semi di Istanbul, Turki. Setiap tahun di Bulan April, beberapa tempat paling populer di Istanbul didekorasi dengan bunga tulip musim semi yang berwarna-warni, mengubah kota ini menjadi pesta visual yang indah.

Contohnya adalah taman bunga tulip yang menjelma seperti karpet besar pada alun-alun Sultanahmet yang dibudidayakan secara akuakultur. Pemandangan menakjubkan ini memikat pengunjung lokal dan para turis. Pemandangan serupa juga dapat ditemukan di Emirgan Grove, Gülhane Park, Yıldız Grove, Soğanlı Botanic Park, Beykoz Grove, Büyük Çamlıca Grove, Küçük Çamlıca Grove, Fethipaşa Grove dan Hidiv Pavillon Grove di İstanbul.

Simbol Tulip Tampak dalam Seni dan Budaya Turki
Tulip dibawa ke Anatolia oleh orang Turki di Pegunungan Pamir Asia Tengah, yang merupakan tanah air asli tulip dan salah satu simbol budaya Turki yang sangat penting. Tulip, tanaman herba dan berumbi ini telah digunakan sebagai motif hias kerajinan tangan sejak abad ke-12.

Bunga yang indah dan penuh warna ini menjadi tren pada periode Ottoman sebagai subjek puisi, fatwa, cerita, dan lukisan mini. Motif-motif Tulip kerap digunakan di masjid, batu nisan dan dekorasi istana, juga di pola karpet dan permadani, di kaftan dan peti mahar, dan bahkan di koin, helm perang, dan pada cetakan meriam.

Tulip, yang pada dasarnya adalah bunga liar, dibudidayakan selama abad ke-16 di Istanbul, Ibu Kota Kekaisaran Ottoman. Bunga ini ditanam di seluruh kota sebagai bunga taman. Kegemaran akan bunga Tulip bangkit dan berkembang sepanjang masa pemerintahan Agung Suleiman, mengarah pada pengembangan varietas yang kultivar yang berbeda dari tanaman tersebut. Secara khusus, tulip Istanbul yang diidentifikasikan dengan dan sebagai simbol kota, muncul pada periode ini. Pada masa pemerintahan Sultan Ahmet III, tulip mencapai ketenaran yang demikian luas, dengan hampir dua ribu ragam jenis, sehingga menjadikannya nama bagi sebuah era – Era Tulip (Lale Devri) pada awal abad ke-18.

Setiap Warna Memiliki Arti yang Berbeda
Dengan banyaknya ragam tulip yang dibudidayakan, tulip dan warna-warnanya memiliki berbagai arti. Tulip merah melambangkan cinta, sedangkan tulip putih melambangkan kemurnian dan kepolosan.

Tulip ungu melambangkan ‘bangsawan dan romansa’, dan kuning melambangkan ‘kegembiraan’ dan ‘cinta tanpa harapan.’ Tulip hitam yang langka menandakan ‘ketidaktercapaian dan kelangkaan’, sedangkan tulip dengan motif bergaris berarti ‘Anda memiliki mata yang indah’.

Bunga cantik yang menduduki tempat begitu penting dalam budaya Turki ini, pertama kali dibawa ke Wina, Austria, lalu ke Belanda pada paruh kedua abad ke-15 dan kemudian diperkenalkan ke Eropa. Karena langsung mendapat popularitas besar di Belanda, tulip dibawa ke Ottawa, Ibu Kota Kanada, dan menjadi terkenal di seluruh dunia.

Terdapat banyak varietas tulip yang masih ditanam di Anatolia hingga saat ini. Di antara yang paling mencolok adalah “tulip terbalik”, juga dikenal sebagai “pengantin yang menangis”. Ada 167 spesies tulip terbalik di seluruh dunia; dari jumlah tersebut, 43 spesies, yang 20 di antaranya adalah endemik, dapat dilihat di Türkiye. (rel/adz)

SUMUTPOS.CO – Musim tulip menandai datangnya musim semi di Istanbul, Turki. Setiap tahun di Bulan April, beberapa tempat paling populer di Istanbul didekorasi dengan bunga tulip musim semi yang berwarna-warni, mengubah kota ini menjadi pesta visual yang indah.

Contohnya adalah taman bunga tulip yang menjelma seperti karpet besar pada alun-alun Sultanahmet yang dibudidayakan secara akuakultur. Pemandangan menakjubkan ini memikat pengunjung lokal dan para turis. Pemandangan serupa juga dapat ditemukan di Emirgan Grove, Gülhane Park, Yıldız Grove, Soğanlı Botanic Park, Beykoz Grove, Büyük Çamlıca Grove, Küçük Çamlıca Grove, Fethipaşa Grove dan Hidiv Pavillon Grove di İstanbul.

Simbol Tulip Tampak dalam Seni dan Budaya Turki
Tulip dibawa ke Anatolia oleh orang Turki di Pegunungan Pamir Asia Tengah, yang merupakan tanah air asli tulip dan salah satu simbol budaya Turki yang sangat penting. Tulip, tanaman herba dan berumbi ini telah digunakan sebagai motif hias kerajinan tangan sejak abad ke-12.

Bunga yang indah dan penuh warna ini menjadi tren pada periode Ottoman sebagai subjek puisi, fatwa, cerita, dan lukisan mini. Motif-motif Tulip kerap digunakan di masjid, batu nisan dan dekorasi istana, juga di pola karpet dan permadani, di kaftan dan peti mahar, dan bahkan di koin, helm perang, dan pada cetakan meriam.

Tulip, yang pada dasarnya adalah bunga liar, dibudidayakan selama abad ke-16 di Istanbul, Ibu Kota Kekaisaran Ottoman. Bunga ini ditanam di seluruh kota sebagai bunga taman. Kegemaran akan bunga Tulip bangkit dan berkembang sepanjang masa pemerintahan Agung Suleiman, mengarah pada pengembangan varietas yang kultivar yang berbeda dari tanaman tersebut. Secara khusus, tulip Istanbul yang diidentifikasikan dengan dan sebagai simbol kota, muncul pada periode ini. Pada masa pemerintahan Sultan Ahmet III, tulip mencapai ketenaran yang demikian luas, dengan hampir dua ribu ragam jenis, sehingga menjadikannya nama bagi sebuah era – Era Tulip (Lale Devri) pada awal abad ke-18.

Setiap Warna Memiliki Arti yang Berbeda
Dengan banyaknya ragam tulip yang dibudidayakan, tulip dan warna-warnanya memiliki berbagai arti. Tulip merah melambangkan cinta, sedangkan tulip putih melambangkan kemurnian dan kepolosan.

Tulip ungu melambangkan ‘bangsawan dan romansa’, dan kuning melambangkan ‘kegembiraan’ dan ‘cinta tanpa harapan.’ Tulip hitam yang langka menandakan ‘ketidaktercapaian dan kelangkaan’, sedangkan tulip dengan motif bergaris berarti ‘Anda memiliki mata yang indah’.

Bunga cantik yang menduduki tempat begitu penting dalam budaya Turki ini, pertama kali dibawa ke Wina, Austria, lalu ke Belanda pada paruh kedua abad ke-15 dan kemudian diperkenalkan ke Eropa. Karena langsung mendapat popularitas besar di Belanda, tulip dibawa ke Ottawa, Ibu Kota Kanada, dan menjadi terkenal di seluruh dunia.

Terdapat banyak varietas tulip yang masih ditanam di Anatolia hingga saat ini. Di antara yang paling mencolok adalah “tulip terbalik”, juga dikenal sebagai “pengantin yang menangis”. Ada 167 spesies tulip terbalik di seluruh dunia; dari jumlah tersebut, 43 spesies, yang 20 di antaranya adalah endemik, dapat dilihat di Türkiye. (rel/adz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/