Posisi 6 Besar dari 12 Kabupaten/ Kota di Kawasan Pantai Timur Sumut, BPS: PDRB Batubara Capai Rp51, 28 Miliar

BATUBARA – Badan Pusat Statistik (BPS) Batubara mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Batubara Tahun 2025, berdasarkan dasar harga berlaku, mencapai Rp 51, 388,29 miliar. Dan PDRB Batubara atas dasar harga konstan mencapai Rp28,549,99 miliar. Secara spasial khususnya di Kawasan Pantai Timur Provinsi Sumatera Utara,  ekonomi Kabupaten Batubara  menempati urutan ke-6, dari 12 kabupaten/kota.

Data  BPS,  PDRB  atas dasar harga berlaku dan harga konstan tahun 2021-2025, untuk 6 besar dari 12  kabupaten/kota di Kawasan Pantai Timur Provinsi Sumatera Utara  yakni, Kota Medan sebesar Rp353, 28  miliar, Kabupaten Deliserdang Rp162, 24 milar,

Kabupaten Langkat sebesar Rp.68,15 miliar,.

Asahan Rp63, 14 miliar, Batubara sebesar Rp51,38 miliar, Labusel Rp46,17 miliar, Sergai sebesar Rp46, 22 miliar.

“Kabupaten Batubara, merupakan 6 besar dari 12 kabupaten/kota, penyumbang PDRB  di kawasan Pantai Timur Provinsi Sumatera Utara,” jelasnya,

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Laila Syafrizal Siregar. SST MM saat  diwawancarai Sumut Pos, Senin (4/5/2026) menjelaskan, perekonomian kabupaten Batubara sepanjang Tahun 2025 melambat sebesar 3,39 persen (C-to-C) kuartal IV-2925 dibandingkan capaian pada Tahun 2024 yang tumbuh sebesar 4,12 persen.

Berdasarkan pendekatan lapangan usaha, mengalami  pertumbuhan tertinggi 3 besar adalah transportasi dan pergudangan  sebesar 12,52 persen; diikuti oleh perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh sebear 6,71 pern, dan real estate tumbuh 6,25 persen.

Sementara untuk, lapangan usaha konstruksi terkontraksi (1,18 persen) dan administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial terkontraksi  (0,96 persen)

Menurut Laila, struktur perekonomian Kabupaten Batubara pada Tahun 2025 masih belum ada perubahan yang berarti dan masih didominasi oleh 3 lapangan usaha utama yakni, industri pengelolaan sebesar 44,79 persen; pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 22,93 persen serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 18,16 persen.

“Secara keseluruhan 3 lapangan usaha terbesar ini mengalami kenaikan kontribusi sepanjang tahun 2025, peranan ke-3 lapangan usaha tersebut mencapai lebih dari setengah total PDRB Batubara yaitu, 85,89 persen terhadap total ekonomi kabupaten Batuvara,” urainya.

Dari sisi pendekatan pengeluaran capaian kinerja ekonomi Kabupaten Batubara Tahun 2025, melambat sebesar 3,39 persen dibanding thun 2024 yang tumbuh 4,12 persen.

Di Tahun 2025, laku pertumbuhan tertinggi adalah  konsumsi rumah tangga (PK-RT). PK-RT mengalami percepatan sebesar 4,70 persen setelah sempat melambat di thun 2024 sebesar 4,51 persen.

Berbeda halnya, dengan laju konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) melambat 2,50 persen, diikuti oleh konsumsi pemerintah (PK-P) melambat 0,15 persen dan terjadi kontraksi dalam hal investasi yang ditandai oleh pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar (9,25 persen).

Menurut Laila, selama 3 tahun terakhir, struktur ekonomi Batubara menurut pengeluaran tidak menunjukkan perubahan yang berarti.

Secara 3 besar dalam struktur perekonomian sisi pengeluaran  terdapat 3 aktifitas konsumsi terbesar yakni, konsumsi rumah tangga yang mencakup hampir separoh dari PDRB Batubara yaitu, sebesar 40,11 persen; konsumsi Net ekspor barang dan jasa 37,37 persen dan konsumsi untuk investasi PMTB 17,44 persen,” pungkasnya. (lIb/azw).

BATUBARA – Badan Pusat Statistik (BPS) Batubara mencatat Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Batubara Tahun 2025, berdasarkan dasar harga berlaku, mencapai Rp 51, 388,29 miliar. Dan PDRB Batubara atas dasar harga konstan mencapai Rp28,549,99 miliar. Secara spasial khususnya di Kawasan Pantai Timur Provinsi Sumatera Utara,  ekonomi Kabupaten Batubara  menempati urutan ke-6, dari 12 kabupaten/kota.

Data  BPS,  PDRB  atas dasar harga berlaku dan harga konstan tahun 2021-2025, untuk 6 besar dari 12  kabupaten/kota di Kawasan Pantai Timur Provinsi Sumatera Utara  yakni, Kota Medan sebesar Rp353, 28  miliar, Kabupaten Deliserdang Rp162, 24 milar,

Kabupaten Langkat sebesar Rp.68,15 miliar,.

Asahan Rp63, 14 miliar, Batubara sebesar Rp51,38 miliar, Labusel Rp46,17 miliar, Sergai sebesar Rp46, 22 miliar.

“Kabupaten Batubara, merupakan 6 besar dari 12 kabupaten/kota, penyumbang PDRB  di kawasan Pantai Timur Provinsi Sumatera Utara,” jelasnya,

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Laila Syafrizal Siregar. SST MM saat  diwawancarai Sumut Pos, Senin (4/5/2026) menjelaskan, perekonomian kabupaten Batubara sepanjang Tahun 2025 melambat sebesar 3,39 persen (C-to-C) kuartal IV-2925 dibandingkan capaian pada Tahun 2024 yang tumbuh sebesar 4,12 persen.

Berdasarkan pendekatan lapangan usaha, mengalami  pertumbuhan tertinggi 3 besar adalah transportasi dan pergudangan  sebesar 12,52 persen; diikuti oleh perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor tumbuh sebear 6,71 pern, dan real estate tumbuh 6,25 persen.

Sementara untuk, lapangan usaha konstruksi terkontraksi (1,18 persen) dan administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial terkontraksi  (0,96 persen)

Menurut Laila, struktur perekonomian Kabupaten Batubara pada Tahun 2025 masih belum ada perubahan yang berarti dan masih didominasi oleh 3 lapangan usaha utama yakni, industri pengelolaan sebesar 44,79 persen; pertanian, kehutanan dan perikanan sebesar 22,93 persen serta perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor sebesar 18,16 persen.

“Secara keseluruhan 3 lapangan usaha terbesar ini mengalami kenaikan kontribusi sepanjang tahun 2025, peranan ke-3 lapangan usaha tersebut mencapai lebih dari setengah total PDRB Batubara yaitu, 85,89 persen terhadap total ekonomi kabupaten Batuvara,” urainya.

Dari sisi pendekatan pengeluaran capaian kinerja ekonomi Kabupaten Batubara Tahun 2025, melambat sebesar 3,39 persen dibanding thun 2024 yang tumbuh 4,12 persen.

Di Tahun 2025, laku pertumbuhan tertinggi adalah  konsumsi rumah tangga (PK-RT). PK-RT mengalami percepatan sebesar 4,70 persen setelah sempat melambat di thun 2024 sebesar 4,51 persen.

Berbeda halnya, dengan laju konsumsi lembaga non profit yang melayani rumah tangga (PK-LNPRT) melambat 2,50 persen, diikuti oleh konsumsi pemerintah (PK-P) melambat 0,15 persen dan terjadi kontraksi dalam hal investasi yang ditandai oleh pembentukan modal tetap bruto (PMTB) sebesar (9,25 persen).

Menurut Laila, selama 3 tahun terakhir, struktur ekonomi Batubara menurut pengeluaran tidak menunjukkan perubahan yang berarti.

Secara 3 besar dalam struktur perekonomian sisi pengeluaran  terdapat 3 aktifitas konsumsi terbesar yakni, konsumsi rumah tangga yang mencakup hampir separoh dari PDRB Batubara yaitu, sebesar 40,11 persen; konsumsi Net ekspor barang dan jasa 37,37 persen dan konsumsi untuk investasi PMTB 17,44 persen,” pungkasnya. (lIb/azw).

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru