Proyek Jalan Hutaimbaru-Sipiongot Masuki Tahap Hotmix, Kadis BMBKCK: Progres Lampaui Target

PALUTA – Pekerjaan peningkatan struktur Jalan Ruas Hutaimbaru-Sipiongot di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) terus menunjukkan perkembangan yang positif. Proyek yang dikerjakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK) Sumut tersebut kini telah memasuki tahap penghamparan lapisan aspal AC-BC (Asphalt Concrete-Binder Course) atau hotmix.

Kepala Dinas (Kadis) BMBKCK Sumut Chandra Dalimunthe mengatakan progres pekerjaan di lapangan hingga awal Juni 2026 mengalami percepatan dan bahkan melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Berdasarkan hasil monitoring lapangan yang kami lakukan pada 1 Juni 2026, realisasi progres fisik pekerjaan ruas Hutaimbaru-Sipiongot telah mencapai 6,9 persen. Capaian tersebut jauh di atas target yang direncanakan pada periode yang sama, yaitu sebesar 1,8 persen. Artinya, terdapat selisih positif sebesar 5,1 persen dibandingkan rencana kerja yang telah disusun,” ujar Chandra saat memberikan keterangannya, Kamis (4/6/2026).

Menurut Chandra, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan proyek berjalan sesuai jadwal, bahkan lebih cepat dari yang direncanakan. Salah satu indikatornya adalah dimulainya pekerjaan perkerasan jalan menggunakan lapisan aspal AC-BC yang menandai masuknya proyek ke tahap konstruksi utama.

Ia menjelaskan, sebelum memasuki tahap penghamparan hotmix, sejumlah pekerjaan pendahuluan dan persiapan terlebih dahulu telah diselesaikan sesuai dengan tahapan konstruksi yang berlaku.

“Penyelesaian pekerjaan awal tersebut menjadi fondasi penting agar proses peningkatan struktur jalan dapat berjalan sesuai standar teknis yang telah ditetapkan dan menghasilkan kualitas konstruksi yang baik di lapangan,” katanya.

Chandra menilai keberhasilan percepatan pekerjaan tidak terlepas dari kerja sama seluruh tim pelaksana yang mampu menjaga ritme pekerjaan dengan tetap mengedepankan aspek kualitas konstruksi.

“Kami mengapresiasi seluruh tim pelaksana yang telah bekerja dengan baik sehingga progres pekerjaan dapat melampaui target. Namun percepatan ini tidak boleh mengabaikan aspek teknis dan kualitas pekerjaan yang menjadi prioritas utama dalam pembangunan infrastruktur jalan,” ungkapnya.

Meski progres pekerjaan berada di atas target, Dinas BMBKCK Sumut menegaskan bahwa pengawasan mutu tetap menjadi perhatian utama. Selain itu, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta kepatuhan terhadap seluruh spesifikasi teknis juga harus dijalankan secara konsisten selama proses pembangunan berlangsung.

“Capaian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan berada di atas target yang telah ditetapkan. Kami berharap progres positif ini dapat terus dipertahankan hingga pekerjaan selesai, dengan tetap memperhatikan mutu pekerjaan, keselamatan kerja, dan seluruh ketentuan teknis yang berlaku,” tegas Chandra.

Peningkatan Jalan Ruas Hutaimbaru-Sipiongot merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Padang Lawas Utara. Infrastruktur jalan yang lebih baik diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi, serta meningkatkan aksesibilitas kawasan sehingga mampu mendorong pertumbuhan pembangunan di daerah tersebut.(san/azw)

PALUTA – Pekerjaan peningkatan struktur Jalan Ruas Hutaimbaru-Sipiongot di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) terus menunjukkan perkembangan yang positif. Proyek yang dikerjakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara melalui Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK) Sumut tersebut kini telah memasuki tahap penghamparan lapisan aspal AC-BC (Asphalt Concrete-Binder Course) atau hotmix.

Kepala Dinas (Kadis) BMBKCK Sumut Chandra Dalimunthe mengatakan progres pekerjaan di lapangan hingga awal Juni 2026 mengalami percepatan dan bahkan melampaui target yang telah ditetapkan sebelumnya.

“Berdasarkan hasil monitoring lapangan yang kami lakukan pada 1 Juni 2026, realisasi progres fisik pekerjaan ruas Hutaimbaru-Sipiongot telah mencapai 6,9 persen. Capaian tersebut jauh di atas target yang direncanakan pada periode yang sama, yaitu sebesar 1,8 persen. Artinya, terdapat selisih positif sebesar 5,1 persen dibandingkan rencana kerja yang telah disusun,” ujar Chandra saat memberikan keterangannya, Kamis (4/6/2026).

Menurut Chandra, pencapaian tersebut menunjukkan bahwa pelaksanaan proyek berjalan sesuai jadwal, bahkan lebih cepat dari yang direncanakan. Salah satu indikatornya adalah dimulainya pekerjaan perkerasan jalan menggunakan lapisan aspal AC-BC yang menandai masuknya proyek ke tahap konstruksi utama.

Ia menjelaskan, sebelum memasuki tahap penghamparan hotmix, sejumlah pekerjaan pendahuluan dan persiapan terlebih dahulu telah diselesaikan sesuai dengan tahapan konstruksi yang berlaku.

“Penyelesaian pekerjaan awal tersebut menjadi fondasi penting agar proses peningkatan struktur jalan dapat berjalan sesuai standar teknis yang telah ditetapkan dan menghasilkan kualitas konstruksi yang baik di lapangan,” katanya.

Chandra menilai keberhasilan percepatan pekerjaan tidak terlepas dari kerja sama seluruh tim pelaksana yang mampu menjaga ritme pekerjaan dengan tetap mengedepankan aspek kualitas konstruksi.

“Kami mengapresiasi seluruh tim pelaksana yang telah bekerja dengan baik sehingga progres pekerjaan dapat melampaui target. Namun percepatan ini tidak boleh mengabaikan aspek teknis dan kualitas pekerjaan yang menjadi prioritas utama dalam pembangunan infrastruktur jalan,” ungkapnya.

Meski progres pekerjaan berada di atas target, Dinas BMBKCK Sumut menegaskan bahwa pengawasan mutu tetap menjadi perhatian utama. Selain itu, penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) serta kepatuhan terhadap seluruh spesifikasi teknis juga harus dijalankan secara konsisten selama proses pembangunan berlangsung.

“Capaian ini menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan berada di atas target yang telah ditetapkan. Kami berharap progres positif ini dapat terus dipertahankan hingga pekerjaan selesai, dengan tetap memperhatikan mutu pekerjaan, keselamatan kerja, dan seluruh ketentuan teknis yang berlaku,” tegas Chandra.

Peningkatan Jalan Ruas Hutaimbaru-Sipiongot merupakan salah satu upaya Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Padang Lawas Utara. Infrastruktur jalan yang lebih baik diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi, serta meningkatkan aksesibilitas kawasan sehingga mampu mendorong pertumbuhan pembangunan di daerah tersebut.(san/azw)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru