Satuone Coffee Binjai Beberkan Fakta Fashion Show Tema Halloween, Wadah Mengekspresikan Diri Gen-Z

BINJAI- Satuone Coffee Binjai membeberkan sejumlah fakta dalam kegiatan fashion show yang bertemakan Halloween yang digelar di tempat mereka, , Jalan Ikan Kakap, Kelurahan Tanah Tinggi, Binjai Timur, Jumat (30/10) lalu. Menurutnya, evnt itu merupakan tempat untuk mengekspresikan diri

Kuasa Hukum Satuone Coffee, Edi Perwira Ginting membeberkan, pengunjung yang mengikuti Fashion Show ini, kata Edi, mayoritas dari kalangan Gen-Z. “Jadi manajemen membuat ruang untuk mengekspresikan dan kreativitas anak-anak muda. Dan rata-rata peserta juga ngonten kreator, jadi kita kasih ruang,” jelas Edi, Jumat (6/11).

Soal izin usaha, Edi menyebut, Satuone Coffee sudah mengantonginya. Bahkan, iIn keramaian saat kegiatan berlangsung pun sudah dikantongi menejemen cafe.

“Masalah parkir, dan itu juga sudah ada yang mengatur. Dan soal minuman keras, manajemen tidak ada menjual minuman keras,” ujar Edi.

“Seperti yang dituduhkan, katanya pengunjung yang datang membawa dan mengkonsumsi minuman keras, itu tidak benar sudah dipastikan oleh panitia kegiatan,” sambungnya.

Karenanya, Edi berharap, masyarakat Kota Binjai khususnya dapat menyaring pemberitaan yang beredar agar tidak menerimanya dengan mentah-mentah. Edi mewakili menejemen juga akan mengambil langkah hukum berupa somasi sebagai awal, ketika media melakukan pemberitaan tanpa konfirmasi ke Satuone Coffee.

Bahkan jika ada yang dengan sengaja memperluas soal ini, Edi juga akan mengambil langkah hukum. “Itu jalan terakhir yang kami ambil, kita juga berharap, sebagai warga Kota Binjai memegang teguh kenyamanan dan keamanan untuk berusaha,” katanya.

“Perlu kita garis bawahi, Satuone Coffee ini UMKM yang menampung pekerja, khususnya anak-anak muda,” tambahnya.

Satuan Polisi Pamong Praja Kota Binjai, menindaklanjuti informasi miring yang beredar atas kegiatan Fashion Show yang bertemakan Halloween tersebut. Karena informasi beredar luas, Satpol PP Kota Binjai mengambil langkah klarifikasi terhadap menejemen.

Edi yang mewakili menejemen juga mengakui, pihaknya sudah diminta keterangan oleh Satpol PP Kota Binjai. “Kedatangan kami ke Satpol PP Kota Binjai hari ini dalam rangka undangan terkait berita yang beredar di cafe kita,” katanya.

“Berita-berita yang beredar tidak seperti itu kenyataannya. Cafe kita dituding menggelar pesta seks, LGBT, dan minuman keras, itu semua tidak benar,” sambungnya.

Sementara, Kabid Perda Satpol PP Kota Binjai, Luber Simamora mengungkapkan, manajemen Satuone Coffee saat dimintai keterangan sangat kooperatif. “Sesuai dengan yang kita minta, dari mulai persyaratan dan izin-izinnya, ditunjuki mereka dan semuanya lengkap,” ujar Simamora.

Simamora pun membenarkan pada saat kegiatan berlangsung, manajemen sudah memiliki izin keramaian. “Harapan kita kedepannya, pengusaha harus kooperatif, menjaga ketertiban umum. Dan mengingat disekitar lokasi ada rumah ibadah, itu harus menjadi perhatian,” tukasnya. (ted)

BINJAI- Satuone Coffee Binjai membeberkan sejumlah fakta dalam kegiatan fashion show yang bertemakan Halloween yang digelar di tempat mereka, , Jalan Ikan Kakap, Kelurahan Tanah Tinggi, Binjai Timur, Jumat (30/10) lalu. Menurutnya, evnt itu merupakan tempat untuk mengekspresikan diri

Kuasa Hukum Satuone Coffee, Edi Perwira Ginting membeberkan, pengunjung yang mengikuti Fashion Show ini, kata Edi, mayoritas dari kalangan Gen-Z. “Jadi manajemen membuat ruang untuk mengekspresikan dan kreativitas anak-anak muda. Dan rata-rata peserta juga ngonten kreator, jadi kita kasih ruang,” jelas Edi, Jumat (6/11).

Soal izin usaha, Edi menyebut, Satuone Coffee sudah mengantonginya. Bahkan, iIn keramaian saat kegiatan berlangsung pun sudah dikantongi menejemen cafe.

“Masalah parkir, dan itu juga sudah ada yang mengatur. Dan soal minuman keras, manajemen tidak ada menjual minuman keras,” ujar Edi.

“Seperti yang dituduhkan, katanya pengunjung yang datang membawa dan mengkonsumsi minuman keras, itu tidak benar sudah dipastikan oleh panitia kegiatan,” sambungnya.

Karenanya, Edi berharap, masyarakat Kota Binjai khususnya dapat menyaring pemberitaan yang beredar agar tidak menerimanya dengan mentah-mentah. Edi mewakili menejemen juga akan mengambil langkah hukum berupa somasi sebagai awal, ketika media melakukan pemberitaan tanpa konfirmasi ke Satuone Coffee.

Bahkan jika ada yang dengan sengaja memperluas soal ini, Edi juga akan mengambil langkah hukum. “Itu jalan terakhir yang kami ambil, kita juga berharap, sebagai warga Kota Binjai memegang teguh kenyamanan dan keamanan untuk berusaha,” katanya.

“Perlu kita garis bawahi, Satuone Coffee ini UMKM yang menampung pekerja, khususnya anak-anak muda,” tambahnya.

Satuan Polisi Pamong Praja Kota Binjai, menindaklanjuti informasi miring yang beredar atas kegiatan Fashion Show yang bertemakan Halloween tersebut. Karena informasi beredar luas, Satpol PP Kota Binjai mengambil langkah klarifikasi terhadap menejemen.

Edi yang mewakili menejemen juga mengakui, pihaknya sudah diminta keterangan oleh Satpol PP Kota Binjai. “Kedatangan kami ke Satpol PP Kota Binjai hari ini dalam rangka undangan terkait berita yang beredar di cafe kita,” katanya.

“Berita-berita yang beredar tidak seperti itu kenyataannya. Cafe kita dituding menggelar pesta seks, LGBT, dan minuman keras, itu semua tidak benar,” sambungnya.

Sementara, Kabid Perda Satpol PP Kota Binjai, Luber Simamora mengungkapkan, manajemen Satuone Coffee saat dimintai keterangan sangat kooperatif. “Sesuai dengan yang kita minta, dari mulai persyaratan dan izin-izinnya, ditunjuki mereka dan semuanya lengkap,” ujar Simamora.

Simamora pun membenarkan pada saat kegiatan berlangsung, manajemen sudah memiliki izin keramaian. “Harapan kita kedepannya, pengusaha harus kooperatif, menjaga ketertiban umum. Dan mengingat disekitar lokasi ada rumah ibadah, itu harus menjadi perhatian,” tukasnya. (ted)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru