24.4 C
Medan
Thursday, April 3, 2025

Sekolah Direndam Banjir, 689 Siswa Batal Ujian

 Sekolah Direndam Banjir, 689 Siswa Batal Ujian

Sekolah direndam banjir, 689 siswa batal ujian,

SERBALAWAN, SUMUTPOS.CO โ€“ Selain merendam lebih kurang lebih 50 rumah warga di Pasar Bawah, Kelurahan Serbalawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, banjir juga merendam areal SMA/MA Al-Washliyah. Akibatnya, sebanyak 689 siswa, mulai tingkat SD, SMP hingga SMA, batal ujian semester.

Pembatalan ujian itu disampaikan langsung Kepala SMA/MA Al-Washliyah M Rafii Lubis kepada Metro Siantar (sunutpos.co), saat ditemui di halaman sekolah, Rabu (11/12) siang. Ketika ditanya kapan ujian semester digelar, Rafii mengatakan ditunda hingga dua hari ke depan. Itupun tergantung baik buruknya cuaca.

Rafii mengatakan, akibat banjir yang terjadi Selasa (10/12), seluruh perlengkapan sekolah mulai dari peralatan meja-kursi, buku-buku di perpustakaan, ijazah, 21 unit komputer, alat-alat laboratorium dan UKS, buku pelajaran yang baru dibeli seharga Rp14 juta dan seluruh lembar materi ujian semester mulai tingkat SD sampai SMA, ikut terendam.

โ€œKerugian yang dialami pihak sekolah diperkirakan mencapai Rp200 sampai Rp250 juta,โ€ sebut Rafii.

Dia menyebutkan, jumlah siswa SMA/MA yang gagal mengikuti ujian semester berjumlah 281 orang. Jadwal mata pelajaran yang seharusnya diujiankan hari Rabu ada tiga mata pelajaran, yakni Akidah Ahlak, Matematika dan Bahasa Inggris.

โ€œUjian susulan nanti, kita minta kepada guru mata pelajaran supaya membuat materi ujian masing-masing untuk diujikan Jumat depan,โ€ kata Rafii, seraya mengatakan sejak Al-Washliyah berdiri pada tahun 1978, baru kali itu terjadi banjir besar.

Kepala SD Al-Washliyah Taufik Hutasuhut menambahkan, siswa tingkat dasar yang gagal mengikuti ujian semester sebanyak 167 siswa. Mata pelajaran yang diujiankan, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Bahasa Inggris.

โ€œUntuk kelangsungan ujian semester tahun ini, kami dari pihak guru berharap walau bencana datang, siswa tetap belajar,โ€ tandas Taufik.

Kepala SLTP/MTS Sukiman menerangkan, jumlah siswa tingkat menengah atas berjumlah 250 orang dan seluruhnya bernasib sama dengan siswa dari tingkat SD dan SMA/MA.

Mereka juga tidak bisa menggelar ujian sebab seluruh ruangan kelas ikut terandam banjir, dengan ketinggian sekitar 3-4 meter. Seharusnya, pada Rabu, seluruh siswa mengikuti ujian IPS dan Sejarah kebudayaan Islam (SKI).

Dia berharap ada bantuan Kemenag Simalungun, apakah mobiler atau buku-buku pelajaran. Mengingat seluruh barang-barang di Al-Washliyah habis terendam banjir.

โ€œSekarang, kami hanya bisa berharap bantuan pemerintah setempat saja, mudah-mudahan mereka mau membantu nasib kami yang sedang dilanda banjir bandang ini,โ€ ujar Sukiman penuh harap.

Amatan METRO, Rabu (11/12) pagi, seluruh siswa khususnya tingkat MTS dan MA, bergotong royong membersihkan ruangan meraka masing-masing. Mulai dari membersihkan, mengepel lantai, mengemasi alat-alat elektonik, laboratorium, buku dan peralatan sekolah lainnya. (end/dro)

 Sekolah Direndam Banjir, 689 Siswa Batal Ujian

Sekolah direndam banjir, 689 siswa batal ujian,

SERBALAWAN, SUMUTPOS.CO โ€“ Selain merendam lebih kurang lebih 50 rumah warga di Pasar Bawah, Kelurahan Serbalawan, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, banjir juga merendam areal SMA/MA Al-Washliyah. Akibatnya, sebanyak 689 siswa, mulai tingkat SD, SMP hingga SMA, batal ujian semester.

Pembatalan ujian itu disampaikan langsung Kepala SMA/MA Al-Washliyah M Rafii Lubis kepada Metro Siantar (sunutpos.co), saat ditemui di halaman sekolah, Rabu (11/12) siang. Ketika ditanya kapan ujian semester digelar, Rafii mengatakan ditunda hingga dua hari ke depan. Itupun tergantung baik buruknya cuaca.

Rafii mengatakan, akibat banjir yang terjadi Selasa (10/12), seluruh perlengkapan sekolah mulai dari peralatan meja-kursi, buku-buku di perpustakaan, ijazah, 21 unit komputer, alat-alat laboratorium dan UKS, buku pelajaran yang baru dibeli seharga Rp14 juta dan seluruh lembar materi ujian semester mulai tingkat SD sampai SMA, ikut terendam.

โ€œKerugian yang dialami pihak sekolah diperkirakan mencapai Rp200 sampai Rp250 juta,โ€ sebut Rafii.

Dia menyebutkan, jumlah siswa SMA/MA yang gagal mengikuti ujian semester berjumlah 281 orang. Jadwal mata pelajaran yang seharusnya diujiankan hari Rabu ada tiga mata pelajaran, yakni Akidah Ahlak, Matematika dan Bahasa Inggris.

โ€œUjian susulan nanti, kita minta kepada guru mata pelajaran supaya membuat materi ujian masing-masing untuk diujikan Jumat depan,โ€ kata Rafii, seraya mengatakan sejak Al-Washliyah berdiri pada tahun 1978, baru kali itu terjadi banjir besar.

Kepala SD Al-Washliyah Taufik Hutasuhut menambahkan, siswa tingkat dasar yang gagal mengikuti ujian semester sebanyak 167 siswa. Mata pelajaran yang diujiankan, Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) dan Bahasa Inggris.

โ€œUntuk kelangsungan ujian semester tahun ini, kami dari pihak guru berharap walau bencana datang, siswa tetap belajar,โ€ tandas Taufik.

Kepala SLTP/MTS Sukiman menerangkan, jumlah siswa tingkat menengah atas berjumlah 250 orang dan seluruhnya bernasib sama dengan siswa dari tingkat SD dan SMA/MA.

Mereka juga tidak bisa menggelar ujian sebab seluruh ruangan kelas ikut terandam banjir, dengan ketinggian sekitar 3-4 meter. Seharusnya, pada Rabu, seluruh siswa mengikuti ujian IPS dan Sejarah kebudayaan Islam (SKI).

Dia berharap ada bantuan Kemenag Simalungun, apakah mobiler atau buku-buku pelajaran. Mengingat seluruh barang-barang di Al-Washliyah habis terendam banjir.

โ€œSekarang, kami hanya bisa berharap bantuan pemerintah setempat saja, mudah-mudahan mereka mau membantu nasib kami yang sedang dilanda banjir bandang ini,โ€ ujar Sukiman penuh harap.

Amatan METRO, Rabu (11/12) pagi, seluruh siswa khususnya tingkat MTS dan MA, bergotong royong membersihkan ruangan meraka masing-masing. Mulai dari membersihkan, mengepel lantai, mengemasi alat-alat elektonik, laboratorium, buku dan peralatan sekolah lainnya. (end/dro)

Artikel Terkait

spot_imgspot_imgspot_imgspot_img

Terpopuler

Artikel Terbaru