Pengaduan

Ratusan KK Terisolasi dan Akses Jalan Lintas Sumatera Lumpuh, Langkat, Binjai, dan Medan Terendam

Hujan deras bertensi tinggi yang mengguyur sebagian wilayah Sumatera Utara sejak Minggu (11/10) malam hingga Senin (12/10) dini hari, memicu banjir cukup parah di tiga daerah sekaligus. Kabupaten Langkat, Kota Binjai, dan Kota Medan diterjang luapan air yang merendam pemukiman warga, melumpuhkan fasilitas jalan lintas antarprovinsi, hingga memaksa puluhan warga meninggalkan rumah untuk mengungsi.

MESKI debit air di beberapa tempat mencapai ketinggian hingga 1,5 meter, hingga Senin (12/10) siang, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka. Kendati demikian, seluruh jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersama BPBD Provinsi Sumatera Utara terus disiagakan guna mengantisipasi potensi banjir susulan seiring tingginya intensitas curah hujan di kawasan hulu dan pegunungan.

Dampak paling signifikan terpantau di Kabupaten Langkat. Hujan lebat yang memicu lonjakan debit sungai menyebabkan luapan air meluas di Kecamatan Besitang dan Kecamatan Padang Tualang. Di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, genangan air merendam rumah-rumah warga dengan ketinggian bervariasi antara 100 hingga 150 centimeter.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Langkat, Muhammad Ansyari menerangkan, di Desa Sekoci terdapat lima dusun yang terdampak cukup parah. Total ratusan Kepala Keluarga merasakan dampak langsung dari luapan banjir tersebut. Sebaran warga terdampak meliputi Dusun Sejambu sebanyak 220 KK, Dusun Sidodadi sebanyak 240 KK, Dusun Pantai Pulau sebanyak 75 KK, Dusun Sukaramai sebanyak 114 KK, serta Dusun Sekoci sebanyak 70 KK.

Bukan hanya kawasan permukiman yang lumpuh, akses vital Jalan Lintas Sumatera rute Medan–Banda Aceh yang melintasi Kecamatan Besitang turut terendam banjir sehingga memicu perlambatan arus lalu lintas. Ketinggian air juga dilaporkan meluap di Desa Aras Napal sekitar 50 hingga 100 centimeter, serta Kelurahan Kampung Lama dengan ketinggian 10 hingga 30 centimeter.

Sebagai langkah respons cepat, BPBD Langkat mendirikan empat posko darurat di Kecamatan Besitang untuk menampung warga yang rumahnya terendam cukup dalam. Berdasarkan data pendataan awal, posko pertama di Dusun Sekoci menampung 40 KK pengungsi, posko kedua di Dusun Sidodadi menampung 80 KK pengungsi, posko ketiga di Dusun Sukaramai menampung 120 KK pengungsi, dan posko keempat di Dusun Sejambu menampung 30 KK pengungsi.

Sementara itu, di Kecamatan Padang Tualang, banjir menggenangi jalan lintas di Dusun I Sumur Bor. Arus air yang relatif deras membuat akses warga terganggu dan rawan membahayakan pengendara yang nekat melintas. BPBD Langkat bersama unsur kecamatan dan desa terus berkoordinasi melakukan evakuasi serta menyalurkan bantuan logistik darurat.

Dampak Meluas ke Binjai dan Medan

Bencana akibat cuaca ekstrem ini tidak hanya terisolasi di Langkat. Di Kota Binjai, banjir menerjang Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, akibat curah hujan tinggi yang mengguyur sejak Senin pagi. Petugas BPBD Kota Binjai dikerahkan ke lokasi untuk memantau situasi, melakukan pendataan warga terdampak, serta menyiagakan perahu evakuasi.

Kepala BPBD Sumatera Utara, Tuahta Ramajaya Saragih, menyebutkan bahwa laporan yang masuk hingga pukul 08.00 WIB mengonfirmasi dua wilayah utama tersebut masih dalam proses pendataan secara dinamis. Pihaknya menegaskan data yang disampaikan masih bersifat sementara, mengingat petugas di lapangan terus melakukan penilaian luas wilayah terdampak serta potensi kebutuhan evakuasi warga.

Di Kota Medan, guyuran hujan yang merata dari kawasan hulu dan pegunungan memicu kenaikan signifikan pada empat sungai utama yang membelah kota. Sungai Babura mengalami kenaikan muka air tertinggi hingga 120 centimeter, disusul Sungai Sunggal setinggi 80 centimeter, Sungai Deli setinggi 60 centimeter, serta Sungai Denai setinggi 50 centimeter.

Luapan sungai tersebut menggenangi pemukiman di berbagai titik. Dua lokasi yang paling terdampak adalah Kelurahan Kwala Bekala di Kecamatan Medan Johor dan Kelurahan Beringin di Kecamatan Medan Selayang.

Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari, mengungkapkan sebanyak 45 warga terpaksa dievakuasi ke tempat ibadah setempat pada Minggu malam. Di Kelurahan Kwala Bekala, sebanyak 35 jiwa yang terdiri atas 10 anak-anak, 20 orang dewasa, dan 5 lansia mengungsi di Masjid Muttaqin. Sementara di Kelurahan Beringin, 10 jiwa yang terdiri atas 3 anak-anak, 5 orang dewasa, dan 2 lansia mengungsi di Masjid Al Qomar.

Petugas BPBD Kota Medan langsung menyalurkan bantuan nasi tanggap darurat dan kebutuhan pokok dasar di lokasi pengungsian. Meskipun pada Senin pagi air perlahan mulai surut, pihak BPBD mengimbau warga agar tidak terburu-buru kembali ke rumah mengingat potensi hujan susulan di kawasan pegunungan masih cukup tinggi.

Hingga Senin sore, BPBD Sumatera Utara terus memantau pergerakan cuaca dan merapatkan koordinasi dengan jajaran BPBD kabupaten serta kota. Petugas lapangan tetap disiagakan di titik-titik rawan banjir untuk merespons cepat jika debit air kembali naik. Masyarakat yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai diimbau meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi banjir kiriman. (ted/san/map/adz)

Hujan deras bertensi tinggi yang mengguyur sebagian wilayah Sumatera Utara sejak Minggu (11/10) malam hingga Senin (12/10) dini hari, memicu banjir cukup parah di tiga daerah sekaligus. Kabupaten Langkat, Kota Binjai, dan Kota Medan diterjang luapan air yang merendam pemukiman warga, melumpuhkan fasilitas jalan lintas antarprovinsi, hingga memaksa puluhan warga meninggalkan rumah untuk mengungsi.

MESKI debit air di beberapa tempat mencapai ketinggian hingga 1,5 meter, hingga Senin (12/10) siang, tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun luka-luka. Kendati demikian, seluruh jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersama BPBD Provinsi Sumatera Utara terus disiagakan guna mengantisipasi potensi banjir susulan seiring tingginya intensitas curah hujan di kawasan hulu dan pegunungan.

Dampak paling signifikan terpantau di Kabupaten Langkat. Hujan lebat yang memicu lonjakan debit sungai menyebabkan luapan air meluas di Kecamatan Besitang dan Kecamatan Padang Tualang. Di Desa Sekoci, Kecamatan Besitang, genangan air merendam rumah-rumah warga dengan ketinggian bervariasi antara 100 hingga 150 centimeter.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Langkat, Muhammad Ansyari menerangkan, di Desa Sekoci terdapat lima dusun yang terdampak cukup parah. Total ratusan Kepala Keluarga merasakan dampak langsung dari luapan banjir tersebut. Sebaran warga terdampak meliputi Dusun Sejambu sebanyak 220 KK, Dusun Sidodadi sebanyak 240 KK, Dusun Pantai Pulau sebanyak 75 KK, Dusun Sukaramai sebanyak 114 KK, serta Dusun Sekoci sebanyak 70 KK.

Bukan hanya kawasan permukiman yang lumpuh, akses vital Jalan Lintas Sumatera rute Medan–Banda Aceh yang melintasi Kecamatan Besitang turut terendam banjir sehingga memicu perlambatan arus lalu lintas. Ketinggian air juga dilaporkan meluap di Desa Aras Napal sekitar 50 hingga 100 centimeter, serta Kelurahan Kampung Lama dengan ketinggian 10 hingga 30 centimeter.

Sebagai langkah respons cepat, BPBD Langkat mendirikan empat posko darurat di Kecamatan Besitang untuk menampung warga yang rumahnya terendam cukup dalam. Berdasarkan data pendataan awal, posko pertama di Dusun Sekoci menampung 40 KK pengungsi, posko kedua di Dusun Sidodadi menampung 80 KK pengungsi, posko ketiga di Dusun Sukaramai menampung 120 KK pengungsi, dan posko keempat di Dusun Sejambu menampung 30 KK pengungsi.

Sementara itu, di Kecamatan Padang Tualang, banjir menggenangi jalan lintas di Dusun I Sumur Bor. Arus air yang relatif deras membuat akses warga terganggu dan rawan membahayakan pengendara yang nekat melintas. BPBD Langkat bersama unsur kecamatan dan desa terus berkoordinasi melakukan evakuasi serta menyalurkan bantuan logistik darurat.

Dampak Meluas ke Binjai dan Medan

Bencana akibat cuaca ekstrem ini tidak hanya terisolasi di Langkat. Di Kota Binjai, banjir menerjang Kelurahan Mencirim, Kecamatan Binjai Timur, akibat curah hujan tinggi yang mengguyur sejak Senin pagi. Petugas BPBD Kota Binjai dikerahkan ke lokasi untuk memantau situasi, melakukan pendataan warga terdampak, serta menyiagakan perahu evakuasi.

Kepala BPBD Sumatera Utara, Tuahta Ramajaya Saragih, menyebutkan bahwa laporan yang masuk hingga pukul 08.00 WIB mengonfirmasi dua wilayah utama tersebut masih dalam proses pendataan secara dinamis. Pihaknya menegaskan data yang disampaikan masih bersifat sementara, mengingat petugas di lapangan terus melakukan penilaian luas wilayah terdampak serta potensi kebutuhan evakuasi warga.

Di Kota Medan, guyuran hujan yang merata dari kawasan hulu dan pegunungan memicu kenaikan signifikan pada empat sungai utama yang membelah kota. Sungai Babura mengalami kenaikan muka air tertinggi hingga 120 centimeter, disusul Sungai Sunggal setinggi 80 centimeter, Sungai Deli setinggi 60 centimeter, serta Sungai Denai setinggi 50 centimeter.

Luapan sungai tersebut menggenangi pemukiman di berbagai titik. Dua lokasi yang paling terdampak adalah Kelurahan Kwala Bekala di Kecamatan Medan Johor dan Kelurahan Beringin di Kecamatan Medan Selayang.

Kepala BPBD Kota Medan, Yunita Sari, mengungkapkan sebanyak 45 warga terpaksa dievakuasi ke tempat ibadah setempat pada Minggu malam. Di Kelurahan Kwala Bekala, sebanyak 35 jiwa yang terdiri atas 10 anak-anak, 20 orang dewasa, dan 5 lansia mengungsi di Masjid Muttaqin. Sementara di Kelurahan Beringin, 10 jiwa yang terdiri atas 3 anak-anak, 5 orang dewasa, dan 2 lansia mengungsi di Masjid Al Qomar.

Petugas BPBD Kota Medan langsung menyalurkan bantuan nasi tanggap darurat dan kebutuhan pokok dasar di lokasi pengungsian. Meskipun pada Senin pagi air perlahan mulai surut, pihak BPBD mengimbau warga agar tidak terburu-buru kembali ke rumah mengingat potensi hujan susulan di kawasan pegunungan masih cukup tinggi.

Hingga Senin sore, BPBD Sumatera Utara terus memantau pergerakan cuaca dan merapatkan koordinasi dengan jajaran BPBD kabupaten serta kota. Petugas lapangan tetap disiagakan di titik-titik rawan banjir untuk merespons cepat jika debit air kembali naik. Masyarakat yang bermukim di sepanjang daerah aliran sungai diimbau meningkatkan kewaspadaan ekstra terhadap potensi banjir kiriman. (ted/san/map/adz)

Artikel Terkait

Pengaduan

Terpopuler

Artikel Terbaru