27 C
Medan
Tuesday, July 23, 2024

Tengkorak Manusia Terbungkus Karung di Bibir Pantai

Foto: Siswanto/Metro Asahan/Sumut Pos Grup  Personel Polsek Indrapura dan Koramil Indrapura menunjukkan tulang-belulang manusia dari bibir Pantai Wisata Pantai Alam Datuk, Dusun IV, Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka, Batubara, Sumut, Senin (13/6/2016).
Foto: Siswanto/Metro Asahan/Sumut Pos Grup
Personel Polsek Indrapura dan Koramil Indrapura menunjukkan tulang-belulang manusia dari bibir Pantai Wisata Pantai Alam Datuk, Dusun IV, Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka, Batubara, Sumut, Senin (13/6/2016).

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Warga Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka, Batubara, geger penemuan tulang belulang manusia yang terbungkus dalam karung di bibir Pantai Alam Datuk, Batubara, Sumatera Utara, Senin (13/6)
Informasi dihimpun, penemuan tulang belulang manusia ini tersimpan dalam karung warna putih dengan kondisi tertimbun sampah. Kemudian tertutup terpal warna merah biru.

Tulang belulang manusia ini pertama kali ditemukan Amirudin (47), M Ali (48), Erwan (38) dan Saipul Anwar (29), ketiganya warga Dusun VII, Desa Suka Rame, Kecamatan Air Putih. Saat itu, keempat warga ini sedang membersihkan sampah di bibir Pantai Wisata Alam Pantai Datuk.

Saat tengah membersihkan sampah, Amirudin sedang menarik terpal warna merah biru tetapi tidak tertarik. Selanjutnya, meminta tolong ke rekan lainnya untuk menarik terpal tersebut.

Setelah terpal tertarik, terlihat ada karung goni warna putih les biru. Saat itu M Ali langsung mengoyak karung goni tersebut dan melihat ada tulang belulang manusia.

Dari dalam goni tersebut ditemukan baju kaos pendek warna hitam les merah bertuliskan; ‘Satgas Pam Tas Papua Nugini 2011/2012’ dan celana pendek warna hitam les merah (baju yang dipakai korban).

Kaget dengan penemuan tulang manusia itu, kemudian mereka langsung memberitahukan kepada Babinsa Kopda Wardoyo, Anggota Koramil 02/Air Putih dan pihak kepolisian Mapolsek Indrapura.

Selanjutnya, Danramil 02/Air Putih Kapt Inf J R Sinaga dan Kanit Reskrim Polsek Indarapura IPTU J Sinaga beserta empat orang personil mendatangi lokasi penemuan tulang manusia itu untuk melakukan cek TKP. Kemudian langsung membawa tulang belulang ke Puskesmas terdekat.

Penemuan kerangka manusia utuh tersebut bermula saat petugas pantai sedang melakukan kebersihan dan membakar sampah di bibir pantai. Kemudian salah satu pekerja melihat goni karung dengan posisi terikat. Merasa curiga mereka langsung membuka goni karung tersebut ternyata berisi tulang belulang manusia dan langsung menghubungi pihak desa. Kemudian pihak desa melapor ke polisi terdekat.

“Diduga tengkorak itu bukan warga dari desa ini,” sebut beberapa warga di lokasi.

Kapolres Batubara AKBP S Bonaparte Silalahi SIK, melalui Kapolsek Indrapura AKP Soedaryanto, kepada METRO ASAHAN membenarkan penemuan tulang manusia dalam karung di obyek wisata Alam Datuk tersebut. Namun, Soedaryanto belum dapat memastikan jenis kelamin korban.

“Kita belum tau jenis kelaminnya, apakah laki-laki atau perempuan. Prediksi kita, ini tulang sudah lama, karena sudah tidak berbau,” sebut Soedaryanto.

Ia menerangkan, saat ini masih tahap penyelidikan. Dugaan sementara, mayat itu korban pembunuhan dan dimasukkan ke dalam goni kemudian dibuang ke laut.

“Saat ini kita masih menunggu hasil forensik di Rumah Sakit Umum Pematangsiantar,” tandasnya. (wan/smg/dro)

Foto: Siswanto/Metro Asahan/Sumut Pos Grup  Personel Polsek Indrapura dan Koramil Indrapura menunjukkan tulang-belulang manusia dari bibir Pantai Wisata Pantai Alam Datuk, Dusun IV, Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka, Batubara, Sumut, Senin (13/6/2016).
Foto: Siswanto/Metro Asahan/Sumut Pos Grup
Personel Polsek Indrapura dan Koramil Indrapura menunjukkan tulang-belulang manusia dari bibir Pantai Wisata Pantai Alam Datuk, Dusun IV, Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka, Batubara, Sumut, Senin (13/6/2016).

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Warga Desa Kuala Indah, Kecamatan Sei Suka, Batubara, geger penemuan tulang belulang manusia yang terbungkus dalam karung di bibir Pantai Alam Datuk, Batubara, Sumatera Utara, Senin (13/6)
Informasi dihimpun, penemuan tulang belulang manusia ini tersimpan dalam karung warna putih dengan kondisi tertimbun sampah. Kemudian tertutup terpal warna merah biru.

Tulang belulang manusia ini pertama kali ditemukan Amirudin (47), M Ali (48), Erwan (38) dan Saipul Anwar (29), ketiganya warga Dusun VII, Desa Suka Rame, Kecamatan Air Putih. Saat itu, keempat warga ini sedang membersihkan sampah di bibir Pantai Wisata Alam Pantai Datuk.

Saat tengah membersihkan sampah, Amirudin sedang menarik terpal warna merah biru tetapi tidak tertarik. Selanjutnya, meminta tolong ke rekan lainnya untuk menarik terpal tersebut.

Setelah terpal tertarik, terlihat ada karung goni warna putih les biru. Saat itu M Ali langsung mengoyak karung goni tersebut dan melihat ada tulang belulang manusia.

Dari dalam goni tersebut ditemukan baju kaos pendek warna hitam les merah bertuliskan; ‘Satgas Pam Tas Papua Nugini 2011/2012’ dan celana pendek warna hitam les merah (baju yang dipakai korban).

Kaget dengan penemuan tulang manusia itu, kemudian mereka langsung memberitahukan kepada Babinsa Kopda Wardoyo, Anggota Koramil 02/Air Putih dan pihak kepolisian Mapolsek Indrapura.

Selanjutnya, Danramil 02/Air Putih Kapt Inf J R Sinaga dan Kanit Reskrim Polsek Indarapura IPTU J Sinaga beserta empat orang personil mendatangi lokasi penemuan tulang manusia itu untuk melakukan cek TKP. Kemudian langsung membawa tulang belulang ke Puskesmas terdekat.

Penemuan kerangka manusia utuh tersebut bermula saat petugas pantai sedang melakukan kebersihan dan membakar sampah di bibir pantai. Kemudian salah satu pekerja melihat goni karung dengan posisi terikat. Merasa curiga mereka langsung membuka goni karung tersebut ternyata berisi tulang belulang manusia dan langsung menghubungi pihak desa. Kemudian pihak desa melapor ke polisi terdekat.

“Diduga tengkorak itu bukan warga dari desa ini,” sebut beberapa warga di lokasi.

Kapolres Batubara AKBP S Bonaparte Silalahi SIK, melalui Kapolsek Indrapura AKP Soedaryanto, kepada METRO ASAHAN membenarkan penemuan tulang manusia dalam karung di obyek wisata Alam Datuk tersebut. Namun, Soedaryanto belum dapat memastikan jenis kelamin korban.

“Kita belum tau jenis kelaminnya, apakah laki-laki atau perempuan. Prediksi kita, ini tulang sudah lama, karena sudah tidak berbau,” sebut Soedaryanto.

Ia menerangkan, saat ini masih tahap penyelidikan. Dugaan sementara, mayat itu korban pembunuhan dan dimasukkan ke dalam goni kemudian dibuang ke laut.

“Saat ini kita masih menunggu hasil forensik di Rumah Sakit Umum Pematangsiantar,” tandasnya. (wan/smg/dro)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/