Dinas Kesehatan Kota Binjai telah membuat sejumlah program dalam upaya merealisasikan komitmennya untuk mempercepat penurunan stunting. Program terbaru yang telah dibuat Dinkes Binjai, SatSetSip atau Satu anak stunting, semakin sehat, satu ibu/bapak pendamping.
Hal ini juga bagian dari mewujudkan komitmen Dinkes Binjai usai mengikuti rapat koordinasi percepatan penurunan stunting regional Sumatera yang digelar Sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia. Percepatan penurunan stunting juga tertuang dalam amanah Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021.
Plt Kadinkes Binjai, Desman juga mengikuti langsung rakoor tersebut. Usai rakoor, Desman langsung menggelar rapat dengan bidang terkait penurunan stunting.
Sejumlah pembahasan dibahas dalam diskusi tersebut hingga menghasilkan Program SatSetSip. Desman menjelaskan, Program SatSetSip lahir bimbingan dan arahan dari Wali Kota Binjai, Amir Hamzah dan Wakil Wali Kota, Hasanul Jihadi.
“Program ini untuk memperkuat upaya percepatan penurunan stunting menuju Binjai zero stunting,” ungkap Desman, Selasa (15/9).
Dia menjelaskan, program SatSetSip itu terdiri dari sejumlah tahapan. Mulai dari pendampingan dan pemeriksaan langsung secara berkala oleh dokter spesialis anak dan tenaga kesehatan. Kemudian dilakukan pemberian susu dengan tinggi protein dan vitamin selama tiga sampai lima bulan.
“Tahapan selanjutnya, juga memastikan anak memiliki BPJS Kesehatan atau tercatat sebagai peserta UHC Prioritas Kota Binjai. Dan memastikan anak sebagai penerima manfaat program makan bergizi gratis,” sambung Desman.
Tahapan terakhir, Dinkes Binjai menyerukan agar anak menjadi sasaran prioritas penerima makanan tambahan atau kudapan lokasi dan diikuti imunisasi serta program kesehatan anak lainnya. “Penanganan stunting juga membutuhkan kolaborasi lintas sektor, dengan didukung penguatan kualitas data sasaran dan intervensi yang tepat, agar program benar-benar menjangkau masyarakat,” serunya.
Dinkes Binjai juga telah mencatatkan tren penekanan angka stunting yang terus turun setiap tahunnya. “Tahun 2024 ada 56 jiwa anak, lalu di tahun 2025 turun menjadi 40 jiwa anak, kini menyisakan 36 jiwa anak dan target sampai Desember 2026 menjadi 18 jiwa anak,” pungkasnya.
Percepatan penurunan stunting merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Upaya tersebut perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui pemenuhan gizi, peningkatan kesehatan ibu dan anak, penguatan ketahanan keluarga, serta perbaikan sanitasi dan lingkungan. (ted)

