Resmi Buka Kantor Pusat di Stabat, Pintu Baitullah Hadirkan Layanan Umrah Berizin Resmi bagi Masyarakat Langkat

STABAT, sumutpos.com– Komitmen memberikan pelayanan yang amanah dan transparan bagi calon jamaah umrah terus diperkuat oleh para pelaku usaha travel keagamaan. Salah satunya ditunjukkan PT Sevila Indonesia yang resmi meluncurkan brand baru, Pintu Baitullah, sekaligus meresmikan kantor pusatnya di KNZ Office & Business Center, Stabat, Kabupaten Langkat, pada Selasa (15/9).

Langkah strategis ini menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat pelayanan ibadah ke Tanah Suci, sekaligus membangun sinergi yang solid dengan pemerintah. Manajemen berkomitmen menghadirkan layanan yang profesional, akuntabel, dan bebas dari praktik penipuan.

Acara grand opening tersebut dihadiri langsung Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Langkat, H. Umar Saleh Maruhawa, M.Pd. Turut hadir jajaran mitra perbankan, tokoh agama, calon jamaah, serta jajaran manajemen tertinggi Pintu Baitullah.

Dalam sambutannya, H. Umar Saleh Maruhawa memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif manajemen Pintu Baitullah. Menurutnya, langkah travel ini tergolong berani dan transparan karena secara terbuka merangkul dan mengundang otoritas pemerintah dalam peresmiannya.

“Ini merupakan momentum yang sangat baik. Baru kali ini ada travel Umroh yang secara aktif mengundang Kementerian dalam kegiatan peresmian seperti ini. Ini langkah yang sangat positif dan harus menjadi contoh baku bagi travel-travel lain yang beroperasi di wilayah kita,” ujar Umar Saleh dengan nada optimis.

Lebih lanjut, Umar mengingatkan pentingnya komunikasi dua arah dan sinergi yang kuat antara Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dengan pemerintah. Hal ini krusial demi memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat dari jerat travel bodong.

Dalam kesempatan yang sama, Umar juga memanfaatkan momentum untuk mensosialisasikan layanan Hotline Pengaduan “Bongkar Mafia Haji & Umrah” melalui nomor 0811-8885-8888. Kanal ini disiapkan sebagai wadah respons cepat bagi masyarakat yang menemukan indikasi penyelewengan dalam penyelenggaraan haji dan umrah.

Transformasi Total dari Tawassul

Pintu Baitullah sendiri bukanlah pemain baru dalam industri ini. Kehadirannya merupakan hasil transformasi total dan pengembangan dari manajemen sebelumnya yang dikenal melalui PT Tawassul Islamic Fam Travel. Melalui proses restrukturisasi yang matang, usaha ini kini dikembangkan secara profesional di bawah bendera PT Sevila Indonesia.

Dengan identitas, manajemen, dan visi yang baru, Pintu Baitullah membawa modal pengalaman berharga dari masa lalu yang telah sukses memberangkatkan banyak jamaah ke Tanah Suci. Owner Pintu Baitullah, Zulfikar, menegaskan bahwa perubahan nama dan manajemen ini adalah langkah besar untuk membangun sistem yang lebih tertata dan meningkatkan kualitas layanan.

“Pintu Baitullah berakar dari perjalanan PT Tawassul Islamic Fam Travel. Kini kami kelola sepenuhnya di bawah PT Sevila Indonesia dengan brand Pintu Baitullah. Pengalaman panjang yang telah kami lalui menjadi bekal sekaligus guru terbaik bagi kami untuk membangun pelayanan yang jauh lebih baik, profesional, amanah, dan transparan,” kata Zulfikar kepada awak media.

Zulfikar menambahkan, pemilihan Stabat sebagai lokasi kantor pusat merupakan bentuk komitmen konkret perusahaan untuk menjangkau dan mendekatkan diri dengan masyarakat Kabupaten Langkat serta area sekitarnya.

Prinsip Escrow Account demi Keamanan Dana
Bagi Pintu Baitullah, jamaah bukanlah sekadar konsumen biasa yang bertransaksi bisnis. “Mereka adalah tamu-tamu Allah yang sedang mempersiapkan perjalanan spiritual terdalamnya. Karena itu, kami wajib mendampingi mereka sejak niat itu muncul, proses pendaftaran, manasik, keberangkatan, saat di Tanah Suci, hingga kembali ke tanah air dengan selamat,” urai Zulfikar.

Menjawab tantangan krisis kepercayaan publik terhadap biro perjalanan umrah yang marak terjadi beberapa tahun terakhir, Pintu Baitullah membuat gebrakan sistem keuangan yang ketat. Mereka menerapkan konsep Umroh Escrow Account.

Sistem ini menerapkan pemisahan mutlak antara dana operasional perusahaan dengan dana perjalanan milik jamaah. Pengendalian dana dilakukan secara terstruktur melalui mekanisme perbankan resmi yang sah. Dengan begitu, dana tidak bisa disalahgunakan untuk keperluan di luar keberangkatan jamaah.

“Kami tidak ingin kepercayaan jamaah hanya dijawab dengan janji manis atau kata-kata. Kami membangun sistem yang membuat kepercayaan itu bisa dipertanggungjawabkan secara hukum dan perbankan. Prinsip kami sangat sederhana: dana jamaah adalah amanah yang suci,” tegasnya.

Lepas Keberangkatan Perdana

Peresmian kantor pusat ini sekaligus menjadi penanda operasional perdana brand baru mereka. Tepat pada Rabu, 16 September 2026, Pintu Baitullah langsung melepas keberangkatan perdana jamaah umrah mereka ke Tanah Suci.

Keberangkatan kloter pertama ini diharapkan menjadi awal dari perjalanan panjang perusahaan dalam melayani umat. Zulfikar berharap sinergi dengan Kementerian Agama Kabupaten Langkat terus berjalan harmonis ke depan agar iklim bisnis travel umrah di Langkat semakin sehat, aman, dan tepercaya.

“Dari Tawasul kami belajar, bersama Pintu Baitullah kami membuka lembaran baru yang lebih bersih dan profesional. Dengan izin Allah, kami siap mengantarkan lebih banyak masyarakat Langkat untuk menjadi tamu di Baitullah,” pungkas Zulfikar. (adz)

STABAT, sumutpos.com– Komitmen memberikan pelayanan yang amanah dan transparan bagi calon jamaah umrah terus diperkuat oleh para pelaku usaha travel keagamaan. Salah satunya ditunjukkan PT Sevila Indonesia yang resmi meluncurkan brand baru, Pintu Baitullah, sekaligus meresmikan kantor pusatnya di KNZ Office & Business Center, Stabat, Kabupaten Langkat, pada Selasa (15/9).

Langkah strategis ini menjadi momentum penting bagi perusahaan untuk memperkuat pelayanan ibadah ke Tanah Suci, sekaligus membangun sinergi yang solid dengan pemerintah. Manajemen berkomitmen menghadirkan layanan yang profesional, akuntabel, dan bebas dari praktik penipuan.

Acara grand opening tersebut dihadiri langsung Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Langkat, H. Umar Saleh Maruhawa, M.Pd. Turut hadir jajaran mitra perbankan, tokoh agama, calon jamaah, serta jajaran manajemen tertinggi Pintu Baitullah.

Dalam sambutannya, H. Umar Saleh Maruhawa memberikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif manajemen Pintu Baitullah. Menurutnya, langkah travel ini tergolong berani dan transparan karena secara terbuka merangkul dan mengundang otoritas pemerintah dalam peresmiannya.

“Ini merupakan momentum yang sangat baik. Baru kali ini ada travel Umroh yang secara aktif mengundang Kementerian dalam kegiatan peresmian seperti ini. Ini langkah yang sangat positif dan harus menjadi contoh baku bagi travel-travel lain yang beroperasi di wilayah kita,” ujar Umar Saleh dengan nada optimis.

Lebih lanjut, Umar mengingatkan pentingnya komunikasi dua arah dan sinergi yang kuat antara Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dengan pemerintah. Hal ini krusial demi memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat dari jerat travel bodong.

Dalam kesempatan yang sama, Umar juga memanfaatkan momentum untuk mensosialisasikan layanan Hotline Pengaduan “Bongkar Mafia Haji & Umrah” melalui nomor 0811-8885-8888. Kanal ini disiapkan sebagai wadah respons cepat bagi masyarakat yang menemukan indikasi penyelewengan dalam penyelenggaraan haji dan umrah.

Transformasi Total dari Tawassul

Pintu Baitullah sendiri bukanlah pemain baru dalam industri ini. Kehadirannya merupakan hasil transformasi total dan pengembangan dari manajemen sebelumnya yang dikenal melalui PT Tawassul Islamic Fam Travel. Melalui proses restrukturisasi yang matang, usaha ini kini dikembangkan secara profesional di bawah bendera PT Sevila Indonesia.

Dengan identitas, manajemen, dan visi yang baru, Pintu Baitullah membawa modal pengalaman berharga dari masa lalu yang telah sukses memberangkatkan banyak jamaah ke Tanah Suci. Owner Pintu Baitullah, Zulfikar, menegaskan bahwa perubahan nama dan manajemen ini adalah langkah besar untuk membangun sistem yang lebih tertata dan meningkatkan kualitas layanan.

“Pintu Baitullah berakar dari perjalanan PT Tawassul Islamic Fam Travel. Kini kami kelola sepenuhnya di bawah PT Sevila Indonesia dengan brand Pintu Baitullah. Pengalaman panjang yang telah kami lalui menjadi bekal sekaligus guru terbaik bagi kami untuk membangun pelayanan yang jauh lebih baik, profesional, amanah, dan transparan,” kata Zulfikar kepada awak media.

Zulfikar menambahkan, pemilihan Stabat sebagai lokasi kantor pusat merupakan bentuk komitmen konkret perusahaan untuk menjangkau dan mendekatkan diri dengan masyarakat Kabupaten Langkat serta area sekitarnya.

Prinsip Escrow Account demi Keamanan Dana
Bagi Pintu Baitullah, jamaah bukanlah sekadar konsumen biasa yang bertransaksi bisnis. “Mereka adalah tamu-tamu Allah yang sedang mempersiapkan perjalanan spiritual terdalamnya. Karena itu, kami wajib mendampingi mereka sejak niat itu muncul, proses pendaftaran, manasik, keberangkatan, saat di Tanah Suci, hingga kembali ke tanah air dengan selamat,” urai Zulfikar.

Menjawab tantangan krisis kepercayaan publik terhadap biro perjalanan umrah yang marak terjadi beberapa tahun terakhir, Pintu Baitullah membuat gebrakan sistem keuangan yang ketat. Mereka menerapkan konsep Umroh Escrow Account.

Sistem ini menerapkan pemisahan mutlak antara dana operasional perusahaan dengan dana perjalanan milik jamaah. Pengendalian dana dilakukan secara terstruktur melalui mekanisme perbankan resmi yang sah. Dengan begitu, dana tidak bisa disalahgunakan untuk keperluan di luar keberangkatan jamaah.

“Kami tidak ingin kepercayaan jamaah hanya dijawab dengan janji manis atau kata-kata. Kami membangun sistem yang membuat kepercayaan itu bisa dipertanggungjawabkan secara hukum dan perbankan. Prinsip kami sangat sederhana: dana jamaah adalah amanah yang suci,” tegasnya.

Lepas Keberangkatan Perdana

Peresmian kantor pusat ini sekaligus menjadi penanda operasional perdana brand baru mereka. Tepat pada Rabu, 16 September 2026, Pintu Baitullah langsung melepas keberangkatan perdana jamaah umrah mereka ke Tanah Suci.

Keberangkatan kloter pertama ini diharapkan menjadi awal dari perjalanan panjang perusahaan dalam melayani umat. Zulfikar berharap sinergi dengan Kementerian Agama Kabupaten Langkat terus berjalan harmonis ke depan agar iklim bisnis travel umrah di Langkat semakin sehat, aman, dan tepercaya.

“Dari Tawasul kami belajar, bersama Pintu Baitullah kami membuka lembaran baru yang lebih bersih dan profesional. Dengan izin Allah, kami siap mengantarkan lebih banyak masyarakat Langkat untuk menjadi tamu di Baitullah,” pungkas Zulfikar. (adz)

Artikel Terkait


Terpopuler

Artikel Terbaru