Perbaikan Tanggul Paya Bunder Langkat Masuk Tahap Survei, Akhir Tahun Mulai Dikerjakan

STABAT – Upaya mengantisipasi ancaman banjir di Kecamatan Padangtualang, Kabupaten Langkat, mulai menemukan titik terang. Setelah diajukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat kepada Gubernur Sumatera Utara, perbaikan tanggul Paya Bunder kini memasuki tahap survei lapangan dan direncanakan mulai dikerjakan pada akhir 2026.

Rencana tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat setempat yang selama ini dihantui kecemasan setiap kali hujan deras mengguyur. Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa hari terakhir, hujan deras kembali menyebabkan banjir di Dusun Sumur Bor, bahkan genangan air meluas hingga ke ruas Jalan Padangtualang-Batangserangan.

Kondisi tersebut mempertegas pentingnya penanganan tanggul Paya Bunder untuk mengurangi risiko penggerusan akibat derasnya aliran sungai sekaligus meningkatkan keamanan warga yang bermukim di kawasan sekitarnya.

Usulan perbaikan tanggul disampaikan Pemkab Langkat melalui surat Bupati Langkat Nomor 600.1.4.3-1026/DPUTR/2026. Sejumlah titik yang membutuhkan penanganan telah diajukan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Sebagai tindak lanjut, Kepala UPTD PSDA Wampu-Besitang Provinsi Sumatera Utara bersama jajaran terkait telah melakukan survei lapangan pada akhir pekan lalu. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi tanggul sekaligus mempersiapkan rencana teknis penanganan.

Rencana pekerjaan meliputi penguatan tebing sungai dan perbaikan tanggul Paya Bunder. Salah satu metode yang disiapkan adalah pemasangan corrugated concrete sheet pile atau turap beton bergelombang sebagai struktur penahan untuk mengurangi risiko penggerusan tanggul akibat aliran air sungai.

Selain pemasangan turap beton, pekerjaan juga direncanakan mencakup penambahan tanah untuk memperkuat serta membentuk kembali bagian tanggul yang membutuhkan penanganan.

Pengerjaan fisik direncanakan berlangsung pada akhir 2026 melalui skema pendanaan multiyears Balai Besar Wilayah Sungai. Pelaksanaannya akan mengikuti tahapan perencanaan dan mekanisme penganggaran yang berlaku.

Plt Bupati Langkat, Tiorita br Surbakti, mengatakan survei lapangan yang dilakukan UPTD PSDA Wampu-Besitang menjadi langkah awal untuk mendorong percepatan perencanaan hingga pelaksanaan perbaikan tanggul.

Dia berharap seluruh tahapan dapat berjalan sesuai rencana sehingga kondisi tanggul Paya Bunder semakin kuat dan risiko penggerusan akibat aliran sungai dapat diminimalkan.

“Masyarakat, khususnya warga Kecamatan Padangtualang, juga diharapkan turut mendoakan agar seluruh tahapan perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan lancar sesuai dengan rencana,” kata Tiorita.

Selain mendorong percepatan penanganan tanggul, Tiorita juga menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Langkat agar segera menindaklanjuti program pembangunan tahun anggaran 2026.

Menurutnya, pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat harus menjadi perhatian agar manfaatnya dapat segera dirasakan.

“Saya tidak ingin pembangunan di Langkat terkesan lambat, terutama pembangunan teknis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat agar segera dilaksanakan, sehingga penyerapan anggaran 2026 bisa secepatnya berjalan dan dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat Kabupaten Langkat,” tegasnya.

Dengan masuknya rencana perbaikan ke tahap survei, masyarakat Padangtualang kini menantikan realisasi pekerjaan tersebut. Penanganan tanggul Paya Bunder diharapkan tidak hanya memperkuat tebing sungai, tetapi juga mengurangi risiko banjir dan memberikan rasa aman bagi warga, terutama saat hujan deras melanda wilayah tersebut. (ted/ila)

STABAT – Upaya mengantisipasi ancaman banjir di Kecamatan Padangtualang, Kabupaten Langkat, mulai menemukan titik terang. Setelah diajukan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Langkat kepada Gubernur Sumatera Utara, perbaikan tanggul Paya Bunder kini memasuki tahap survei lapangan dan direncanakan mulai dikerjakan pada akhir 2026.

Rencana tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat setempat yang selama ini dihantui kecemasan setiap kali hujan deras mengguyur. Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Dalam beberapa hari terakhir, hujan deras kembali menyebabkan banjir di Dusun Sumur Bor, bahkan genangan air meluas hingga ke ruas Jalan Padangtualang-Batangserangan.

Kondisi tersebut mempertegas pentingnya penanganan tanggul Paya Bunder untuk mengurangi risiko penggerusan akibat derasnya aliran sungai sekaligus meningkatkan keamanan warga yang bermukim di kawasan sekitarnya.

Usulan perbaikan tanggul disampaikan Pemkab Langkat melalui surat Bupati Langkat Nomor 600.1.4.3-1026/DPUTR/2026. Sejumlah titik yang membutuhkan penanganan telah diajukan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Sebagai tindak lanjut, Kepala UPTD PSDA Wampu-Besitang Provinsi Sumatera Utara bersama jajaran terkait telah melakukan survei lapangan pada akhir pekan lalu. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi tanggul sekaligus mempersiapkan rencana teknis penanganan.

Rencana pekerjaan meliputi penguatan tebing sungai dan perbaikan tanggul Paya Bunder. Salah satu metode yang disiapkan adalah pemasangan corrugated concrete sheet pile atau turap beton bergelombang sebagai struktur penahan untuk mengurangi risiko penggerusan tanggul akibat aliran air sungai.

Selain pemasangan turap beton, pekerjaan juga direncanakan mencakup penambahan tanah untuk memperkuat serta membentuk kembali bagian tanggul yang membutuhkan penanganan.

Pengerjaan fisik direncanakan berlangsung pada akhir 2026 melalui skema pendanaan multiyears Balai Besar Wilayah Sungai. Pelaksanaannya akan mengikuti tahapan perencanaan dan mekanisme penganggaran yang berlaku.

Plt Bupati Langkat, Tiorita br Surbakti, mengatakan survei lapangan yang dilakukan UPTD PSDA Wampu-Besitang menjadi langkah awal untuk mendorong percepatan perencanaan hingga pelaksanaan perbaikan tanggul.

Dia berharap seluruh tahapan dapat berjalan sesuai rencana sehingga kondisi tanggul Paya Bunder semakin kuat dan risiko penggerusan akibat aliran sungai dapat diminimalkan.

“Masyarakat, khususnya warga Kecamatan Padangtualang, juga diharapkan turut mendoakan agar seluruh tahapan perencanaan, penganggaran, dan pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan lancar sesuai dengan rencana,” kata Tiorita.

Selain mendorong percepatan penanganan tanggul, Tiorita juga menginstruksikan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Langkat agar segera menindaklanjuti program pembangunan tahun anggaran 2026.

Menurutnya, pembangunan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat harus menjadi perhatian agar manfaatnya dapat segera dirasakan.

“Saya tidak ingin pembangunan di Langkat terkesan lambat, terutama pembangunan teknis yang bersentuhan langsung dengan masyarakat agar segera dilaksanakan, sehingga penyerapan anggaran 2026 bisa secepatnya berjalan dan dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat Kabupaten Langkat,” tegasnya.

Dengan masuknya rencana perbaikan ke tahap survei, masyarakat Padangtualang kini menantikan realisasi pekerjaan tersebut. Penanganan tanggul Paya Bunder diharapkan tidak hanya memperkuat tebing sungai, tetapi juga mengurangi risiko banjir dan memberikan rasa aman bagi warga, terutama saat hujan deras melanda wilayah tersebut. (ted/ila)

Artikel Terkait



Terpopuler

Artikel Terbaru