KARO – Ratusan warga Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, menggeruduk Kantor Bupati Karo, Kamis (20/8/2026) siang. Massa menuntut pemerintah segera memperbaiki akses jalan menuju kawasan Wisata Air Panas, membangun jalan baru, menormalkan aliran listrik, hingga menghentikan praktik pungutan liar yang dinilai mengganggu kenyamanan masyarakat dan wisatawan.
“Stop pungli. Berikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dan wisatawan,” teriak warga dalam aksi tersebut.
Warga juga mendesak Pemkab Karo mempercepat perbaikan jalan alternatif serta pembangunan jalan baru yang menghubungkan Desa Semangat Gunung dengan Desa Lau Gumba. Selain itu, mereka meminta PLN segera menormalkan aliran listrik yang selama ini dikeluhkan warga.“Jangan biarkan desa kami mati,” teriak massa.
Leo Ginting, salah seorang warga Desa Semangat Gunung, mengatakan kondisi jalan lama menuju desanya kini mengalami kerusakan dan membutuhkan penanganan segera. Kondisi tersebut kerap menyebabkan arus lalu lintas menuju maupun keluar kawasan Wisata Air Panas tersendat, terutama saat jumlah pengunjung meningkat.
Karena itu, selain memperbaiki jalan yang ada, warga meminta pemerintah segera membuka akses jalan baru untuk mengurai kemacetan dan memperlancar mobilitas masyarakat serta wisatawan.“Jangan ada lagi pungli ke lokasi Wisata Air Panas,” tegas Leo.
Ia juga menyoroti persoalan keamanan di kawasan wisata. Menurutnya, aksi pemblokiran jalan yang terjadi beberapa waktu lalu telah menyebabkan sejumlah wisatawan, termasuk anak-anak dan ibu hamil, terjebak.
Leo mengatakan, gangguan terhadap wisatawan disebut masih terjadi pasca pemblokiran. Bahkan, menurut dia, terdapat dugaan aksi kekerasan oleh oknum tidak bertanggung jawab terhadap wisatawan yang datang ke kawasan tersebut.
“Kejadian-kejadian seperti ini sangat merugikan masyarakat dan wisatawan. Tentunya juga mencoreng citra baik pariwisata Tanah Karo,” tegasnya.
Warga pun meminta Pemkab Karo bersama aparat keamanan bertindak tegas untuk menjamin keamanan di kawasan wisata.“Berikan kami dan wisatawan rasa aman,” kata Leo.
Sejumlah perwakilan warga kemudian diajak masuk ke ruang rapat Kantor Bupati Karo untuk mencari solusi melalui musyawarah. Sementara itu, ratusan warga lainnya masih bertahan di halaman kantor.
Sembari menunggu hasil pertemuan, massa yang didominasi ibu rumah tangga memilih menari dan menikmati alunan musik dari pengeras suara yang mereka bawa.
Dalam pertemuan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Karo, Gelora Kurnia Putra Ginting, menjelaskan bahwa proses perizinan pembangunan jalan yang melintasi kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) ke Kementerian Kehutanan masih berjalan.
Pemerintah, kata dia, juga terus mengupayakan ketersediaan anggaran. Secara keseluruhan, pembangunan jalan tersebut direncanakan masuk dalam APBD Provinsi Sumatera Utara Tahun Anggaran 2027.
“Untuk tahun 2026, perbaikan jalan ini belum masuk anggaran. Prosesnya bertahap. Semua harus sesuai aturan penganggaran. Kami mohon masyarakat bersabar. Pemkab Karo akan terus mengawal supaya pembangunannya bisa dimulai tahun 2027,” tegas Gelora.
Terkait persoalan keamanan, Pemkab Karo menyebut telah mendirikan empat pos pengamanan di kawasan tersebut. Ke depan, jumlah pos akan ditambah guna mempersempit celah terjadinya praktik pungli.
Masyarakat yang menjadi korban juga diminta membuat laporan resmi kepada Polres agar proses penegakan hukum dapat berjalan maksimal. Sementara dugaan sabotase terhadap aliran listrik disebut telah ditangani langsung oleh pihak PLN.
Pemkab Karo turut mengajak masyarakat bersama-sama menangkal informasi hoaks terkait pungli. Pemerintah menegaskan, berdasarkan hasil temuan di lapangan, praktik pungutan ilegal tersebut dilakukan secara sembunyi-sembunyi oleh oknum tertentu dan tidak dibenarkan.
“Mari kita jaga ketertiban, kenyamanan wisata, dan tidak mudah percaya serta menyebarkan informasi yang tidak benar. Kita jaga bersama nama baik Tanah Karo demi kesejahteraan masyarakat setempat,” tambah Sekda.
Sementara itu, DPRD Karo menyatakan dukungan terhadap percepatan pembangunan jalan dan meminta hasil pertemuan tersebut ditindaklanjuti dalam pembahasan anggaran daerah maupun provinsi.
Pertemuan turut dihadiri perwakilan unsur Forkopimda, para Asisten Setda Karo, Staf Ahli Bupati, kepala OPD terkait, Camat Merdeka, serta perwakilan masyarakat Desa Semangat Gunung. (deo/ila)

