Pemko Binjai Genjot PAD, Percepat Realisasi Anggaran

BINJAI – Pemerintah Kota (Pemko) Binjai memperkuat upaya optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus mendorong percepatan realisasi anggaran menjelang akhir 2026. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta meningkatkan koordinasi agar target pendapatan tercapai dan program pembangunan berjalan sesuai rencana.

Upaya tersebut dibahas dalam rapat evaluasi capaian PAD dan optimalisasi penerimaan anggaran tahun 2026 yang digelar Pemko Binjai, belum lama ini. Rapat ini menjadi momentum untuk mengevaluasi penerimaan daerah hingga triwulan III sekaligus merumuskan strategi menghadapi triwulan IV.

Evaluasi mencakup target dan realisasi PAD, optimalisasi potensi penerimaan daerah, serta percepatan pelaksanaan anggaran pada sisa tahun berjalan. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah tetap terarah dan mendukung keberlangsungan program pembangunan.

Wali Kota Binjai Amir Hamzah, dalam arahannya menegaskan pentingnya keseriusan seluruh perangkat daerah dalam menggali potensi pendapatan serta memastikan pelaksanaan program dan kegiatan berjalan optimal.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan anggaran tidak semata-mata diukur dari besarnya realisasi belanja. Ketepatan waktu, kualitas program, ketertiban administrasi, serta manfaat yang dirasakan masyarakat juga harus menjadi perhatian.

“Kita harus memberikan perhatian penuh terhadap percepatan pelaksanaan dan penyelesaian seluruh kegiatan agar berjalan sesuai ketentuan, tepat waktu, tertib administrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Amir.

Ia berharap, setiap OPD dapat memperkuat koordinasi dan meningkatkan upaya penggalian potensi PAD sesuai kewenangan masing-masing. Optimalisasi penerimaan daerah diperlukan untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan menjaga keberlanjutan pelayanan publik.

Di sisi lain, percepatan realisasi anggaran harus tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Dengan demikian, setiap program yang dilaksanakan tidak hanya memenuhi target administrasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui evaluasi tersebut, Pemko Binjai berharap target pendapatan daerah dapat tercapai, sementara pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan publik pada akhir tahun anggaran 2026 berjalan lebih efektif, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan. (ted/ila)

BINJAI – Pemerintah Kota (Pemko) Binjai memperkuat upaya optimalisasi pendapatan asli daerah (PAD) sekaligus mendorong percepatan realisasi anggaran menjelang akhir 2026. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diminta meningkatkan koordinasi agar target pendapatan tercapai dan program pembangunan berjalan sesuai rencana.

Upaya tersebut dibahas dalam rapat evaluasi capaian PAD dan optimalisasi penerimaan anggaran tahun 2026 yang digelar Pemko Binjai, belum lama ini. Rapat ini menjadi momentum untuk mengevaluasi penerimaan daerah hingga triwulan III sekaligus merumuskan strategi menghadapi triwulan IV.

Evaluasi mencakup target dan realisasi PAD, optimalisasi potensi penerimaan daerah, serta percepatan pelaksanaan anggaran pada sisa tahun berjalan. Langkah ini dinilai penting untuk memastikan pengelolaan keuangan daerah tetap terarah dan mendukung keberlangsungan program pembangunan.

Wali Kota Binjai Amir Hamzah, dalam arahannya menegaskan pentingnya keseriusan seluruh perangkat daerah dalam menggali potensi pendapatan serta memastikan pelaksanaan program dan kegiatan berjalan optimal.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan anggaran tidak semata-mata diukur dari besarnya realisasi belanja. Ketepatan waktu, kualitas program, ketertiban administrasi, serta manfaat yang dirasakan masyarakat juga harus menjadi perhatian.

“Kita harus memberikan perhatian penuh terhadap percepatan pelaksanaan dan penyelesaian seluruh kegiatan agar berjalan sesuai ketentuan, tepat waktu, tertib administrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan,” kata Amir.

Ia berharap, setiap OPD dapat memperkuat koordinasi dan meningkatkan upaya penggalian potensi PAD sesuai kewenangan masing-masing. Optimalisasi penerimaan daerah diperlukan untuk mendukung pembiayaan pembangunan dan menjaga keberlanjutan pelayanan publik.

Di sisi lain, percepatan realisasi anggaran harus tetap mengedepankan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Dengan demikian, setiap program yang dilaksanakan tidak hanya memenuhi target administrasi, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Melalui evaluasi tersebut, Pemko Binjai berharap target pendapatan daerah dapat tercapai, sementara pelaksanaan program pembangunan dan pelayanan publik pada akhir tahun anggaran 2026 berjalan lebih efektif, efisien, dan dapat dipertanggungjawabkan. (ted/ila)

Artikel Terkait


Terpopuler

Artikel Terbaru