LANGKAT, SumutPos.co – Kelompok Pengabdian Masyarakat Internasional yang berkolaborasi dengan Universiti Malaysia Kelantan (UMK) menyelenggarakan program pemberdayaan peternak di Desa Cempa, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, pada Kamis (3/9/2026). Program ini berfokus pada pemanfaatan limbah pelepah sawit melalui fermentasi menggunakan Mikroorganisme Lokal (MOL) sebagai solusi konkret atas kelangkaan pakan ternak pascabencana.
Kegiatan yang mengusung tema “Pemulihan Ekonomi dan Ketahanan Pakan Ternak Pasca Bencana di Kabupaten Langkat melalui Pelatihan Ransum Berbasis Limbah Sawit Fermentasi Mikroorganisme Lokal” ini menyasar langsung peternak yang terdampak banjir bandang pada November 2025 silam. Bencana tersebut diketahui sempat melumpuhkan sektor peternakan warga, baik dari sisi produktivitas maupun ketersediaan pakan hijau.
Ketua Tim Pengabdian, Dr. Ir. Nevy Diana Hanafi, S.Pt., M.Si., IPM, menjelaskan bahwa inisiatif ini dirancang khusus untuk memulihkan stabilitas ekonomi masyarakat Desa Cempa yang sempat terganggu akibat penurunan produksi ternak pascabanjir.

“Pasca-banjir bandang akhir tahun lalu, masyarakat menghadapi gangguan ekonomi yang cukup serius karena keterbatasan pakan hijau berkualitas. Melalui program ini, kami mencoba mengoptimalkan potensi pelepah sawit yang melimpah di wilayah ini menjadi pakan alternatif bermutu tinggi dengan teknik fermentasi berbasis MOL,” ujar Dr. Nevy dalam keterangannya.
Pakar peternakan lintas negara turun langsung untuk memastikan efektivitas program ini. Selain Dr. Nevy, tim pengabdian ini diperkuat oleh Ir. Achmad Sadeli, S.Pt., M.Sc., IPM., ASEAN.Eng, dan Dr. Ir. Ma’ruf Tafsin, M.Si., IPM.
Hadir pula dosen undangan dari Universiti Malaysia Kelantan, Assoc. Prof. Dr. Khairiyah Binti Mat. Dalam sesi pemaparannya, Assoc. Prof. Dr. Khairiyah membagikan perspektif global mengenai strategi dan metode mutakhir dalam meningkatkan produktivitas ternak, khususnya yang dibudidayakan di lingkungan beriklim tropis sejenis.
Tidak sekadar memberikan pembekalan teoretis, tim pengabdian juga menyerahkan sejumlah bantuan sarana produksi (sapronak) secara langsung kepada kelompok peternak setempat demi menjamin keberlanjutan program. Bantuan fisik yang diserahkan meliputi mesin pencacah (chopper) pelepah kelapa sawit, tong atau drum wadah proses fermentasi, dan bahan-bahan utama penyusun formula Complete Feed Fermentasi.
Melalui integrasi antara edukasi bioteknologi pakan dan bantuan mekanisasi ini, peternak Desa Cempa kini diharapkan mampu memproduksi pakan secara mandiri dan mandiri secara ekonomi, sekaligus membangun ketahanan sektor peternakan yang lebih tangguh terhadap ancaman bencana di masa depan. (adz)

