Dorong Produktivitas hingga 8 Ton per Hektare, Pemkab Dairi dan Pupuk Indonesia Kolaborasi Tanam Padi

DAIRI — Pemerintah Kabupaten Dairi bersama PT Pupuk Indonesia melakukan kegiatan tanam padi bersama dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional. Kegiatan ini digelar di Desa Lumban Toruan, Kecamatan Lae Parira, Rabu (22/4), sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah melalui peningkatan produktivitas pertanian.

Kegiatan tanam padi tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, bersama GM Regional I Sumatera Utara PT Pupuk Indonesia, Beni Parlo. Program ini menjadi bagian dari strategi intensifikasi pertanian untuk meningkatkan hasil panen di lahan yang sudah ada.

Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini bergerak cepat mendukung target swasembada pangan yang menjadi program strategis nasional, baik melalui perluasan lahan maupun peningkatan produktivitas.

“Pemkab Dairi terus mendorong perbaikan irigasi dan optimalisasi lahan. Di Desa Lumban Toruan seluas 105 hektare, sistem irigasi sudah kita benahi sehingga pasokan air kini lebih lancar,” ujarnya.

Wahyu menambahkan, kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia juga menghadirkan teknologi pertanian modern berupa mobil uji tanah. Teknologi ini memungkinkan petani mengetahui tingkat kesuburan tanah secara presisi sehingga pemupukan dapat dilakukan lebih efektif dan efisien.

“Dengan pendekatan ini, kita berharap hasil panen bisa meningkat hingga 7–8 ton per hektare, jauh lebih tinggi dari kondisi sebelumnya,” jelasnya.

Sementara itu, GM Regional I Sumatera Utara PT Pupuk Indonesia Beni Parlo, menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah sangat penting dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Ia juga menyoroti perlunya regenerasi petani agar sektor pertanian tetap berkelanjutan.

“Kami melihat rata-rata produksi gabah di Dairi masih berada di kisaran 3–6 ton per hektare. Karena itu, inovasi dan keterlibatan petani muda sangat dibutuhkan untuk mendukung program swasembada pangan,” katanya.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Dairi, Surung Charles Lamhot Bantjin, anggota DPRD Fitrianto Berampu, Kapolsek Parongil Iptu Juni Karo Sekali, serta sejumlah pejabat dan unsur Forkopimcam Kecamatan Lae Parira. (rud/ila)

DAIRI — Pemerintah Kabupaten Dairi bersama PT Pupuk Indonesia melakukan kegiatan tanam padi bersama dalam rangka mendukung program swasembada pangan nasional. Kegiatan ini digelar di Desa Lumban Toruan, Kecamatan Lae Parira, Rabu (22/4), sebagai upaya memperkuat ketahanan pangan daerah melalui peningkatan produktivitas pertanian.

Kegiatan tanam padi tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, bersama GM Regional I Sumatera Utara PT Pupuk Indonesia, Beni Parlo. Program ini menjadi bagian dari strategi intensifikasi pertanian untuk meningkatkan hasil panen di lahan yang sudah ada.

Wakil Bupati Dairi Wahyu Daniel Sagala, menyampaikan bahwa pemerintah daerah saat ini bergerak cepat mendukung target swasembada pangan yang menjadi program strategis nasional, baik melalui perluasan lahan maupun peningkatan produktivitas.

“Pemkab Dairi terus mendorong perbaikan irigasi dan optimalisasi lahan. Di Desa Lumban Toruan seluas 105 hektare, sistem irigasi sudah kita benahi sehingga pasokan air kini lebih lancar,” ujarnya.

Wahyu menambahkan, kerja sama dengan PT Pupuk Indonesia juga menghadirkan teknologi pertanian modern berupa mobil uji tanah. Teknologi ini memungkinkan petani mengetahui tingkat kesuburan tanah secara presisi sehingga pemupukan dapat dilakukan lebih efektif dan efisien.

“Dengan pendekatan ini, kita berharap hasil panen bisa meningkat hingga 7–8 ton per hektare, jauh lebih tinggi dari kondisi sebelumnya,” jelasnya.

Sementara itu, GM Regional I Sumatera Utara PT Pupuk Indonesia Beni Parlo, menegaskan bahwa dukungan pemerintah daerah sangat penting dalam mewujudkan kedaulatan pangan nasional. Ia juga menyoroti perlunya regenerasi petani agar sektor pertanian tetap berkelanjutan.

“Kami melihat rata-rata produksi gabah di Dairi masih berada di kisaran 3–6 ton per hektare. Karena itu, inovasi dan keterlibatan petani muda sangat dibutuhkan untuk mendukung program swasembada pangan,” katanya.

Kegiatan ini turut dihadiri Sekretaris Daerah Dairi, Surung Charles Lamhot Bantjin, anggota DPRD Fitrianto Berampu, Kapolsek Parongil Iptu Juni Karo Sekali, serta sejumlah pejabat dan unsur Forkopimcam Kecamatan Lae Parira. (rud/ila)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru