BINJAI – Pembangunan Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Kota Binjai mendapat apresiasi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI. Bangunan laboratorium yang telah rampung tersebut dinilai telah memenuhi prototype dan standar yang ditetapkan Kemenkes.
Namun, di balik bangunan yang mendapat pujian itu, Labkesmas Binjai hingga kini belum dapat difungsikan. Penyebabnya, sebanyak 33 jenis alat kesehatan bantuan Kemenkes belum diterima Dinas Kesehatan Kota Binjai.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai, Desman, mengatakan pembangunan Labkesmas tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di daerah.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Binjai Amir Hamzah dan Wakil Wali Kota Hasanul Jihadi yang telah mendorong pembangunan fasilitas tersebut melalui anggaran Kementerian Kesehatan, khususnya Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik.
“Kami dari Dinas Kesehatan Kota Binjai mengucapkan terima kasih kepada bapak wali kota dan bapak wakil wali kota yang telah mengupayakan adanya pembangunan Laboratorium Kesehatan di Kota Binjai melalui anggaran Kementerian Kesehatan, DAK Fisik,” ujar Desman, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, tidak semua daerah memiliki kesempatan untuk mendapatkan dukungan anggaran pembangunan laboratorium kesehatan seperti yang diperoleh Kota Binjai. “Karena, tidak semua daerah bisa mengupayakan atau membawa anggaran pembangunan laboratorium ke Kota Binjai,” ujarnya.
Desman menjelaskan, keberadaan Labkesmas memiliki peran strategis dalam memperkuat sistem kesehatan masyarakat. Laboratorium tersebut diharapkan mendukung upaya pencegahan dan pengendalian penyakit sekaligus memperkuat ketahanan kesehatan.
Salah satu fungsi pentingnya adalah mendukung deteksi dini melalui skrining. Dengan pemeriksaan yang dilakukan lebih awal, potensi penyakit maupun wabah diharapkan dapat diketahui sebelum berkembang dan menyebar lebih luas.
“Paling utama kehadiran Labkesmas Binjai ini dalam rangka deteksi dini melalui skrining dan mendeteksi potensi penyakit atau wabah sebelum menyebar luas,” jelasnya.
Selain mendukung pelayanan kesehatan masyarakat, Labkesmas tersebut juga diproyeksikan dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kota Binjai setelah nantinya beroperasi.
Tak hanya dari sisi fungsi, bangunan Labkesmas Binjai juga mendapat perhatian dari Kemenkes. Desman mengatakan, fasilitas yang dibangun tersebut mendapat pujian karena dinilai sesuai dengan prototype dan standar yang telah ditetapkan pemerintah pusat.
“Selain itu, bangunan megah Labkesmas yang dibangun ini juga mendapat pujian dari Kementerian Kesehatan, karena sesuai dengan prototype dan standar yang ada,” katanya.
Prototype yang dimaksud merupakan model atau rancangan pembangunan Labkesmas yang disusun berdasarkan pedoman dan standar yang telah ditetapkan Kemenkes.
Meski pembangunan fisiknya telah rampung sejak tahun lalu, fasilitas tersebut belum dapat digunakan untuk pelayanan secara penuh.
“Terkait pengoperasian Labkesmas Kota Binjai, akan didampingi oleh Kementerian Kesehatan melalui unit pelaksana teknis,” kata Desman.
Desman mengungkapkan, salah satu kendala utama pengoperasian Labkesmas adalah belum tibanya 33 jenis alat kesehatan yang merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan.
“Belum beroperasi Labkesmas Kota Binjai karena 33 jenis alat kesehatan yang merupakan bantuan dari Kementerian Kesehatan, belum tiba atau belum diterima Dinas Kesehatan Kota Binjai,” jelasnya.
Sembari menunggu kelengkapan peralatan, Dinkes Binjai tidak tinggal diam. Persiapan sumber daya manusia terus dilakukan agar ketika fasilitas dan peralatan telah tersedia, petugas sudah memiliki kemampuan untuk mengoperasikannya.
Dinkes Binjai saat ini menyiapkan tenaga yang nantinya bertugas mengoperasikan berbagai peralatan laboratorium melalui program On The Job Training (OJT) yang dilakukan dengan pendampingan Kementerian Kesehatan.
“Persiapan Dinas Kesehatan Kota Binjai saat ini tengah melatih sumber daya manusia yang akan mengoperasikan alat-alat kesehatan tersebut melalui On The Job Training yang dilakukan oleh Kementerian Kesehatan,” pungkas Desman. (ted/ila)

