33 C
Medan
Wednesday, July 17, 2024

HIPMI Labuhanbatu Bahas Bisnis di Tengah Pandemi

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Sebagai wadah organisasi yang menaungi dunia wirausaha, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) harus mampu memberi semangat di tengah pandemi Covid-19. Hal ini terungkap dalam halal bihalal yang digelar Keluarga Besar HIPMI Labuhanbatu di Rantauprapat, Minggu (16/5).

HALAL BIHALAL: Keluarga Besar HIPMI Labuhanbatu menggelar acara halal bihalal dan silaturahim. Fajar/SUMUT POS.

“Hari ini serasa dunia usaha menurun lesu akibat dampak pandemi yang masih terus melanda. Namun tentunya kita harus tetap memompa semangat agar kondisi usaha para kader HIPMI dapat terus survive dan berkembang sebagaimana harapan kita,” kata Faisal Nasution.

Harusnya, tambah ada semangat dan motivasi yang bisa diberikan kepada seluruh kader dari KSB BPC HIPMI Labuhanbatu. Dia juga menyampaikan, pandemi Covid-19 yang saat ini melanda, seharusnya tidak menjadi kambing hitam untuk tidak bersemangat dalam membangun bisnis dan ikhtiar.

“Kita harus bisa berdamai dengan keadaan, sembari menata perlahan harapan masih tersisa,” tandasnya.

Sebelumnya Mizwar Tanjung, seorang kader HIPMI Labuhanbatu mengatakan, meski pandemi Covid-19 masih melanda negri ini, KB HIPMI tetap menjalin silaturahim sesama kader dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. “Silaturahmi tetap harus dirawat untuk tetap menumbuhkan rasa soliditas yang baik sesama kader. Tentunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata Mizwar Tanjung di tengah acara.

Halal bihalal dan silaturahim KB HIPMI Labuhanbatu berjalan dengan suka cita, walau tanpa dihadiri oleh KSB. Sebagai wadah organisasi yang menaungi dunia wirausaha, HIPMI mesti hadir memberi semangat berjuang dalam usaha. Meski di tengah bencana Covid-19.

Sesuai sejarah berdirinya HIPMI padda 10 Juni 1972, dilandasi semangat untuk menumbuhkan wirausaha di kalangan pemuda, karena pada saat itu tidak banyak kaum muda yang bercita-cita menjadi pengusaha. Pada saat itu, anggapan yang berkembang di masyarakat menempatkan kelompok pengusaha pada strata yang sangat rendah sehingga sebagian besar anak muda terutama kalangan intelektual lebih memilih profesi lain seperti birokrat, TNI/POLRI dan sebagainya.

Dalam perjalanannya sampai terjadinya krisis ekonomi pada 1998, HIPMI telah sukses mencetak kaderisasi wirausaha, dengan tampilnya tokoh-tokoh muda dalam percaturan dunia usaha nasional maupun internasional. Keadaan itu kemudian dapat merubah pandangan masyarakat terhadap profesi pengusaha pada posisi terhormat.

Pada Era Reformasi, terutama pasca krisis ekonomi, dituntut adanya perubahan visi dan misi organisasi. HIPMI senantiasa adaptif dengan paradigma baru, yakni menjadikan Usaha Kecil Menengah sebagai pilar utama dan lokomotif pembangunan ekonomi nasional. (fdh)

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Sebagai wadah organisasi yang menaungi dunia wirausaha, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) harus mampu memberi semangat di tengah pandemi Covid-19. Hal ini terungkap dalam halal bihalal yang digelar Keluarga Besar HIPMI Labuhanbatu di Rantauprapat, Minggu (16/5).

HALAL BIHALAL: Keluarga Besar HIPMI Labuhanbatu menggelar acara halal bihalal dan silaturahim. Fajar/SUMUT POS.

“Hari ini serasa dunia usaha menurun lesu akibat dampak pandemi yang masih terus melanda. Namun tentunya kita harus tetap memompa semangat agar kondisi usaha para kader HIPMI dapat terus survive dan berkembang sebagaimana harapan kita,” kata Faisal Nasution.

Harusnya, tambah ada semangat dan motivasi yang bisa diberikan kepada seluruh kader dari KSB BPC HIPMI Labuhanbatu. Dia juga menyampaikan, pandemi Covid-19 yang saat ini melanda, seharusnya tidak menjadi kambing hitam untuk tidak bersemangat dalam membangun bisnis dan ikhtiar.

“Kita harus bisa berdamai dengan keadaan, sembari menata perlahan harapan masih tersisa,” tandasnya.

Sebelumnya Mizwar Tanjung, seorang kader HIPMI Labuhanbatu mengatakan, meski pandemi Covid-19 masih melanda negri ini, KB HIPMI tetap menjalin silaturahim sesama kader dengan tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes) Covid-19. “Silaturahmi tetap harus dirawat untuk tetap menumbuhkan rasa soliditas yang baik sesama kader. Tentunya dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata Mizwar Tanjung di tengah acara.

Halal bihalal dan silaturahim KB HIPMI Labuhanbatu berjalan dengan suka cita, walau tanpa dihadiri oleh KSB. Sebagai wadah organisasi yang menaungi dunia wirausaha, HIPMI mesti hadir memberi semangat berjuang dalam usaha. Meski di tengah bencana Covid-19.

Sesuai sejarah berdirinya HIPMI padda 10 Juni 1972, dilandasi semangat untuk menumbuhkan wirausaha di kalangan pemuda, karena pada saat itu tidak banyak kaum muda yang bercita-cita menjadi pengusaha. Pada saat itu, anggapan yang berkembang di masyarakat menempatkan kelompok pengusaha pada strata yang sangat rendah sehingga sebagian besar anak muda terutama kalangan intelektual lebih memilih profesi lain seperti birokrat, TNI/POLRI dan sebagainya.

Dalam perjalanannya sampai terjadinya krisis ekonomi pada 1998, HIPMI telah sukses mencetak kaderisasi wirausaha, dengan tampilnya tokoh-tokoh muda dalam percaturan dunia usaha nasional maupun internasional. Keadaan itu kemudian dapat merubah pandangan masyarakat terhadap profesi pengusaha pada posisi terhormat.

Pada Era Reformasi, terutama pasca krisis ekonomi, dituntut adanya perubahan visi dan misi organisasi. HIPMI senantiasa adaptif dengan paradigma baru, yakni menjadikan Usaha Kecil Menengah sebagai pilar utama dan lokomotif pembangunan ekonomi nasional. (fdh)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/