25 C
Medan
Saturday, May 4, 2024

Pertama dari Tapsel! Benih Padi Unggul INPARI 9 Dipasarkan

Foto: Martabe for Sumut Pos  Manajer Pengembangan Masyarkat Tambang Emas Martabe, Latif Supriadi (tengah), memberikan penjelasan mengenai benih padi unggul INPARI 9 label biru kepada Yusuf Siregar, perwakilan Pertani Padangsidimpuan, disaksikan oleh Ketua Poktan (kelompok tani) Permata Hijau, Iman Saleh Siregar (kedua kanan), Mikra Ade Lubis, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Azhar Nasution, KCD BP3K Kecamatan Batangtoru, Senin (25/7), di Desa Sipenggeng, Batang Toru, Tapanuli selatan.
Foto: Martabe for Sumut Pos
Manajer Pengembangan Masyarkat Tambang Emas Martabe, Latif Supriadi (tengah), memberikan penjelasan mengenai benih padi unggul INPARI 9 label biru kepada Yusuf Siregar, perwakilan Pertani Padangsidimpuan, disaksikan oleh Ketua Poktan (kelompok tani) Permata Hijau, Iman Saleh Siregar (kedua kanan), Mikra Ade Lubis, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Azhar Nasution, KCD BP3K Kecamatan Batangtoru, Senin (25/7), di Desa Sipenggeng, Batang Toru, Tapanuli selatan.

BATANGTORU, SUMUTPOS.CO – Setelah sukses dengan penanaman perdana program penangkaran bibit padi pada bulan Februari 2016, Kelompok Tani (Poktan) Permata Hijau binaan Tambang Emas Martabe resmi memasarkan benih padi unggul bersertifikat varietas INPARI 9 label biru, Senin (25/7), di Desa Sipenggeng. Pemasaran benih padi unggul INPARI 9 label biru ini juga menjadi pemasaran benih padi unggul label biru pertama dari Tapanuli Selatan.

“Kami bangga akan pencapaian ini dan berharap buah kemitraan ini akan mampu memposisikan Batangtoru menjadi sentra benih padi unggul label biru bersertifikat serta mendukung program pemerintah dalam kegiatan UPSUS (Upaya Khusus) peningkatan produksi tiga komoditas padi, jagung, dan kedelai (Pajale) sebagai upaya pencapaian swasembada berkelanjutan. Program ini secara ekonomi sangat menguntungkan bagi petani sehingga perlu didukung terus serta diperluas area penangkarannya,” ujar Manajer Pengembangan Masyarakat Tambang Emas Martabe, Latif Supriadi.

Pelaksanaan program penangkaran padi ini diawasi oleh petugas dari UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih TPH Provinsi Sumatera Utara. Pemasaran benih padi unggul ini sebagian besar akan diserap oleh PT. Pertani dengan harga Rp 8.000 per kg sebanyak 2,5 ton atau setara Rp 20.000.000. Selain itu, benih padi unggul ini juga akan dipasarkan sebanyak 1 ton seharga Rp 10.000 per kilogram kepada kelompok tani lainnya.

“Benih padi unggul bersertifikat varietas INPARI 9 label biru ini adalah benih label biru pertama yang dihasilkan dan dipasarkan dari Tapanuli Selatan. Poktan Permata hijau dan poktan-poktan lainnya di Batangtoru ke depannya diharapkan dapat memanfaatkan peluang ini serta mampu memenuhi kebutuhan bibit padi unggul untuk wilayah Batangtoru sendiri dan di Tapanuli Selatan pada umumnya,” ujar Kepala Dinas Pertanian Tapanuli Selatan, Bismark Siregar.

Poktan Permata Hijau memulai penanaman perdana penangkaran benih padi varietas INPARI 9 label ungu pada 17 Februari 2016. Dengan luas areal tanam 1 hektar dan sistem tanam SRI (system of rice intensification), penanaman benih padi ini menggunakan pupuk kimia dan pestisida organik dengan total bibit 25 kg.

Foto: Martabe for Sumut Pos Yusuf Siregar perwakilan PT Pertani Kota Padangsidimpuan menandatangani serah terima penjualan benih padi unggul INPARI 9 label biru hasil produksi Poktan (kelompok tani) Permata Hijau, disaksikan Manajer Pengembangan Masyarakat Tambang Emas Martabe Latif Supriadi (kanan),jajaran Muspika Kecamatan Batang Toru, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan, dan perwakilan manajemen Tambang Emas Martabe lainnya, Senin (25/7), di Desa Sipenggeng, Batang Toru.
Foto: Martabe for Sumut Pos
Yusuf Siregar perwakilan PT Pertani Kota Padangsidimpuan menandatangani serah terima penjualan benih padi unggul INPARI 9 label biru hasil produksi Poktan (kelompok tani) Permata Hijau, disaksikan Manajer Pengembangan Masyarakat Tambang Emas Martabe Latif Supriadi (kanan),jajaran Muspika Kecamatan Batang Toru, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan, dan perwakilan manajemen Tambang Emas Martabe lainnya, Senin (25/7), di Desa Sipenggeng, Batang Toru.

Benih padi varietas INPARI 9 label biru ini memiliki kandungan benih murni 99,7 persen dan daya berkecambah 90 persen.

“Kebutuhan benih padi di Sumatera Utara adalah 7.000 hingga 8.000 ton per tahun atau dua kali musim tanam. Sayangnya, benih padi yang tersedia saat ini hanya sekitar 1.000 hingga 2.000 ton per tahun atau dua kali musim tanam. Pertani membuka peluang sebesar-besarnya bagi poktan-poktan di daerah untuk ambil bagian aktif mendorong potensi sektor pertanian sebagai pilar pertumbuhan ekonomi sekaligus menguatkan ketahanan pangan lewat pemenuhan kebutuhan bibit padi unggul di wilayah ini,” ujar Ngadiri, Kepala Plt. PT. Pertani Kota Padangsidimpuan.

Sebelumnya, poktan di Desa Aek Pahu telah melaksanakan panen perdana padi organik varietas Cianjur dengan sistem tanam SRI pada 15 Juni 2016 lalu dengan luas areal tanam 1 hektar. Poktan di Persawahan Aek Pahu juga telah melaksanakan panen perdana padi organik varietas Cianjur dengan sistem tanam SRI pada 15 Juni 2016 lalu dengan luas areal tanam 1 hektar. Pada bulan Desember 2015, 10 kelompok tani di persawahan Pulo Godang, Sipente, dan Aek Pahu melakukan panen raya atas demonstration plot (demplot) padi unggul seluas 10 Ha. Pengembangan demplot yang didukung oleh Tambang Emas Martabe ini memperkenalkan penanaman padi dengan sistem jajar legowo dan SRI. Berdasarkan hasil pengubinan (pengukuran) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kab. Tapanuli Selatan diperoleh 9,3 ton/Ha. Hasil ini merupakan pencapaian tertinggi di Kecamatan Batangtoru. PT Agincourt Resources terus berupaya meningkatkan kemampuan petani untuk mengelola, melestarikan, dan mengembangkan pemanfaatan ekonomi sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan yang pada gilirannya akan mendorong penguatan kesejahteraan kehidupan masyarakat dan kemajuan ekonomi daerah. (rel/mea)

Foto: Martabe for Sumut Pos  Manajer Pengembangan Masyarkat Tambang Emas Martabe, Latif Supriadi (tengah), memberikan penjelasan mengenai benih padi unggul INPARI 9 label biru kepada Yusuf Siregar, perwakilan Pertani Padangsidimpuan, disaksikan oleh Ketua Poktan (kelompok tani) Permata Hijau, Iman Saleh Siregar (kedua kanan), Mikra Ade Lubis, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Azhar Nasution, KCD BP3K Kecamatan Batangtoru, Senin (25/7), di Desa Sipenggeng, Batang Toru, Tapanuli selatan.
Foto: Martabe for Sumut Pos
Manajer Pengembangan Masyarkat Tambang Emas Martabe, Latif Supriadi (tengah), memberikan penjelasan mengenai benih padi unggul INPARI 9 label biru kepada Yusuf Siregar, perwakilan Pertani Padangsidimpuan, disaksikan oleh Ketua Poktan (kelompok tani) Permata Hijau, Iman Saleh Siregar (kedua kanan), Mikra Ade Lubis, Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan, dan Azhar Nasution, KCD BP3K Kecamatan Batangtoru, Senin (25/7), di Desa Sipenggeng, Batang Toru, Tapanuli selatan.

BATANGTORU, SUMUTPOS.CO – Setelah sukses dengan penanaman perdana program penangkaran bibit padi pada bulan Februari 2016, Kelompok Tani (Poktan) Permata Hijau binaan Tambang Emas Martabe resmi memasarkan benih padi unggul bersertifikat varietas INPARI 9 label biru, Senin (25/7), di Desa Sipenggeng. Pemasaran benih padi unggul INPARI 9 label biru ini juga menjadi pemasaran benih padi unggul label biru pertama dari Tapanuli Selatan.

“Kami bangga akan pencapaian ini dan berharap buah kemitraan ini akan mampu memposisikan Batangtoru menjadi sentra benih padi unggul label biru bersertifikat serta mendukung program pemerintah dalam kegiatan UPSUS (Upaya Khusus) peningkatan produksi tiga komoditas padi, jagung, dan kedelai (Pajale) sebagai upaya pencapaian swasembada berkelanjutan. Program ini secara ekonomi sangat menguntungkan bagi petani sehingga perlu didukung terus serta diperluas area penangkarannya,” ujar Manajer Pengembangan Masyarakat Tambang Emas Martabe, Latif Supriadi.

Pelaksanaan program penangkaran padi ini diawasi oleh petugas dari UPT Pengawasan dan Sertifikasi Benih TPH Provinsi Sumatera Utara. Pemasaran benih padi unggul ini sebagian besar akan diserap oleh PT. Pertani dengan harga Rp 8.000 per kg sebanyak 2,5 ton atau setara Rp 20.000.000. Selain itu, benih padi unggul ini juga akan dipasarkan sebanyak 1 ton seharga Rp 10.000 per kilogram kepada kelompok tani lainnya.

“Benih padi unggul bersertifikat varietas INPARI 9 label biru ini adalah benih label biru pertama yang dihasilkan dan dipasarkan dari Tapanuli Selatan. Poktan Permata hijau dan poktan-poktan lainnya di Batangtoru ke depannya diharapkan dapat memanfaatkan peluang ini serta mampu memenuhi kebutuhan bibit padi unggul untuk wilayah Batangtoru sendiri dan di Tapanuli Selatan pada umumnya,” ujar Kepala Dinas Pertanian Tapanuli Selatan, Bismark Siregar.

Poktan Permata Hijau memulai penanaman perdana penangkaran benih padi varietas INPARI 9 label ungu pada 17 Februari 2016. Dengan luas areal tanam 1 hektar dan sistem tanam SRI (system of rice intensification), penanaman benih padi ini menggunakan pupuk kimia dan pestisida organik dengan total bibit 25 kg.

Foto: Martabe for Sumut Pos Yusuf Siregar perwakilan PT Pertani Kota Padangsidimpuan menandatangani serah terima penjualan benih padi unggul INPARI 9 label biru hasil produksi Poktan (kelompok tani) Permata Hijau, disaksikan Manajer Pengembangan Masyarakat Tambang Emas Martabe Latif Supriadi (kanan),jajaran Muspika Kecamatan Batang Toru, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan, dan perwakilan manajemen Tambang Emas Martabe lainnya, Senin (25/7), di Desa Sipenggeng, Batang Toru.
Foto: Martabe for Sumut Pos
Yusuf Siregar perwakilan PT Pertani Kota Padangsidimpuan menandatangani serah terima penjualan benih padi unggul INPARI 9 label biru hasil produksi Poktan (kelompok tani) Permata Hijau, disaksikan Manajer Pengembangan Masyarakat Tambang Emas Martabe Latif Supriadi (kanan),jajaran Muspika Kecamatan Batang Toru, perwakilan Dinas Pertanian Kabupaten Tapanuli Selatan, dan perwakilan manajemen Tambang Emas Martabe lainnya, Senin (25/7), di Desa Sipenggeng, Batang Toru.

Benih padi varietas INPARI 9 label biru ini memiliki kandungan benih murni 99,7 persen dan daya berkecambah 90 persen.

“Kebutuhan benih padi di Sumatera Utara adalah 7.000 hingga 8.000 ton per tahun atau dua kali musim tanam. Sayangnya, benih padi yang tersedia saat ini hanya sekitar 1.000 hingga 2.000 ton per tahun atau dua kali musim tanam. Pertani membuka peluang sebesar-besarnya bagi poktan-poktan di daerah untuk ambil bagian aktif mendorong potensi sektor pertanian sebagai pilar pertumbuhan ekonomi sekaligus menguatkan ketahanan pangan lewat pemenuhan kebutuhan bibit padi unggul di wilayah ini,” ujar Ngadiri, Kepala Plt. PT. Pertani Kota Padangsidimpuan.

Sebelumnya, poktan di Desa Aek Pahu telah melaksanakan panen perdana padi organik varietas Cianjur dengan sistem tanam SRI pada 15 Juni 2016 lalu dengan luas areal tanam 1 hektar. Poktan di Persawahan Aek Pahu juga telah melaksanakan panen perdana padi organik varietas Cianjur dengan sistem tanam SRI pada 15 Juni 2016 lalu dengan luas areal tanam 1 hektar. Pada bulan Desember 2015, 10 kelompok tani di persawahan Pulo Godang, Sipente, dan Aek Pahu melakukan panen raya atas demonstration plot (demplot) padi unggul seluas 10 Ha. Pengembangan demplot yang didukung oleh Tambang Emas Martabe ini memperkenalkan penanaman padi dengan sistem jajar legowo dan SRI. Berdasarkan hasil pengubinan (pengukuran) oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Kab. Tapanuli Selatan diperoleh 9,3 ton/Ha. Hasil ini merupakan pencapaian tertinggi di Kecamatan Batangtoru. PT Agincourt Resources terus berupaya meningkatkan kemampuan petani untuk mengelola, melestarikan, dan mengembangkan pemanfaatan ekonomi sumber daya alam dan lingkungan secara berkelanjutan yang pada gilirannya akan mendorong penguatan kesejahteraan kehidupan masyarakat dan kemajuan ekonomi daerah. (rel/mea)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/