28.9 C
Medan
Tuesday, May 28, 2024

Maskapai Ditawari 130 Rute Baru

JAKARTA-Tumbuhnya perekonomian daerah yang sebelumnya terpencil menciptakan pasar baru bagi industri penerbangan nasional. Terbukti, saat ini Kementerian Perhubungan mencatat ada 130 rute penerbangan baru yang berpotensi untuk dibuka di masa mendatang.

“Pertumbuhan ekonomi daerah turut membantu terciptanya pasar-pasar baru industri penerbangan di Tanah Air,” ujar Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti S Gumay kemarin.

“Perkembangan sektor pertambangan, industri menyebabkan pergerakan penumpang dari kota-kota besar menuju kota-kota yang tadinya sepi menjadi lebih berpotensi. Bukan saja urusan bisnis, pengembangan daerah-daerah wisata baru juga turut mendongkrak kunjungan ke daerah-daerah terpencil,” tambahnya.

“Kita berupaya sebisa mungkin mengakomodir kebutuhan mereka,” tutur Bakti lagi.

Oleh karena itu pihaknya sedang mengkaji rute-rute mana dari sekitar 130 rute baru itu yang bisa terlebih dulu ditawarkan kepada maskapai nasional.
“Pertimbangan itu tentunya berkaitan dengan kesiapan infratsruktur seperti tersedianya bandara dan lain-lain. Kita sudah menyusun rute-rute mana saja yang nantinya” kita tawarkan dulu kepada operator,” tukasnya.

Menurut Herry, ditawarkannya rute-rute tambahan tersebut karena pemerintah ingin membuka isolasi daerah-daerah yang selama ini belum terbuka seluruhnya. Dengan begitu masyarakatnya dapat menikmati transportasi yang lebih cepat dibanding menggunakan moda transportasi darat maupun laut.
“Sehingga hambatan waktu bukan masalah lagi bagi mereka,” tandasnya.

Bukan itu saja, pemerintah pusat meyakini dengan pembukaan rute penerbangan itu perekonomian daerah akan meningkat. Setidaknya hal itu akan melancarkan arus wisatawan dalam dan luar negeri yang akan berkunjung ke daerah tersebut.

“Dengan rute yang ada sekarang, nantinya total rute penerbangan yang ada menjadi sekitar 200 rute,” katanya.
Rute-rute penerbangan baru yang saat ini sedang disusun, selain berasal dari pemerintah juga merupakan usulan dari masing-masing maskapai. Mereka, kata Herry, sebelumnya sudah melakukan kajian sendiri terhadap destinasi yang akan diterbanginya. Nantinya rute-rute baru ini akan ditawarkan kepada maskapai penerbangan nasional.

“Silahkan mereka memilih rute-rute yang kita siapkan,” sambungnya.

Tentunya maskapai akan melakukan kajian potensi pasar untuk rute yang akan di layani.

“Misalnya, selama ini dari Medan untuk menuju Makasar harus transit di Jakarta. Atau dari Batam untuk menuju Surabaya harus transit di Jakarta. Bila operator maskapai melihat ada potensi pasar dari Medan langsung ke Makasar, mengapa tidak?, Apalagi jarak lebih pendek,” tuturnya.

Mengenai dampak negatifnya terhadap kepadatan bandara, Herry menampiknya. Sebab, rute-rute baru yang ditawarkan sebagian besar di daerah timur dan tidak harus melalui bandara-bandara yang selama ini sudah padat seperti Jakarta, Surabaya dan Denpasar. “Apalagi satu rute kan bisa diminati oleh beberapa maskapai sekaligus,” jelasnya. (wir/jpnn)

JAKARTA-Tumbuhnya perekonomian daerah yang sebelumnya terpencil menciptakan pasar baru bagi industri penerbangan nasional. Terbukti, saat ini Kementerian Perhubungan mencatat ada 130 rute penerbangan baru yang berpotensi untuk dibuka di masa mendatang.

“Pertumbuhan ekonomi daerah turut membantu terciptanya pasar-pasar baru industri penerbangan di Tanah Air,” ujar Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan, Herry Bakti S Gumay kemarin.

“Perkembangan sektor pertambangan, industri menyebabkan pergerakan penumpang dari kota-kota besar menuju kota-kota yang tadinya sepi menjadi lebih berpotensi. Bukan saja urusan bisnis, pengembangan daerah-daerah wisata baru juga turut mendongkrak kunjungan ke daerah-daerah terpencil,” tambahnya.

“Kita berupaya sebisa mungkin mengakomodir kebutuhan mereka,” tutur Bakti lagi.

Oleh karena itu pihaknya sedang mengkaji rute-rute mana dari sekitar 130 rute baru itu yang bisa terlebih dulu ditawarkan kepada maskapai nasional.
“Pertimbangan itu tentunya berkaitan dengan kesiapan infratsruktur seperti tersedianya bandara dan lain-lain. Kita sudah menyusun rute-rute mana saja yang nantinya” kita tawarkan dulu kepada operator,” tukasnya.

Menurut Herry, ditawarkannya rute-rute tambahan tersebut karena pemerintah ingin membuka isolasi daerah-daerah yang selama ini belum terbuka seluruhnya. Dengan begitu masyarakatnya dapat menikmati transportasi yang lebih cepat dibanding menggunakan moda transportasi darat maupun laut.
“Sehingga hambatan waktu bukan masalah lagi bagi mereka,” tandasnya.

Bukan itu saja, pemerintah pusat meyakini dengan pembukaan rute penerbangan itu perekonomian daerah akan meningkat. Setidaknya hal itu akan melancarkan arus wisatawan dalam dan luar negeri yang akan berkunjung ke daerah tersebut.

“Dengan rute yang ada sekarang, nantinya total rute penerbangan yang ada menjadi sekitar 200 rute,” katanya.
Rute-rute penerbangan baru yang saat ini sedang disusun, selain berasal dari pemerintah juga merupakan usulan dari masing-masing maskapai. Mereka, kata Herry, sebelumnya sudah melakukan kajian sendiri terhadap destinasi yang akan diterbanginya. Nantinya rute-rute baru ini akan ditawarkan kepada maskapai penerbangan nasional.

“Silahkan mereka memilih rute-rute yang kita siapkan,” sambungnya.

Tentunya maskapai akan melakukan kajian potensi pasar untuk rute yang akan di layani.

“Misalnya, selama ini dari Medan untuk menuju Makasar harus transit di Jakarta. Atau dari Batam untuk menuju Surabaya harus transit di Jakarta. Bila operator maskapai melihat ada potensi pasar dari Medan langsung ke Makasar, mengapa tidak?, Apalagi jarak lebih pendek,” tuturnya.

Mengenai dampak negatifnya terhadap kepadatan bandara, Herry menampiknya. Sebab, rute-rute baru yang ditawarkan sebagian besar di daerah timur dan tidak harus melalui bandara-bandara yang selama ini sudah padat seperti Jakarta, Surabaya dan Denpasar. “Apalagi satu rute kan bisa diminati oleh beberapa maskapai sekaligus,” jelasnya. (wir/jpnn)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/