25.6 C
Medan
Sunday, June 16, 2024

Pentingnya Memberi Reward untuk si Buah Hati dalam Bentuk Mainan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dukungan orangtua dalam pertumbuhan dan perkembangan anak sangatlah penting, dimana dukungan ini dapat dituangkan melalui berbagai hal. Salah satunya melalui reward, sebuah bentuk apresiasi yang dapat diberikan kepada anak atas pencapaian yang sudah diraih.

Reward juga menjadi peran penting dalam membentuk perilaku anak ke arah yang lebih baik maupun membangun kebiasaan baik anak, mulai dari hal kecil seperti merapikan tempat tidur, menyikat gigi sebelum tidur, mengerjakan tugas sekolah, hingga membantu orangtua membersihkan rumah.

Reward terbagi menjadi dua macam bentuk, material rewards dan social rewards. Material rewards, yaitu reward berupa benda seperti makanan ringan favorit anak, mainan, stiker, atau benda lain yang disukai anak. Sedangkan, social rewards, yang berupa afeksi (peluk-cium, senyuman, belaian atau tepukan di pundak), pujian (“wah, kamu berhasil merakit mainannya sendiri”) dan aktivitas (ekstra waktu bermain/menonton, ditemani ibu merakit mainan).

Secara alami, reward bisa terjadi atau diciptakan berdasarkan kesepakatan. Ada kalanya, reward perlu diberi bobot lebih untuk membentuk perilaku-perilaku yang diharapkan muncul pada anak. Sebagai contoh, ibu dan anak menyepakati bahwa anak akan mendapatkan reward berupa coklat kesukaannya jika hari ini dia ingat untuk mengerjakan PR tanpa diingatkan.

Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi, psikolog anak dan remaja menjelaskan selain membentuk perilaku, reward juga memiliki manfaat lainnya. Pertama, meningkatkan self-esteem anak, dengan mendapatkan reward pastinya anak akan merasa dirinya telah berhasil mencapai sesuatu sehingga menimbulkan pandangan positif pada dirinya.

“Kedua, mempererat hubungan antara orangtua dan anak, dengan memberikan perhatian lebih banyak pada perilaku baik daripada perilaku buruk maka akan membawa orangtua dan anak ke arah hubungan yang lebih positif,” jelas Vera dalam keterangan tertulis, Kamis (27/10).

Ketiga, Vera mengatakan mendorong anak untuk belajar menguasai keterampilan ataupun kemampuan yang diharapkan. Ia mengatakan bila membahas soal reward, tidak bisa terlepas dari apa yang disebut motivasi.

“Tentunya, motivasi antara orang dewasa dengan anak-anak sangat jauh berbeda. Pada anak, motivasi yang datang dari luar dirinya-lah yang masih dominan. Perilaku anak masih bergantung pada reward atau konsekuensi yang ia dapatkan,” kata Vera.

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pemberian reward efektif dalam membentuk perilaku baik atau perilaku yang diinginkan pada anak:
Reward haruslah sesuatu yang bermakna buat anak, seperti coklat kesukaannya atau aktivitas favoritnya.

Reward bisa variatif bentuknya, tidak melulu material rewards tapi juga dapat diselingi social rewards. Bentuknya dapat disepakati juga dengan anak.

Reward diberikan segera setelah perilaku yang diharapkan muncul agar pola keterkaitannya dapat tercipta erat antara reward dan perilakunya. Hindari menunda reward terlalu lama.

Reward boleh diberikan asal tidak berlebihan sehingga anak merasa terlalu mudah dan akhirnya reward kehilangan maknanya.
Reward dapat dibuat di dalam sistem dimana anak baru akan mendapatkan reward setelah perilaku muncul dalam frekuensi tertentu atau dalam jangka waktu tertentu yang disepakati.

Reward diberikan bersamaan dengan usaha memunculkan motivasi intrinsik di dalam diri anak sehingga tidak selamanya perilaku anak bergantung pada reward eksternal.

Juliana Saputera, Head of Marketing for Kinder South East Asia, mengungkapkan Kinder Joy adalah camilan yang ideal untuk memberikan reward kepada anak atas perilaku baik mereka. Cokelat yang lezat, lembut, dan renyah dengan rasa krim susu yang menjadi favorit anak-anak ini juga dilengkapi dengan berbagai mainan kejutan yang menyenangkan.

“Dengan merakit mainan ini, orang tua dan anak dapat menghabiskan waktu bersama dan memperkuat bonding di antara mereka. Tak hanya itu, memindai setiap mainan akan membuka berbagai permainan dan aktivitas untuk anak-anak di aplikasi Applaydu yang bisa diunduh secara gratis,” ucapnya.

Demi membahagiakan si buah hati, Kinder Joy akan meluncurkan beragam mainan baru pada bulan Oktober yang bertema The World of Magic Castle and Ice World. Melalui edisi ini, Kinder Joy bertujuan untuk memicu kreativitas dan imajinasi melalui aktivitas merakit dan bermain dengan karakter yang berbeda-beda dari dunia Ice World and Magic Castle.

“Semua mainan memiliki fungsionalitas digital tambahan yang dapat diakses melalui aplikasi Applaydu, yang merupakan sebuah aplikasi di mana para pengguna dapat menikmati berbagai permainan dan cerita interaktif,” katanya.

Untuk merayakan peluncuran mainan baru ini, Anda juga dapat mengunjungi acara Kinder Joy yang akan diadakan di Lippo Mall Puri dari tanggal 12 – 13 November 2022. Para pengunjung dapat mengikuti sejumlah kegiatan menarik di acara tersebut, seperti Magic Bouncy Castle and Train Ride, Ice Rock Climbing, DIY Your Own Head Gear, Manicure, Photo Booth, dan masih banyak lagi.(gus)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dukungan orangtua dalam pertumbuhan dan perkembangan anak sangatlah penting, dimana dukungan ini dapat dituangkan melalui berbagai hal. Salah satunya melalui reward, sebuah bentuk apresiasi yang dapat diberikan kepada anak atas pencapaian yang sudah diraih.

Reward juga menjadi peran penting dalam membentuk perilaku anak ke arah yang lebih baik maupun membangun kebiasaan baik anak, mulai dari hal kecil seperti merapikan tempat tidur, menyikat gigi sebelum tidur, mengerjakan tugas sekolah, hingga membantu orangtua membersihkan rumah.

Reward terbagi menjadi dua macam bentuk, material rewards dan social rewards. Material rewards, yaitu reward berupa benda seperti makanan ringan favorit anak, mainan, stiker, atau benda lain yang disukai anak. Sedangkan, social rewards, yang berupa afeksi (peluk-cium, senyuman, belaian atau tepukan di pundak), pujian (“wah, kamu berhasil merakit mainannya sendiri”) dan aktivitas (ekstra waktu bermain/menonton, ditemani ibu merakit mainan).

Secara alami, reward bisa terjadi atau diciptakan berdasarkan kesepakatan. Ada kalanya, reward perlu diberi bobot lebih untuk membentuk perilaku-perilaku yang diharapkan muncul pada anak. Sebagai contoh, ibu dan anak menyepakati bahwa anak akan mendapatkan reward berupa coklat kesukaannya jika hari ini dia ingat untuk mengerjakan PR tanpa diingatkan.

Vera Itabiliana Hadiwidjojo, S.Psi, psikolog anak dan remaja menjelaskan selain membentuk perilaku, reward juga memiliki manfaat lainnya. Pertama, meningkatkan self-esteem anak, dengan mendapatkan reward pastinya anak akan merasa dirinya telah berhasil mencapai sesuatu sehingga menimbulkan pandangan positif pada dirinya.

“Kedua, mempererat hubungan antara orangtua dan anak, dengan memberikan perhatian lebih banyak pada perilaku baik daripada perilaku buruk maka akan membawa orangtua dan anak ke arah hubungan yang lebih positif,” jelas Vera dalam keterangan tertulis, Kamis (27/10).

Ketiga, Vera mengatakan mendorong anak untuk belajar menguasai keterampilan ataupun kemampuan yang diharapkan. Ia mengatakan bila membahas soal reward, tidak bisa terlepas dari apa yang disebut motivasi.

“Tentunya, motivasi antara orang dewasa dengan anak-anak sangat jauh berbeda. Pada anak, motivasi yang datang dari luar dirinya-lah yang masih dominan. Perilaku anak masih bergantung pada reward atau konsekuensi yang ia dapatkan,” kata Vera.

Terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan agar pemberian reward efektif dalam membentuk perilaku baik atau perilaku yang diinginkan pada anak:
Reward haruslah sesuatu yang bermakna buat anak, seperti coklat kesukaannya atau aktivitas favoritnya.

Reward bisa variatif bentuknya, tidak melulu material rewards tapi juga dapat diselingi social rewards. Bentuknya dapat disepakati juga dengan anak.

Reward diberikan segera setelah perilaku yang diharapkan muncul agar pola keterkaitannya dapat tercipta erat antara reward dan perilakunya. Hindari menunda reward terlalu lama.

Reward boleh diberikan asal tidak berlebihan sehingga anak merasa terlalu mudah dan akhirnya reward kehilangan maknanya.
Reward dapat dibuat di dalam sistem dimana anak baru akan mendapatkan reward setelah perilaku muncul dalam frekuensi tertentu atau dalam jangka waktu tertentu yang disepakati.

Reward diberikan bersamaan dengan usaha memunculkan motivasi intrinsik di dalam diri anak sehingga tidak selamanya perilaku anak bergantung pada reward eksternal.

Juliana Saputera, Head of Marketing for Kinder South East Asia, mengungkapkan Kinder Joy adalah camilan yang ideal untuk memberikan reward kepada anak atas perilaku baik mereka. Cokelat yang lezat, lembut, dan renyah dengan rasa krim susu yang menjadi favorit anak-anak ini juga dilengkapi dengan berbagai mainan kejutan yang menyenangkan.

“Dengan merakit mainan ini, orang tua dan anak dapat menghabiskan waktu bersama dan memperkuat bonding di antara mereka. Tak hanya itu, memindai setiap mainan akan membuka berbagai permainan dan aktivitas untuk anak-anak di aplikasi Applaydu yang bisa diunduh secara gratis,” ucapnya.

Demi membahagiakan si buah hati, Kinder Joy akan meluncurkan beragam mainan baru pada bulan Oktober yang bertema The World of Magic Castle and Ice World. Melalui edisi ini, Kinder Joy bertujuan untuk memicu kreativitas dan imajinasi melalui aktivitas merakit dan bermain dengan karakter yang berbeda-beda dari dunia Ice World and Magic Castle.

“Semua mainan memiliki fungsionalitas digital tambahan yang dapat diakses melalui aplikasi Applaydu, yang merupakan sebuah aplikasi di mana para pengguna dapat menikmati berbagai permainan dan cerita interaktif,” katanya.

Untuk merayakan peluncuran mainan baru ini, Anda juga dapat mengunjungi acara Kinder Joy yang akan diadakan di Lippo Mall Puri dari tanggal 12 – 13 November 2022. Para pengunjung dapat mengikuti sejumlah kegiatan menarik di acara tersebut, seperti Magic Bouncy Castle and Train Ride, Ice Rock Climbing, DIY Your Own Head Gear, Manicure, Photo Booth, dan masih banyak lagi.(gus)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/