23 C
Medan
Friday, June 21, 2024

Ada Brownies Krispi dari Ikan Tuna di Sibolga

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Bagi Anda pecinta coklat tentu tak asing lagi dengan brownies. Penganan kaya coklat dengan rasa sangat lezat. Namun, bagaimana ketika brownies itu dibuat dengan berbahan dasar ikan? Tentunya, ini brownies yang tidak biasa.

Adalah Wagini, seorang ibu rumah tangga yang terinspirasi menciptakan brownies berbahan dasar ikan tuna yang diolah kering dan krispi. Berbeda dengan kue brownies yang biasanya dikukus.

Menurut Wagini, brownies krispi tersebut berawal dari anaknya yang tidak suka makan ikan. Ia pun berinovasi membuat olahan kue coklat berbahan dasar ikan tuna yang disukai anak-anak.

Awalnya, dia hanya membuat keripik stik dari ikan alu-alu (baracuda). Kemudian dia pun berkreasi lagi membuat produk baru dari olahan ikan tuna yaitu brownies krispi.

“Brownies ini saya buat kering, berbeda dari brownies lain yang biasanya mengembang seperti kue bolu,” kata Wagini, di rumahnya di Jalan Kom Yos Sudarso, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga, Selasa (7/3/2023).

Wagini kemudian mencoba menawarkan kue hasil olahannya tersebut kepada teman-temannya, dan ternyata mendapat respon positif dan menjadi peluang usaha.

Wagini pun memutuskan memulai usahanya tersebut pada tahun 2020. Usaha kecil-kecilan dari 20 hingga 25 bungkus menggunakan metode pemasaran dari mulut ke mulut (word of mouth).

Wagini mengakui, usaha yang dilakoninya dua tahun belakangan ini tidak luput dari perhatian pemerintah daerah.

Dinas Perindag dan Dinas Koperasi Sibolga membantunya mendapatkan pelatihan, peralatan masak, mesin sealer, hingga mendapat sertifikasi halal dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM).

Berkat pelatihan tersebut, Wagini sekarang berhasil memproduksi beragam varian penganan berbahan dasar ikan dengan label “Kinanti” dengan harga yang dijamin kompetitif.

Produknya antara lain, Stik Ikan Kinanti, Brownies Ikan Crispy Kinanti, Sambal Cumi Kinanti, Kacang Bawang Kinanti, Peyek Cabai Rawit Kinanti, dan Kue Sapit Kinanti.

“Saat ini, produk yang kita pasarkan per hari sebanyak 40 hingga 50 bungkus. Alhamdulillah, produk kita selalu habis,” ungkapnya.

Wagini berkeinginan dapat meningkatkan produksi usaha rumahan yang dimilikinya tersebut, namun terkendala anggaran yang terbatas.

“Jika ada rezeki, saya ingin membeli oven dan mixer yang besar agar bisa memproduksi lebih banyak. Dengan peralatan itu, saya bisa produksi hingga 100 bungkus per hari,” katanya. (mag-5/azw).

SIBOLGA, SUMUTPOS.CO – Bagi Anda pecinta coklat tentu tak asing lagi dengan brownies. Penganan kaya coklat dengan rasa sangat lezat. Namun, bagaimana ketika brownies itu dibuat dengan berbahan dasar ikan? Tentunya, ini brownies yang tidak biasa.

Adalah Wagini, seorang ibu rumah tangga yang terinspirasi menciptakan brownies berbahan dasar ikan tuna yang diolah kering dan krispi. Berbeda dengan kue brownies yang biasanya dikukus.

Menurut Wagini, brownies krispi tersebut berawal dari anaknya yang tidak suka makan ikan. Ia pun berinovasi membuat olahan kue coklat berbahan dasar ikan tuna yang disukai anak-anak.

Awalnya, dia hanya membuat keripik stik dari ikan alu-alu (baracuda). Kemudian dia pun berkreasi lagi membuat produk baru dari olahan ikan tuna yaitu brownies krispi.

“Brownies ini saya buat kering, berbeda dari brownies lain yang biasanya mengembang seperti kue bolu,” kata Wagini, di rumahnya di Jalan Kom Yos Sudarso, Kecamatan Sibolga Kota, Kota Sibolga, Selasa (7/3/2023).

Wagini kemudian mencoba menawarkan kue hasil olahannya tersebut kepada teman-temannya, dan ternyata mendapat respon positif dan menjadi peluang usaha.

Wagini pun memutuskan memulai usahanya tersebut pada tahun 2020. Usaha kecil-kecilan dari 20 hingga 25 bungkus menggunakan metode pemasaran dari mulut ke mulut (word of mouth).

Wagini mengakui, usaha yang dilakoninya dua tahun belakangan ini tidak luput dari perhatian pemerintah daerah.

Dinas Perindag dan Dinas Koperasi Sibolga membantunya mendapatkan pelatihan, peralatan masak, mesin sealer, hingga mendapat sertifikasi halal dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop UKM).

Berkat pelatihan tersebut, Wagini sekarang berhasil memproduksi beragam varian penganan berbahan dasar ikan dengan label “Kinanti” dengan harga yang dijamin kompetitif.

Produknya antara lain, Stik Ikan Kinanti, Brownies Ikan Crispy Kinanti, Sambal Cumi Kinanti, Kacang Bawang Kinanti, Peyek Cabai Rawit Kinanti, dan Kue Sapit Kinanti.

“Saat ini, produk yang kita pasarkan per hari sebanyak 40 hingga 50 bungkus. Alhamdulillah, produk kita selalu habis,” ungkapnya.

Wagini berkeinginan dapat meningkatkan produksi usaha rumahan yang dimilikinya tersebut, namun terkendala anggaran yang terbatas.

“Jika ada rezeki, saya ingin membeli oven dan mixer yang besar agar bisa memproduksi lebih banyak. Dengan peralatan itu, saya bisa produksi hingga 100 bungkus per hari,” katanya. (mag-5/azw).

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/