PBAK UIN Sumatera Utara: Generasi Unggul dalam Ilmu, Teduh dalam Keberagaman dan Rahmat bagi Semesta

Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara melaksanakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi 4.359 mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Pembukaan PBAK digelar di depan Masjid Musannif UIN Sumatera Utara Kampus Tuntungan, Senin (1/9).

Kegiatan rutin tiap tahun ini dibuka Ketua Senat UIN Sumatera Utara Prof. Dr. H. Pagar Hasibuan, M.Ag bersama Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag beserta Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut Brigjen Pol. Tatar Nugroho, S.I.K, S.H, M.H. Turut hadir wakil rektor, kepala biro, dekan, direktur pascasarjana, ketua program studi dan undangan lainnya.

Rektor mengucapkan selamat datang di lingkungan akademik yang menjadi tempat belajar, bertumbuh, berproses dan mempersiapkan masa depan. Sebuah fase untuk membentuk cara berpikir, karakter, kepribadian, kepemimpinan dan
masa depan.

PBAK selama dua hari ini merupakan momentum untuk mengenalkan budaya akademik, nilai-nilai kemahasiswaan, etika, tanggung jawab dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Tema PBAK adalah membentuk generasi unggul dalam ilmu, teduh dalam keberagaman dan rahmat bagi semesta.

Menurut rektor, tema ini adalah cita-cita yang ingin ditanamkan kepada seluruh mahasiswa. “Yang pertama adalah unggul dalam ilmu. Mahasiswa adalah insan akademik. Karena itu, keunggulan pertama yang harus dibangun adalah keunggulan intelektual. Jangan pernah berhenti belajar,” pesan rektor.

Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag mengungkapkan bahwa manusia dijadikan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal. Untuk itu jadilah generasi yang teduh dalam keberagaman. Teduh dalam perkataan, sikap, pergaulan, menyampaikan pendapat dan teduh ketika menghadapi perbedaan.

Rahmat bagi semesta, menurut guru besar UIN Sumatera Utara, mahasiswa adalah bagian dari masyarakat, bangsa dan dunia. Karena itu, ilmu yang saudara peroleh tidak boleh berhenti di ruang kelas. Ilmu harus hadir sebagai solusi.

Pastikan ilmu tersebut membawa manfaat. Inilah makna rahmatan lil ‘alamin. Islam tidak hanya mengajarkan kesalehan individual, tetapi juga mengajarkan tanggung jawab sosial. “Berilmu untuk mengabdi, berprestasi untuk menginspirasi dan berkarakter untuk memberi arti,” tegasnya.

Dihadapan kepala BNNP Sumut, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag menyoroti ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Ancaman Narkoba menyusup ke berbagai lingkungan, termasuk ke lingkungan generasi muda. Narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga merusak akal, masa depan, keluarga dan cita-cita.

Rektor optimis PBAK ini dapat menjadi langkah awal yang baik dalam membangun kehidupan akademik mahasiswa yang berintegritas, produktif, inklusif dan berorientasi
pada kemaslahatan. “Mari kita bersama-sama mewujudkan generasi yang unggul dalam ilmu, teduh dalam keberagaman, kokoh dalam integritas, luhur dalam akhlak dan rahmat bagi semesta,” ujarnya. (dmp)

Universitas Islam Negeri (UIN) Sumatera Utara melaksanakan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) bagi 4.359 mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027. Pembukaan PBAK digelar di depan Masjid Musannif UIN Sumatera Utara Kampus Tuntungan, Senin (1/9).

Kegiatan rutin tiap tahun ini dibuka Ketua Senat UIN Sumatera Utara Prof. Dr. H. Pagar Hasibuan, M.Ag bersama Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag beserta Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut Brigjen Pol. Tatar Nugroho, S.I.K, S.H, M.H. Turut hadir wakil rektor, kepala biro, dekan, direktur pascasarjana, ketua program studi dan undangan lainnya.

Rektor mengucapkan selamat datang di lingkungan akademik yang menjadi tempat belajar, bertumbuh, berproses dan mempersiapkan masa depan. Sebuah fase untuk membentuk cara berpikir, karakter, kepribadian, kepemimpinan dan
masa depan.

PBAK selama dua hari ini merupakan momentum untuk mengenalkan budaya akademik, nilai-nilai kemahasiswaan, etika, tanggung jawab dan semangat pengabdian kepada masyarakat. Tema PBAK adalah membentuk generasi unggul dalam ilmu, teduh dalam keberagaman dan rahmat bagi semesta.

Menurut rektor, tema ini adalah cita-cita yang ingin ditanamkan kepada seluruh mahasiswa. “Yang pertama adalah unggul dalam ilmu. Mahasiswa adalah insan akademik. Karena itu, keunggulan pertama yang harus dibangun adalah keunggulan intelektual. Jangan pernah berhenti belajar,” pesan rektor.

Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag mengungkapkan bahwa manusia dijadikan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar saling mengenal. Untuk itu jadilah generasi yang teduh dalam keberagaman. Teduh dalam perkataan, sikap, pergaulan, menyampaikan pendapat dan teduh ketika menghadapi perbedaan.

Rahmat bagi semesta, menurut guru besar UIN Sumatera Utara, mahasiswa adalah bagian dari masyarakat, bangsa dan dunia. Karena itu, ilmu yang saudara peroleh tidak boleh berhenti di ruang kelas. Ilmu harus hadir sebagai solusi.

Pastikan ilmu tersebut membawa manfaat. Inilah makna rahmatan lil ‘alamin. Islam tidak hanya mengajarkan kesalehan individual, tetapi juga mengajarkan tanggung jawab sosial. “Berilmu untuk mengabdi, berprestasi untuk menginspirasi dan berkarakter untuk memberi arti,” tegasnya.

Dihadapan kepala BNNP Sumut, Prof. Dr. Nurhayati, M.Ag menyoroti ancaman penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Ancaman Narkoba menyusup ke berbagai lingkungan, termasuk ke lingkungan generasi muda. Narkoba tidak hanya merusak kesehatan, tetapi juga merusak akal, masa depan, keluarga dan cita-cita.

Rektor optimis PBAK ini dapat menjadi langkah awal yang baik dalam membangun kehidupan akademik mahasiswa yang berintegritas, produktif, inklusif dan berorientasi
pada kemaslahatan. “Mari kita bersama-sama mewujudkan generasi yang unggul dalam ilmu, teduh dalam keberagaman, kokoh dalam integritas, luhur dalam akhlak dan rahmat bagi semesta,” ujarnya. (dmp)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru