Cegah Penyakit Pasca-Banjir, Tim Vokasi USU Latih Warga Tanjung Gusta Cek Air Pakai Alat pH Digital

MEDAN – Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Vokasi Universitas Sumatera Utara (USU) menciptakan alat ukur pH digital berbasis Arduino Uno guna mengatasi ancaman kontaminasi air pasca-banjir di Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia. Langkah ini diambil setelah uji sampel air sumur warga di lokasi tersebut menunjukkan tingkat pH berada di angka 5,9 hingga 6,1, yang berarti terlalu asam dan berada di bawah batas aman Kementerian Kesehatan (6,5–8,5).

Banjir besar yang merendam pemukiman warga Tanjung Gusta pada November 2025 lalu menyisakan risiko kesehatan terselubung. Mayoritas masyarakat setempat sejauh ini masih mengandalkan kejernihan visual secara kasat mata untuk menentukan kelayakan air minum, padahal air yang jernih belum tentu aman dikonsumsi jika tingkat keasamannya tidak memenuhi standar baku mutu kesehatan.

Guna memutus rantai risiko penyakit bawaan air (water-borne diseases), tim pengabdian USU yang diketuai oleh Dona Tiara Lubis, S.T., M.T., bersama Juli Novita Sari, S.Si., M.Sc., dan Subhan Fahmi Nasution, S.Si., M.Si., menggelar pelatihan praktis di Yayasan Al-Yahdi Medan, Tanjung Gusta. Kegiatan yang melibatkan mahasiswa Fakultas Vokasi USU ini menyasar para guru, siswa, hingga orang tua murid.

Selain memperkenalkan alat ukur pH digital rakitan laboratorium USU, tim juga mendistribusikan kertas lakmus sebagai indikator pH visual. Warga diajak melakukan pengujian langsung (hands-on) terhadap berbagai sampel air lokal di wilayah tersebut.

“Berdasarkan standar Kementerian Kesehatan RI, air yang aman dikonsumsi harus memiliki rentang pH netral antara 6,5 hingga 8,5. Pasca-banjir, resapan limbah dapat membuat pH air bergeser terlalu asam atau terlalu basa yang berpotensi memicu gangguan pencernaan dan masalah kesehatan jangka panjang,” ujar Ketua Tim Pengabdian USU, Dona Tiara Lubis.

Intervensi edukasi ini terbukti efektif meningkatkan literasi kesehatan lingkungan warga setempat. Berdasarkan evaluasi tim, pemahaman dan keterampilan peserta pelatihan melonjak signifikan, dari rata-rata nilai pretest sebesar 43,8 menjadi 87,0 pada saat posttest.

“Melalui pendampingan ini, kami berharap warga tidak hanya pasrah dengan kondisi air setelah banjir, tetapi mampu menguji kualitas airnya secara mandiri serta paham tindakan apa yang harus dilakukan sebelum mengonsumsinya,” tambah Dona.

Program yang didanai melalui Hibah Pengabdian Perintis Fakultas Vokasi USU T.A. 2026 ini merupakan wujud kontribusi nyata akademisi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta poin ke-6 (Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak).

Selain menyerahkan unit alat ukur pH digital dan buku panduan praktis, tim dosen dan mahasiswa Fakultas Vokasi USU berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan berkala guna memastikan keberlanjutan pemanfaatan alat di tingkat komunitas. Melalui inovasi ini, warga Tanjung Gusta kini memiliki sistem deteksi dini mandiri yang siap diandalkan, terutama saat memasuki musim penghujan. (adz)

MEDAN – Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Vokasi Universitas Sumatera Utara (USU) menciptakan alat ukur pH digital berbasis Arduino Uno guna mengatasi ancaman kontaminasi air pasca-banjir di Kelurahan Tanjung Gusta, Kecamatan Medan Helvetia. Langkah ini diambil setelah uji sampel air sumur warga di lokasi tersebut menunjukkan tingkat pH berada di angka 5,9 hingga 6,1, yang berarti terlalu asam dan berada di bawah batas aman Kementerian Kesehatan (6,5–8,5).

Banjir besar yang merendam pemukiman warga Tanjung Gusta pada November 2025 lalu menyisakan risiko kesehatan terselubung. Mayoritas masyarakat setempat sejauh ini masih mengandalkan kejernihan visual secara kasat mata untuk menentukan kelayakan air minum, padahal air yang jernih belum tentu aman dikonsumsi jika tingkat keasamannya tidak memenuhi standar baku mutu kesehatan.

Guna memutus rantai risiko penyakit bawaan air (water-borne diseases), tim pengabdian USU yang diketuai oleh Dona Tiara Lubis, S.T., M.T., bersama Juli Novita Sari, S.Si., M.Sc., dan Subhan Fahmi Nasution, S.Si., M.Si., menggelar pelatihan praktis di Yayasan Al-Yahdi Medan, Tanjung Gusta. Kegiatan yang melibatkan mahasiswa Fakultas Vokasi USU ini menyasar para guru, siswa, hingga orang tua murid.

Selain memperkenalkan alat ukur pH digital rakitan laboratorium USU, tim juga mendistribusikan kertas lakmus sebagai indikator pH visual. Warga diajak melakukan pengujian langsung (hands-on) terhadap berbagai sampel air lokal di wilayah tersebut.

“Berdasarkan standar Kementerian Kesehatan RI, air yang aman dikonsumsi harus memiliki rentang pH netral antara 6,5 hingga 8,5. Pasca-banjir, resapan limbah dapat membuat pH air bergeser terlalu asam atau terlalu basa yang berpotensi memicu gangguan pencernaan dan masalah kesehatan jangka panjang,” ujar Ketua Tim Pengabdian USU, Dona Tiara Lubis.

Intervensi edukasi ini terbukti efektif meningkatkan literasi kesehatan lingkungan warga setempat. Berdasarkan evaluasi tim, pemahaman dan keterampilan peserta pelatihan melonjak signifikan, dari rata-rata nilai pretest sebesar 43,8 menjadi 87,0 pada saat posttest.

“Melalui pendampingan ini, kami berharap warga tidak hanya pasrah dengan kondisi air setelah banjir, tetapi mampu menguji kualitas airnya secara mandiri serta paham tindakan apa yang harus dilakukan sebelum mengonsumsinya,” tambah Dona.

Program yang didanai melalui Hibah Pengabdian Perintis Fakultas Vokasi USU T.A. 2026 ini merupakan wujud kontribusi nyata akademisi dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3 (Kehidupan Sehat dan Sejahtera) serta poin ke-6 (Akses Air Bersih dan Sanitasi Layak).

Selain menyerahkan unit alat ukur pH digital dan buku panduan praktis, tim dosen dan mahasiswa Fakultas Vokasi USU berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan berkala guna memastikan keberlanjutan pemanfaatan alat di tingkat komunitas. Melalui inovasi ini, warga Tanjung Gusta kini memiliki sistem deteksi dini mandiri yang siap diandalkan, terutama saat memasuki musim penghujan. (adz)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru