29 C
Medan
Saturday, April 4, 2026

Trump Tunjuk Jaksa Konservatif Jadi Ketua MA

Selain San Francisco, ada sekitar 300 kota suaka di AS. Seperti San Francisco, kota-kota itu bakal kompak melawan kebijakan imigrasi Trump. Dalam perintah eksekutifnya, suami Melania Knauss tersebut mengimbau seluruh kota suaka berhenti menampung imigran dan pengungsi. Mereka juga harus mendeportasi para imigran dan pencari suaka yang tidak mengantongi dokumen lengkap.

Namun, Trump bergeming dengan maraknya gugatan terhadapnya. Presiden pertama AS yang tidak punya latar belakang politik maupun militer itu santai menghadapi gugatan. Sesantai saat dia masih murni menjadi pebisnis. Sebab, biasanya kasus-kasus hukum tersebut akan beres di tangan tim pengacara atau kuasa hukumnya. Kali ini pun, Trump maju terus dengan agenda politisnya.

Sebanyak 42 gugatan yang mencantumkan nama Trump itu belum termasuk gugatan-gugatan sebelum presiden ke-45 AS tersebut dilantik. Salah satunya adalah gugatan yang dilayangkan sekelompok perempuan korban pelecehan seksual Trump. Gugatan itu diajukan saat Trump masih sibuk mengampanyekan pencalonannya sebagai presiden di hampir seluruh negara bagian AS.

Dalam laporannya kemarin (1/2), CNN mengungkapkan bahwa Trump telah melampaui rekor Obama dalam hal gugatan. Dulu, dalam 11 hari pemerintahannya, Obama mendapatkan 11 gugatan. Sebagian besar adalah gugatan yang berkaitan dengan tempat lahir tokoh 55 tahun tersebut. Saat itu banyak yang ragu Obama lahir di wilayah AS.

Sementara itu, ayah Ivanka tersebut mengumumkan penunjukan Neil Gorsuch sebagai ketua Mahkamah Agung (MA). Jika direstui Senat, jaksa 49 tahun itu akan menggantikan posisi Antonin Scalia yang meninggal pada Februari 2016. Namun, tampaknya, pria asal Kota Denver, Negara Bagian Colorado, tersebut bakal menghadapi perlawanan sengit dari senator Partai Demokrat.

Seperti mendiang Scalia, Gorsuch dikenal kolot dan konservatif. Bila Trump sukses menjadikannya sebagai pemimpin MA, Gorsuch akan tercatat sebagai ketua MA termuda di sepanjang sejarah AS. Pada Selasa lalu, Trump sengaja mengundang Gorsuch dan istrinya ke Gedung Putih sebelum mengumumkan penunjukannya. ’’Ini dia. Ini dia. Apakah kalian terkejut? Iyakah?’’ ujar Trump di East Room. Gorsuch pun tersenyum. (AFP/Reuters/BBC/CNN/hep/c14/any/jpg)

Selain San Francisco, ada sekitar 300 kota suaka di AS. Seperti San Francisco, kota-kota itu bakal kompak melawan kebijakan imigrasi Trump. Dalam perintah eksekutifnya, suami Melania Knauss tersebut mengimbau seluruh kota suaka berhenti menampung imigran dan pengungsi. Mereka juga harus mendeportasi para imigran dan pencari suaka yang tidak mengantongi dokumen lengkap.

Namun, Trump bergeming dengan maraknya gugatan terhadapnya. Presiden pertama AS yang tidak punya latar belakang politik maupun militer itu santai menghadapi gugatan. Sesantai saat dia masih murni menjadi pebisnis. Sebab, biasanya kasus-kasus hukum tersebut akan beres di tangan tim pengacara atau kuasa hukumnya. Kali ini pun, Trump maju terus dengan agenda politisnya.

Sebanyak 42 gugatan yang mencantumkan nama Trump itu belum termasuk gugatan-gugatan sebelum presiden ke-45 AS tersebut dilantik. Salah satunya adalah gugatan yang dilayangkan sekelompok perempuan korban pelecehan seksual Trump. Gugatan itu diajukan saat Trump masih sibuk mengampanyekan pencalonannya sebagai presiden di hampir seluruh negara bagian AS.

Dalam laporannya kemarin (1/2), CNN mengungkapkan bahwa Trump telah melampaui rekor Obama dalam hal gugatan. Dulu, dalam 11 hari pemerintahannya, Obama mendapatkan 11 gugatan. Sebagian besar adalah gugatan yang berkaitan dengan tempat lahir tokoh 55 tahun tersebut. Saat itu banyak yang ragu Obama lahir di wilayah AS.

Sementara itu, ayah Ivanka tersebut mengumumkan penunjukan Neil Gorsuch sebagai ketua Mahkamah Agung (MA). Jika direstui Senat, jaksa 49 tahun itu akan menggantikan posisi Antonin Scalia yang meninggal pada Februari 2016. Namun, tampaknya, pria asal Kota Denver, Negara Bagian Colorado, tersebut bakal menghadapi perlawanan sengit dari senator Partai Demokrat.

Seperti mendiang Scalia, Gorsuch dikenal kolot dan konservatif. Bila Trump sukses menjadikannya sebagai pemimpin MA, Gorsuch akan tercatat sebagai ketua MA termuda di sepanjang sejarah AS. Pada Selasa lalu, Trump sengaja mengundang Gorsuch dan istrinya ke Gedung Putih sebelum mengumumkan penunjukannya. ’’Ini dia. Ini dia. Apakah kalian terkejut? Iyakah?’’ ujar Trump di East Room. Gorsuch pun tersenyum. (AFP/Reuters/BBC/CNN/hep/c14/any/jpg)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru