30.5 C
Medan
Thursday, July 18, 2024

Bantuan Siswa Miskin Dipotong 50 Persen

BELAWAN-Sejumlah wali murid SDN 060969 di Jalan Cimanuk, Kecamatan Medan Belawan, Senin (1/4) kemarin, mengeluhkan adanya pemotongan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) di sekolah tersebut. Menurut mereka pemotongan bantuan lebih dari 50 persen itu diduga dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah (Kasek) dengan alasan tak jelas.

Beberapa wali murid mengaku, pemotongan dana BSM itu sudah terjadi sejak tahun lalu. Per siswa yang semestinya menerima Rp360 ribu, hanya memperoleh dana BSM sebesar Rp75 per triwulan. “Kami semula tidak tahu kalau jumlah uang segitu, belakangan baru kami mengetahuinya. Tapi
kenapa yang dikasih ke orangtua hanya Rp75 ribu,” keluh JH Manurung.

Meski telah mengetahui terjadinya pemotongan bantuan yang diperuntukan bagi siswa, tapi para orangtua siswa tidak berani mengungkapkan pungli tersebut karena mereka mengaku takut nantinya akan mempengaruhi nilai anak-anak mereka yang belajar di sekolah mereka.

Perihal serupa juga diutarakan seorang wali murid lainnya. Menurut istri dari seorang nelayan tradisional di Belawan ini menyebutkan, sepengetahuannya pemotongan dana BSM itu dengan alasan untuk biaya operasional. “Tentunya kalau dipotong sebesar itu, siapa yang Ikhlas? Apalagi dana  yang dipotong penggunannya tidak jelas,” ungkap wanita yang minta namanya untuk tidak dikorankan ini.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 060969 Ainun Mardiah Spd saat dikonfirmasi wartawan koran ini terkait dugaan pemotongan terhadap dana BSM tidak dapat ditemui. Namun menurut informasi diperoleh, dugaan pemangkasan dana BSM para siswa tersebut sebelumnya sudah disepakati oleh wali murid dengan pihak sekolah untuk menentukan jumlah kutipan yang akan dibebankan.(rul)

BELAWAN-Sejumlah wali murid SDN 060969 di Jalan Cimanuk, Kecamatan Medan Belawan, Senin (1/4) kemarin, mengeluhkan adanya pemotongan dana Bantuan Siswa Miskin (BSM) di sekolah tersebut. Menurut mereka pemotongan bantuan lebih dari 50 persen itu diduga dilakukan oleh oknum Kepala Sekolah (Kasek) dengan alasan tak jelas.

Beberapa wali murid mengaku, pemotongan dana BSM itu sudah terjadi sejak tahun lalu. Per siswa yang semestinya menerima Rp360 ribu, hanya memperoleh dana BSM sebesar Rp75 per triwulan. “Kami semula tidak tahu kalau jumlah uang segitu, belakangan baru kami mengetahuinya. Tapi
kenapa yang dikasih ke orangtua hanya Rp75 ribu,” keluh JH Manurung.

Meski telah mengetahui terjadinya pemotongan bantuan yang diperuntukan bagi siswa, tapi para orangtua siswa tidak berani mengungkapkan pungli tersebut karena mereka mengaku takut nantinya akan mempengaruhi nilai anak-anak mereka yang belajar di sekolah mereka.

Perihal serupa juga diutarakan seorang wali murid lainnya. Menurut istri dari seorang nelayan tradisional di Belawan ini menyebutkan, sepengetahuannya pemotongan dana BSM itu dengan alasan untuk biaya operasional. “Tentunya kalau dipotong sebesar itu, siapa yang Ikhlas? Apalagi dana  yang dipotong penggunannya tidak jelas,” ungkap wanita yang minta namanya untuk tidak dikorankan ini.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 060969 Ainun Mardiah Spd saat dikonfirmasi wartawan koran ini terkait dugaan pemotongan terhadap dana BSM tidak dapat ditemui. Namun menurut informasi diperoleh, dugaan pemangkasan dana BSM para siswa tersebut sebelumnya sudah disepakati oleh wali murid dengan pihak sekolah untuk menentukan jumlah kutipan yang akan dibebankan.(rul)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/