Upaya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Medan mendekatkan pelayanan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) kepada masyarakat melalui program Pojok Pajak membuahkan hasil positif.
Selama pelaksanaan Pojok Pajak pada 21-30 September 2026, sebanyak 1.493 wajib pajak memanfaatkan layanan yang dibuka di tiga lokasi, yakni Brastagi Supermarket Gatot Subroto, Brastagi Supermarket Tiara, dan RCW City Walk Ringroad.
Dari pelayanan di tiga lokasi tersebut, Bapenda Kota Medan berhasil menghimpun penerimaan PBB sebesar Rp2.539.077.177 atau sekitar Rp2,53 miliar.
Kepala Bapenda Kota Medan M Agha Novrian mengapresiasi antusiasme masyarakat yang memanfaatkan layanan tersebut. Sebab, partisipasi wajib pajak menunjukkan semakin tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh masyarakat Kota Medan yang telah menjadi wajib pajak yang taat dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan Kota Medan melalui pembayaran PBB,” ujar Agha Novrian.
Ia menambahkan, kepatuhan membayar pajak merupakan salah satu bentuk kontribusi masyarakat dalam mendukung pembangunan daerah.
“Setiap pajak yang dibayarkan masyarakat memiliki arti penting bagi pembangunan Kota Medan. Karena itu, kami mengajak seluruh wajib pajak untuk terus mempertahankan kepatuhan dan membayar kewajiban pajaknya tepat waktu,” katanya.
Menurut Agha, capaian Rp2,53 miliar tersebut juga menunjukkan bahwa kehadiran layanan perpajakan di lokasi yang dekat dengan pusat aktivitas masyarakat dapat memberikan kemudahan bagi wajib pajak.
Karena itu, Bapenda Medan berkomitmen terus menghadirkan inovasi pelayanan yang mudah dan dekat dengan masyarakat. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus mendorong kesadaran wajib pajak untuk memenuhi kewajibannya.
“Bapenda Kota Medan akan terus berupaya menghadirkan pelayanan yang mudah, dekat, dan memberikan kemudahan bagi masyarakat,” ujarnya.
Bapenda Medan pun mengajak masyarakat untuk membayar PBB tepat waktu. Penerimaan dari pajak daerah selanjutnya menjadi salah satu sumber pembiayaan pembangunan dan pelayanan publik di Kota Medan. (map/ila)

