Cegah Stunting

Ketua DPRD Medan Ingatkan Pemko: Maksimalkan P-APBD 2026

MEDAN – Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen mengingatkan Pemerintah Kota (Pemko) Medan agar mengoptimalkan pelaksanaan program dan serapan anggaran setelah kesepakatan bersama terkait Perubahan APBD (P-APBD) Tahun Anggaran 2026.

Wong mengatakan, DPRD Medan telah memberikan sejumlah catatan dalam pembahasan P-APBD, terutama terkait percepatan pembangunan serta manfaat program yang harus dirasakan langsung masyarakat.

“Realisasi dan serapan anggaran itu sudah kita sampaikan juga dalam catatan pembahasan P-APBD. Sebab kita tidak ingin penambahan anggaran yang berlangsung saat ini justru tidak maksimal dan malah menjadi SiLPA. Makanya kita ingatkan lewat catatan-catatan itu,” ujar Wong Chun Sen, Kamis (1/10/2026).

Menurut Wong, sejumlah sektor menjadi perhatian DPRD Medan dalam P-APBD 2026. Di antaranya pendidikan, kesehatan, penanganan banjir, infrastruktur hingga penyaluran bantuan sosial (bansos).

Khusus bansos, ia meminta Pemko Medan melakukan verifikasi dan pemutakhiran data penerima. Langkah tersebut penting agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang memenuhi kriteria.

“Untuk bansos, kita sudah meminta Pemko Medan untuk memverifikasi ulang data penerima bantuan sehingga tepat sasaran. Beberapa kejadian terkait bansos harus menjadi bahan evaluasi Pemko Medan. Dan itu juga menjadi fokus kami sebagai lembaga pengawas,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas dalam setiap program yang dijalankan Pemko Medan, terutama pembangunan infrastruktur dan penanganan banjir.

Menurutnya, persoalan banjir masih menjadi keluhan masyarakat di sejumlah wilayah. Karena itu, penanganan banjir perlu dilakukan secara lebih optimal agar aktivitas warga tidak terganggu ketika hujan turun.

“Banjir ini selalu dikeluhkan masyarakat, kita ingin penanganan banjir ke depan lebih optimal lagi. Sehingga masyarakat tidak was-was lagi ketika hujan turun,” ujarnya.

Selain banjir, kondisi jalan juga menjadi perhatian DPRD Medan. Wong menilai sejumlah ruas jalan di inti kota sudah relatif baik, namun masih terdapat wilayah yang membutuhkan perhatian lebih, khususnya kawasan Medan Utara.

“Di inti kota kita lihat kondisinya sudah baik, tapi di beberapa wilayah seperti Medan Utara masih banyak dikeluhkan masyarakat. Harapannya di P-APBD ini sebagian bisa dikerjakan secara bertahap,” tegasnya.

Wong memastikan DPRD Medan akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program yang telah disepakati dalam P-APBD 2026. Pengawasan dilakukan agar penambahan anggaran benar-benar diterjemahkan dalam program yang dapat dirasakan masyarakat.

“Tujuan utama dari setiap program Pemko Medan adalah kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, utamakan pengerjaan yang berdampak langsung dengan masyarakat. Karena penambahan anggaran ini dilakukan agar Pemko Medan bisa lebih maksimal menjalankan program, jadi manfaatkan dengan baik dan tepat sasaran,” pungkasnya. (map/ila)

MEDAN – Ketua DPRD Kota Medan Wong Chun Sen mengingatkan Pemerintah Kota (Pemko) Medan agar mengoptimalkan pelaksanaan program dan serapan anggaran setelah kesepakatan bersama terkait Perubahan APBD (P-APBD) Tahun Anggaran 2026.

Wong mengatakan, DPRD Medan telah memberikan sejumlah catatan dalam pembahasan P-APBD, terutama terkait percepatan pembangunan serta manfaat program yang harus dirasakan langsung masyarakat.

“Realisasi dan serapan anggaran itu sudah kita sampaikan juga dalam catatan pembahasan P-APBD. Sebab kita tidak ingin penambahan anggaran yang berlangsung saat ini justru tidak maksimal dan malah menjadi SiLPA. Makanya kita ingatkan lewat catatan-catatan itu,” ujar Wong Chun Sen, Kamis (1/10/2026).

Menurut Wong, sejumlah sektor menjadi perhatian DPRD Medan dalam P-APBD 2026. Di antaranya pendidikan, kesehatan, penanganan banjir, infrastruktur hingga penyaluran bantuan sosial (bansos).

Khusus bansos, ia meminta Pemko Medan melakukan verifikasi dan pemutakhiran data penerima. Langkah tersebut penting agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang memenuhi kriteria.

“Untuk bansos, kita sudah meminta Pemko Medan untuk memverifikasi ulang data penerima bantuan sehingga tepat sasaran. Beberapa kejadian terkait bansos harus menjadi bahan evaluasi Pemko Medan. Dan itu juga menjadi fokus kami sebagai lembaga pengawas,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan itu menegaskan, kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas dalam setiap program yang dijalankan Pemko Medan, terutama pembangunan infrastruktur dan penanganan banjir.

Menurutnya, persoalan banjir masih menjadi keluhan masyarakat di sejumlah wilayah. Karena itu, penanganan banjir perlu dilakukan secara lebih optimal agar aktivitas warga tidak terganggu ketika hujan turun.

“Banjir ini selalu dikeluhkan masyarakat, kita ingin penanganan banjir ke depan lebih optimal lagi. Sehingga masyarakat tidak was-was lagi ketika hujan turun,” ujarnya.

Selain banjir, kondisi jalan juga menjadi perhatian DPRD Medan. Wong menilai sejumlah ruas jalan di inti kota sudah relatif baik, namun masih terdapat wilayah yang membutuhkan perhatian lebih, khususnya kawasan Medan Utara.

“Di inti kota kita lihat kondisinya sudah baik, tapi di beberapa wilayah seperti Medan Utara masih banyak dikeluhkan masyarakat. Harapannya di P-APBD ini sebagian bisa dikerjakan secara bertahap,” tegasnya.

Wong memastikan DPRD Medan akan terus melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program yang telah disepakati dalam P-APBD 2026. Pengawasan dilakukan agar penambahan anggaran benar-benar diterjemahkan dalam program yang dapat dirasakan masyarakat.

“Tujuan utama dari setiap program Pemko Medan adalah kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, utamakan pengerjaan yang berdampak langsung dengan masyarakat. Karena penambahan anggaran ini dilakukan agar Pemko Medan bisa lebih maksimal menjalankan program, jadi manfaatkan dengan baik dan tepat sasaran,” pungkasnya. (map/ila)

Artikel Terkait

Cegah Stunting

Terpopuler

Artikel Terbaru