Ketua Tim Penggerak PKK Kota Medan Airin Rico Waas menyambut baik upaya yang telah dilakukan oleh Yayasan Peduli Anak Dengan HIV/AIDS (YP ADHA) dalam mendampingi dan mengadvokasi pemerintah dan berbagai pihak dalam menangani permasalahan terkait ADHA, khususnya di Kota Medan.
Penegasan ini disampaikan Airin Rico Waas saat menerima audiensi YP ADHA bersama Dinas Kesehatan Kota Medan dan DP3APMP2KB Kota Medan di rumah dinas wali Kota Medan beberapa waktu lalu.
Hadir dalam pertemuan ini Ketua YP ADHA Dr. Saurma MGP Siahaan, M.I.Kom, IAPR didampingi Erwin, S.Kom (sekretaris) dan Priasih (bendahara). Turut hadir hadir Vianti Dewi Nasution (Plt Kadis DP3APMP2KB Kota Medan) dan dr. Sereivia Faradillah (Kabid P2P Dinas Kesehatan Kota Medan).
Airin Rico Waas mengatakan memutus mata rantai penularan HIV/AIDS tidak cukup hanya melalui pengobatan. Untuk itu diperlukan edukasi yang benar, deteksi dini dan penghapusan stigma ditengah masyarakat juga menjadi bagian penting dari upaya perlindungan, terutama bagi anak-anak dan keluarga terdampak. “Saya mengajak YP ADHA untuk memperluas sinergitas dalam penanganan HIV/AIDS di Kota Medan,” tegas istri wali Kota Medan tersebut.
Ia mengatakan bahwa Pemko Medan melalui dinas kesehatan telah menyediakan layanan pengobatan gratis bagi masyarakat. Namun, upaya penanganan HIV/AIDS juga harus dibarengi dengan edukasi yang tepat agar masyarakat memahami cara penularannya dan tidak memberikan stigma atau perlakuan diskriminatif kepada orang yang hidup dengan HIV/AIDS.
Untuk itu, ia meminta sosialisasi dan pemeriksaan dini perlu terus digencarkan. Terutama bagi kelompok yang membutuhkan perhatian khusus, seperti ibu hamil, perempuan dan calon pengantin.
“Semua ibu hamil perlu menjalani pemeriksaan atau skrining HIV/AIDS. Begitu juga calon pengantin. Edukasi ini penting agar penularan bisa dicegah sejak dini,” ujarnya.
Istri wali Kota Medan ini menambahkan bahwa masih banyak masyarakat yang memiliki pemahaman keliru mengenai HIV/AIDS sehingga menimbulkan ketakutan dan stigma. Padahal, menurutnya, pemahaman yang benar mengenai cara penularan menjadi salah satu kunci dalam upaya pencegahan.
Airin Rico Waas mengapresiasi kehadiran YP ADHA yang selama ini memberikan pendampingan kepada anak-anak dengan HIV/AIDS beserta keluarganya. Ke depan, kolaborasi dapat dilakukan melalui edukasi di media sosial maupun sosialisasi langsung ke masyarakat.
Ketua Tim Penggerak PKK Kota Medan mendorong agar sosialisasi melibatkan kader Posyandu dan Pokja PKK. Dengan demikian, edukasi dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat lingkungan, sekaligus meningkatkan pemahaman mengenai pencegahan penularan HIV/AIDS. “Kita berharap melalui kerja sama ini, upaya pencegahan dan penekanan angka HIV/AIDS di Kota Medan dapat berjalan lebih baik,” katanya.
Sementara itu Ketua YP ADHA Dr. Saurma MGP Siahaan, M.I.Kom, IAPR didampingi Erwin, S.Kom (sekretaris) dan Priasih (bendahara) memberi penghargaan atas perhatian Airin Rico Waas tersebut. Ia juga menyatakan siap bekerja sama untuk edukasi dan hal meminimalisir stigma dan diskriminasi dimaksud pada seluruh kecamatan di Kota Medan.
Dr. Saurma MGP Siahaan, M.I.Kom, IAPR menjelaskan bagaimana visi, misi dan kegiatan YP ADHA selama ini dalam pendampingan ADHA sekaligus mendiskusikan berbagai persoalan yang dihadapi ADHA, khususnya di Kota Medan. Ia berharap agar tidak muncul lagi ADHA baru setelah dilaksanakannya beberapa program diantaranya screening ibu hamil.
Ketua YP ADHA mengutarakan bahwa yayasan tersebut merupakan lembaga kesejahteraan sosial nirlaba yang berfokus pada pendampingan, pemenuhan hak dan pemberian dukungan sosial bagi anak-anak dengan HIV/AIDS serta keluarga yang terdampak.
Saat ini, lanjutnya, YP ADHA mendampingi 58 anak dengan HIV/AIDS di Sumut. Sebagian diantaranya telah beranjak remaja. Bahkan ada yang sudah berusia di atas 18 tahun dan sudah menikah.
Persoalan yang dihadapi anak-anak dengan HIV/AIDS membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Karena itu, pihaknya ingin membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah, komunitas dan masyarakat agar pendampingan serta edukasi dapat berjalan lebih luas.
“Kami berpikir harus berkolaborasi dan mengajak semua pihak. Kami merupakan pelaksana yang mendampingi anak-anak dengan HIV/AIDS. Harapannya, melalui kerja sama ini, semakin banyak pihak yang ikut memberikan perhatian dan dukungan,” ungkap Dr. Saurma MGP Siahaan, M.I.Kom, IAPR.
Dosen Universitas Sari Mutiara (USM) Indonesia ini juga berharap Pemko Medan dapat mendukung kegiatan YP ADHA. Termasuk rencana pelaksanaan peringatan Hari AIDS se-dunia pada bulan November ini sebagai momentum meningkatkan kepedulian dan kesadaran masyarakat terhadap HIV/AIDS. (dmp)

