Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag Buka Kongres XIV AFEBI, Dorong Rekonstruksi Kebijakan Ekonomi Nasional & Penguatan Ekonomi Regional

Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) menggelar Kongres XIV Tahun 2026 di Hotel Le Polonia Medan, Kamis (5/11). Kongres mengusung tema: Rekonstruksi Arah Kebijakan Strategis Nasional untuk Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi Regional Berkelanjutan.

Dalam pertemuan nasional ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (FEBI UIN) Sumatera Utara dipimpin Prof. Dr. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A menjadi tuan rumah kongres tersebut.

Kongres dilaksanakan pada 4-7 November 2026 ini diikuti pimpinan fakultas ekonomi dari 63 perguruan tinggi se-Indonesia. Kongres AFEBI ini menjadi momentum memperkuat sinergi akademisi, pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong pembangunan ekonomi Indonesia. Pada kegiatan ini juga dilakukan peluncuran AFEBI Research Institute sebagai wadah penelitian dan penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis bukti yang menghubungkan akademisi, pemerintah dan industri.

Forum nasional yang dihadiri Menteri Koperasi Dr. Ferry Juliantono, M.Si diwakili Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi Henra Saragih, S.H, M.H dan Gubsu H. Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E, M.M diwakili Staf ahli Gubernur Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat Ir. Alfi Syahriza, S.T, M.Eng. Sc.

Turut hadir Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian Dr. Ferry Irawan, M.S.E, Direktur Eksekutif Kadin Indonesia Pipin Moh. Saeful Arifin, Ketua Dewan Eksekutif Lamemba Prof. Dr. Ina Primiana.

Hadir juga Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag, Ketua Dewan Pengurus Nasional AFEBI Prof. Dr. Aurik Gustomo, M.T, Ketua AFEBI Research Institute Prof. Irfan Syauqi Beik, M.Sc, Ec, Perwakilan AACSB International Lyan Chen dan Hana Zainoldin, Dekan FEBI UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A beserta para dekan fakultas ekonomi se-Indonesia dan undangan lainnya.

Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag saat membuka kongres menyampaikan bahwa Kongres AFEBI memiliki arti strategis ditengah dinamika ekonomi global, transformasi digital, perkembangan kecerdasan artifisial, serta tuntutan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan berkompetensi akademik, tetapi juga harus menjadi pusat pengembangan pemikiran, inovasi, penelitian dan solusi konkret bagi persoalan ekonomi masyarakat.

Karena itu, ia meminta AFEBI diharapkan memperkuat kolaborasi antar-fakultas ekonomi dan bisnis dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi serta kontribusi terhadap pembangunan nasional. Untuk itu, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag menegaskan komitmen mengintegrasikan keunggulan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman dan tanggung jawab sosial.

Kemajuan ekonomi, menurut rektor, tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan statistik. Tetapi juga dari keadilan, pemerataan kesempatan, kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan kehidupan.
Ia juga menilai kolaborasi fakultas ekonomi dan bisnis dengan fakultas ekonomi dan bisnis Islam menjadi kekuatan penting untuk membangun ekosistem pendidikan ekonomi yang inklusif, inovatif dan berdaya saing global.

Sementara itu menteri koperasi dalam pemaparan yang disampaikan Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi Henra Saragih, S.H, M.H menekankan pentingnya koperasi sebagai platform masa depan ekonomi kerakyatan.

Koperasi dinilai memiliki peran strategis sebagai wadah wirausaha kolektif, mesin pencipta lapangan kerja dan penggerak ekonomi daerah. Khususnya dalam memperkuat UMKM dan pemerataan kesejahteraan.

Menteri menjelaskan bahwa koperasi sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong kemandirian bangsa, pengembangan ekonomi produktif, penciptaan lapangan kerja berkualitas, peningkatan daya saing serta pembangunan dari desa dan wilayah pinggiran. Koperasi juga berperan menyediakan akses usaha, pembiayaan, dan layanan yang meningkatkan kesejahteraan anggota.

Kedepan, ia menegaskan bahwa penguatan koperasi diarahkan melalui perluasan keanggotaan nasional, integrasi platform digital, akses pembiayaan dan inkubasi serta pengembangan usaha berbasis komunitas. Ia turut mencontohkan koperasi generasi muda di bidang perfilman dan pengembangan game edukasi sebagai model ekonomi kreatif yang dapat membuka peluang usaha baru.

Gubsu dalam sambutan yang dibacakan Ir. Alfi Syahriza, S.T, M.Eng. Sc mengutarakan bahwa pertumbuhan ekonomi harus mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi kemiskinan dan memperluas pemerataan kesejahteraan. Sumut, kata gubernur, memiliki potensi besar dari sektor pertanian, perkebunan, industri pengolahan, perdagangan, pariwisata hingga ekonomi kreatif.

Petinggi Pemprovsu ini menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumut pada triwulan II 2026 mencapai 5,06 persen. Hal ini meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,98 persen. Sementara realisasi investasi hingga triwulan III 2026 mencapai Rp.37 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 64.656 orang.

Meski menunjukkan perkembangan positif, kata Gubsu, pemerintah daerah menghadapi tantangan berupa peningkatan nilai tambah komoditas unggulan, penguatan hilirisasi, stabilitas harga, perbaikan konektivitas dan distribusi serta memastikan investasi membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal. Pertumbuhan ekonomi juga diharapkan merata hingga kawasan perdesaan, pesisir, dataran tinggi, kawasan industri dan Kepulauan Nias.

Gubernur berharap AFEBI menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghasilkan kajian ekonomi regional, memetakan potensi investasi, memperkuat UMKM, mengembangkan inovasi serta menyusun rekomendasi kebijakan berbasis data. Dunia akademik juga didorong berkontribusi melalui pengembangan kurikulum kewirausahaan, literasi keuangan, dan digitalisasi UMKM untuk meningkatkan daya saing ekonomi daerah.

Ia optimis Kongres XIV AFEBI yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara dapat menghasilkan rekomendasi strategis, memperluas jejaring akademik, memperkuat kolaborasi penelitian serta mendorong transformasi pendidikan ekonomi dan bisnis.

Forum tersebut, lanjut gubernur, menjadi ruang sinergi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi regional yang berkelanjutan, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ketua Dewan Pengurus Nasional AFEBI yang juga Guru Besar ITB Prof. Dr. Aurik Gustomo, M.T menegaskan AFEBI hadir guna ikut berkontribusi bagi terciptanya percepatan pembangunan ekonomi yang berorientasi pada kepentingan pembangunan nasional. Disamping itu AFEBI juga merespon isu-isu perekonomian secara global.
Disebutkannya, fakultas ekonomi dan bisnis memiliki peran penting dan strategis mempersiapkan sumber daya manusia yang nantinya disiapkan memasuki persaingan pasar secara kompetitif. AFEBI juga memberi kontribusi bagi tumbuhnya kesejahteraan bagi bangsa dan program berdampak. Salah satu program yang diimplementasikan lewat AFEBI Research Institut. (dmp)

Asosiasi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Indonesia (AFEBI) menggelar Kongres XIV Tahun 2026 di Hotel Le Polonia Medan, Kamis (5/11). Kongres mengusung tema: Rekonstruksi Arah Kebijakan Strategis Nasional untuk Mempercepat Pertumbuhan Ekonomi Regional Berkelanjutan.

Dalam pertemuan nasional ini, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Universitas Islam Negeri (FEBI UIN) Sumatera Utara dipimpin Prof. Dr. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A menjadi tuan rumah kongres tersebut.

Kongres dilaksanakan pada 4-7 November 2026 ini diikuti pimpinan fakultas ekonomi dari 63 perguruan tinggi se-Indonesia. Kongres AFEBI ini menjadi momentum memperkuat sinergi akademisi, pemerintah dan dunia usaha dalam mendorong pembangunan ekonomi Indonesia. Pada kegiatan ini juga dilakukan peluncuran AFEBI Research Institute sebagai wadah penelitian dan penyusunan rekomendasi kebijakan berbasis bukti yang menghubungkan akademisi, pemerintah dan industri.

Forum nasional yang dihadiri Menteri Koperasi Dr. Ferry Juliantono, M.Si diwakili Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi Henra Saragih, S.H, M.H dan Gubsu H. Muhammad Bobby Afif Nasution, S.E, M.M diwakili Staf ahli Gubernur Bidang Pendidikan, Kesehatan, Infrastruktur dan Pemberdayaan Masyarakat Ir. Alfi Syahriza, S.T, M.Eng. Sc.

Turut hadir Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan dan Pengembangan Usaha BUMN Kementerian Kordinator Bidang Perekonomian Dr. Ferry Irawan, M.S.E, Direktur Eksekutif Kadin Indonesia Pipin Moh. Saeful Arifin, Ketua Dewan Eksekutif Lamemba Prof. Dr. Ina Primiana.

Hadir juga Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag, Ketua Dewan Pengurus Nasional AFEBI Prof. Dr. Aurik Gustomo, M.T, Ketua AFEBI Research Institute Prof. Irfan Syauqi Beik, M.Sc, Ec, Perwakilan AACSB International Lyan Chen dan Hana Zainoldin, Dekan FEBI UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Muhammad Syukri Albani Nasution, M.A beserta para dekan fakultas ekonomi se-Indonesia dan undangan lainnya.

Rektor UIN Sumatera Utara Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag saat membuka kongres menyampaikan bahwa Kongres AFEBI memiliki arti strategis ditengah dinamika ekonomi global, transformasi digital, perkembangan kecerdasan artifisial, serta tuntutan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan berkompetensi akademik, tetapi juga harus menjadi pusat pengembangan pemikiran, inovasi, penelitian dan solusi konkret bagi persoalan ekonomi masyarakat.

Karena itu, ia meminta AFEBI diharapkan memperkuat kolaborasi antar-fakultas ekonomi dan bisnis dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi serta kontribusi terhadap pembangunan nasional. Untuk itu, Prof. Dr. Hj. Nurhayati, M.Ag menegaskan komitmen mengintegrasikan keunggulan ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keislaman dan tanggung jawab sosial.

Kemajuan ekonomi, menurut rektor, tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan statistik. Tetapi juga dari keadilan, pemerataan kesempatan, kesejahteraan masyarakat dan keberlanjutan kehidupan.
Ia juga menilai kolaborasi fakultas ekonomi dan bisnis dengan fakultas ekonomi dan bisnis Islam menjadi kekuatan penting untuk membangun ekosistem pendidikan ekonomi yang inklusif, inovatif dan berdaya saing global.

Sementara itu menteri koperasi dalam pemaparan yang disampaikan Deputi Bidang Kelembagaan dan Digitalisasi Koperasi Kementerian Koperasi Henra Saragih, S.H, M.H menekankan pentingnya koperasi sebagai platform masa depan ekonomi kerakyatan.

Koperasi dinilai memiliki peran strategis sebagai wadah wirausaha kolektif, mesin pencipta lapangan kerja dan penggerak ekonomi daerah. Khususnya dalam memperkuat UMKM dan pemerataan kesejahteraan.

Menteri menjelaskan bahwa koperasi sejalan dengan agenda Asta Cita Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong kemandirian bangsa, pengembangan ekonomi produktif, penciptaan lapangan kerja berkualitas, peningkatan daya saing serta pembangunan dari desa dan wilayah pinggiran. Koperasi juga berperan menyediakan akses usaha, pembiayaan, dan layanan yang meningkatkan kesejahteraan anggota.

Kedepan, ia menegaskan bahwa penguatan koperasi diarahkan melalui perluasan keanggotaan nasional, integrasi platform digital, akses pembiayaan dan inkubasi serta pengembangan usaha berbasis komunitas. Ia turut mencontohkan koperasi generasi muda di bidang perfilman dan pengembangan game edukasi sebagai model ekonomi kreatif yang dapat membuka peluang usaha baru.

Gubsu dalam sambutan yang dibacakan Ir. Alfi Syahriza, S.T, M.Eng. Sc mengutarakan bahwa pertumbuhan ekonomi harus mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, mengurangi kemiskinan dan memperluas pemerataan kesejahteraan. Sumut, kata gubernur, memiliki potensi besar dari sektor pertanian, perkebunan, industri pengolahan, perdagangan, pariwisata hingga ekonomi kreatif.

Petinggi Pemprovsu ini menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumut pada triwulan II 2026 mencapai 5,06 persen. Hal ini meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 4,98 persen. Sementara realisasi investasi hingga triwulan III 2026 mencapai Rp.37 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 64.656 orang.

Meski menunjukkan perkembangan positif, kata Gubsu, pemerintah daerah menghadapi tantangan berupa peningkatan nilai tambah komoditas unggulan, penguatan hilirisasi, stabilitas harga, perbaikan konektivitas dan distribusi serta memastikan investasi membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal. Pertumbuhan ekonomi juga diharapkan merata hingga kawasan perdesaan, pesisir, dataran tinggi, kawasan industri dan Kepulauan Nias.

Gubernur berharap AFEBI menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghasilkan kajian ekonomi regional, memetakan potensi investasi, memperkuat UMKM, mengembangkan inovasi serta menyusun rekomendasi kebijakan berbasis data. Dunia akademik juga didorong berkontribusi melalui pengembangan kurikulum kewirausahaan, literasi keuangan, dan digitalisasi UMKM untuk meningkatkan daya saing ekonomi daerah.

Ia optimis Kongres XIV AFEBI yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam UIN Sumatera Utara dapat menghasilkan rekomendasi strategis, memperluas jejaring akademik, memperkuat kolaborasi penelitian serta mendorong transformasi pendidikan ekonomi dan bisnis.

Forum tersebut, lanjut gubernur, menjadi ruang sinergi untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi regional yang berkelanjutan, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ketua Dewan Pengurus Nasional AFEBI yang juga Guru Besar ITB Prof. Dr. Aurik Gustomo, M.T menegaskan AFEBI hadir guna ikut berkontribusi bagi terciptanya percepatan pembangunan ekonomi yang berorientasi pada kepentingan pembangunan nasional. Disamping itu AFEBI juga merespon isu-isu perekonomian secara global.
Disebutkannya, fakultas ekonomi dan bisnis memiliki peran penting dan strategis mempersiapkan sumber daya manusia yang nantinya disiapkan memasuki persaingan pasar secara kompetitif. AFEBI juga memberi kontribusi bagi tumbuhnya kesejahteraan bagi bangsa dan program berdampak. Salah satu program yang diimplementasikan lewat AFEBI Research Institut. (dmp)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru